<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-22872034</id><updated>2012-02-16T20:06:01.019-08:00</updated><category term='dakwahku'/><category term='cat luver'/><category term='wanita'/><category term='catatanku'/><category term='panganku'/><category term='d riset'/><category term='bukuku'/><category term='bioenergi'/><category term='hariku'/><title type='text'>Dear diary</title><subtitle type='html'>Hanya keluh kesah, pelajaran, dan mudah-mudahan hikmah. Hanya sebuah kegundahan yang tak sempat kuungkap pada dunia. Very complicated character..like other ordinary girls do</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Rany Agustina Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06151837328781852218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-XvLDZTgnOL8/TseNFyCboQI/AAAAAAAAAPU/1_uEYSPMXKU/s220/ucul.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>104</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22872034.post-8158347085075695075</id><published>2012-01-14T15:28:00.000-08:00</published><updated>2012-01-15T05:26:52.321-08:00</updated><title type='text'>Tentang Ikhlas, Syukur dan Sabar</title><content type='html'>"guru bukan dewa yang selalu benar, dan murid bukanlah kerbau. karena itu, marilah kita sama-sama belajar" :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(dari kajian IMEKA bertajuk sama dengan judul) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini berat jika dimaksudkan sebagai resume kajian. Kata-kata yang terserak ini hanyalah sebaris dua baris kalimat yang terlintas dan tertangkap dalam benak saya ketika mendengarkan penuturan sang ustadz. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhlas, sabar dan syukur. Mungkin tiga kata ini adalah kata yang awam kita dengar, dalam ceramah-ceramah keagamaan ataupun tak jarang di keseharian kita. Dikatakan bahwa tiga kata ini adalah tiga kata “ajaib” yang menjadi bekal seorang muslim dalam kehidupannya. Mengapa? Karena tiga bekal ini cukup menjadikan seorang muslim senantiasa berpikir positif tentang segala sesuatu yang menimpanya. Sehingga, jangan pernah dipikir bahwa ikhlas, sabar, dan syukur membawa arti fatalisme, atau sikap pasrah di diri setiap muslim. Islam berasal dari kata taslim..begitupun muslim adalah bentuk isim masdar nya, yang berarti orang yang berpasrah diri. Namun, Islam mengajarkan agar sikap pasrah ini ditempatkan pada posisi yang tepat. Hal ini dapat terwujud apabila kita telah mengetahui dan mengenal definisi tiga istilah tersebut dengan sangat baik. That’s why, sang ustadz mengatakan di awal ceramahnya bahwa kita harus mengenal tiga definisi ini dengan sangat baik, selayaknya sesama manusia yang saling mengenal.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhlas tidak bisa dilepaskan dari sikap ihsan, bersikap seolah-olah Allah melihat kita. Dua kriteria yang harus ada dalam setiap perbuatan kita agar ikhlas senantiasa melekat adalah lillah dan billah. Lillah artinya bahwa ketika kita mengerjakan pekerjaan tersebut harus senantiasa dilandasi niat karena Allah semata, bukan karena mengharapkan pujian atau pandangan baik dari orang lain. Billah artinya dengan Allah, artinya cara yang dilakukan pun harus baik, sesuai dengan apa yang Allah ridlai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktivitas sabar juga harus senantiasa dilakukan seorang muslim, di samping ikhlas. Sabar yang diwajibkan adalah sabar dalam ketaatan dan menjalani ketaatan (QS 3:142). Misalnya dalam memanfaatkan harta dan memilih pasangan hidup. Selain itu adapula sabar untuk tidak melakukan maksiat, contoh : suap dan perzinaan. Dan juga sabar dalam menghadapi musibah. &lt;br /&gt;Ada hal menarik yang dibahas dalam ceramah ini berkaitan dengan kata “inna” yang berada dalam kalimat “inna lillahi wa inna illaihi raaji’un”, doa yang dibaca setiap muslim ketika menghadapi musibah. Hal ini dibahas dalam tafsir al-Misbah Quraish shihab. Mengapa yang digunakan di sana adalah isim dhamir orang ketiga jamak, yaitu kami..bukannya isim dhamir orang pertama tunggal, yaitu saya. Kata “kami” di sini berarti bahwa seorang muslim jangan pernah berpikir bahwa dia sendirian ketika menanggung suatu musibah, karena ada muslim lain yang juga menanggung musibah yang sama, bahkan bisa jadi lebih berat. Ketika kita merasa menjadi orang yang paling menderita sedunia, bisa jadi saat itu kita sedang merasa jauh dari Allah.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain sabar yang diwajibkan, ada juga jenis sabar yang diharamkan yaitu bila aktivitas sabar tersebut mengancam nyawa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah perspektif positif yang senantiasa dimiliki muslim ketika ditimpa musibah, maka ia akan bersabar. Ia sadar bahwa amal ibadah yang dilakukannya bukanlah semata-mata alat untuk menghindar dari musibah. Karena bisa jadi itu adalah ujian terhadap keimanan dan ketaatannya. Dan muslim ketika ia diberikan nikmat, ia pun akan senantiasa bersyukur. Rasulullah yang ma’sum dan dijamin masuk surga saja senantiasa melakukan ibadah-ibadah sunnah dengan intensitas yang luar biasa, sedangkan kita..ahh, betapa sombongnya kita. Terkadang kita sudah merasa suci, padahal amal ibadah yang kita lakukan baru sedikit. Apalagi jika kita terbiasa baru melakukan ibadah2 sunnah dalam kerangka nadzar, betapa pelitnya kita memberikan waktu-waktu kita untuk beribadah kepada-Nya. Astaghfirullah..astaghfirullah.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa luar biasanya Islam yang memiliki cara yang sederhana, namun luar biasa untuk pemeluknya agar senantiasa memiliki cara pandang yang positif. Betapa uniknya muslim, harus sabar karena Allah..yaitu dalam ketaatan, namun juga harus bersikap marah karena Allah..yaitu jika melihat kemaksiatan. Islam melarang sikap dengki, namun juga menganjurkan muslim untuk bersikap “iri” dalam dua hal, yaitu kepada ahli infaq dan ahli ilmu. Perspektifnya Islam mendorong setiap muslim untuk kaya namun bukan untuk bermegah2an, tetapi untuk dibagikan dan digunakan dalam jalan umat dan dakwah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa mengagumkannya urusan kaum muslim..ya, betapa mengagumkannya..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hak cipta milik Alloh swt semata. Jemari ini hanya menuliskan sesuatu yang telah menjadi milik-Nya&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22872034-8158347085075695075?l=azzahrablogs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/feeds/8158347085075695075/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22872034&amp;postID=8158347085075695075' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/8158347085075695075'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/8158347085075695075'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/2012/01/tentang-ikhlas-syukur-dan-sabar.html' title='Tentang Ikhlas, Syukur dan Sabar'/><author><name>Rany Agustina Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06151837328781852218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-XvLDZTgnOL8/TseNFyCboQI/AAAAAAAAAPU/1_uEYSPMXKU/s220/ucul.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22872034.post-8700423012463524526</id><published>2012-01-06T04:18:00.000-08:00</published><updated>2012-01-06T05:19:50.154-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bukuku'/><title type='text'>Tentang Saya, Eropa, dan Buku “99 Cahaya”</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-R-CNpeQZx00/TwbkdOla4-I/AAAAAAAAAQ4/hmV01tccF1I/s1600/12252878.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="275" width="183" src="http://3.bp.blogspot.com/-R-CNpeQZx00/TwbkdOla4-I/AAAAAAAAAQ4/hmV01tccF1I/s400/12252878.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Judul buku  : 99 Cahaya di Langit Eropa - Perjalanan Menapaki Jejak Islam di Eropa &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis   : Hanum Salsabiela Rais &amp; Rangga Almahendra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah Halaman        : 412 halaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerbit  : Gramedia Pustaka Utama, Cetakan I, 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yogyakarta, 29 Agustus 2011. Saat itu, hampir satu bulan sebelum keberangkatan saya ke Belgia. Kebetulan juga hari itu adalah hari ulang tahun saya. Rencananya ingin membeli beberapa buku sebagai “bekal” ilmu saya nanti, sekaligus “menghadiahi” diri sendiri di hari jadi yang ke-23. Tiba-tiba pandangan saya terhenti pada sebuah buku yang ditulis oleh seseorang yang memiliki nama belakang Rais. Saat itu yang terlintas dalam benak saya adalah si penulis pasti memiliki hubungan darah dengan Amien Rais, dan bisa jadi ini adalah buku yang menarik. Lantas saya ambil buku tersebut, dan mulai membaca testimoni yang ditulis di sampul bukunya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Novel perjalanan ini menunjukkan bahwa kebudayaan dan teknologi, selalu berjalan berdampingan, saling mengisi, menentukan masa depan suatu peradaban” BJ Habibie (Mantan Presiden Republik Indonesia)&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;Aha, testimoni dari BJ Habibie Sepertinya buku ini memang “sesuatu”, dan setelah saya membacanya, buku ini memang “sesuatu” . Berbekal buku ini pula, saya berusaha mencari arah “sesuatu” dalam perjalanan saya selama 10 bulan di tanah Eropa nantinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara garis besar, buku ini berisi kisah perjalanan yang dialami oleh seorang Hanum Rais dan suaminya selama tinggal di Eropa. Si penulis menceritakan seluruh perjalanannya dalam menjelajahi Austria, Prancis, Spanyol, dan Turki, dengan bahasa yang ringan namun sarat akan hikmah dan pelajaran sejarah yang berarti. Banyak informasi baru yang saya dapatkan dari buku ini, seperti deskripsi gaya arsitektur gothic dan baroque gereja, serta asal bunga Tulip dan cappuccino yang ternyata berasal dari Turki. Belajar sejarah tidak harus melalui buku teks yang kering atau menjemukan, dan saya menemukannya dalam buku ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisahnya bermula dari persahabatan Hanum dengan seorang wanita Turki bernama Fatma di kelas bahasa yang ia ikuti di Vienna, Austria. Dari wanita inilah ia kemudian menemukan banyak hal tentang ketulusan hati dan figur muslim yang baik di tengah sekulerisme Eropa. Bukan hanya ketulusan, namun juga ironi, termasuk mengenai keberadaan Vienna Islamic Centre yang terletak di samping Sungai Danube, lokasi yang sering dipergunakan oleh orang setempat untuk melakukan tindakan yang "tidak baik". Namun di sisi lain ternyata ironi ini membawa keberkahan tersendiri bagi masyarakat sekitarnya. Banyak orang yang pada akhirnya justru tertarik untuk semakin belajar mengenai Islam ke tempat ini, sehingga keberadaan Islamic Center ini tetap dipertahankan. Begitulah penuturan Imam Hashim imam masjid tersebut kepada Hanum. Perkenalannya dengan Imam ini pula yang menjadi gerbang pertemuannya dengan seorang Muslimah Prancis, Marion lulusan studi Islam Abad Pertengahan Sorbonne University Prancis.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marion, seorang mualaf yang memiliki banyak pengetahuan, menunjukkan kepada Hanum tempat-tempat di Paris, yang lebih menarik dibandingkan dengan Eiffel atau Louvre. Selain itu, Ia pun menceritakan mengenai misteri yang ada di kota Paris seperti status kemusliman Napoleon Bonaparte, fenomena satu garis bangunan  (Axe Historique) antara air mancur besar, monument obelisk Mesir, jalan Champs-Elysees, monument Arc de Triomphe,  yang menghadap ke arah ka’bah. Dari Marion pula Hanum mengetahui tentang kalimat tauhid dalam bentuk tulisan Arab Kuffic, yang ada di lukisan Bunda Maria Ugolino.  &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-Mq2KzdylDO8/TwbnaL1dH5I/AAAAAAAAARE/MkxlGeDL8VQ/s1600/450px-Ugolino_di_Nerio_1315_1320_La_Vierge_et_l_Enfant_Sienne_detail.jpg" imageanchor="1" style="clear:right; float:right; margin-left:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="320" width="240" src="http://2.bp.blogspot.com/-Mq2KzdylDO8/TwbnaL1dH5I/AAAAAAAAARE/MkxlGeDL8VQ/s320/450px-Ugolino_di_Nerio_1315_1320_La_Vierge_et_l_Enfant_Sienne_detail.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Tulisan Arab Kuffic merupakan tiruan dari tulisan Arab, yang saat itu menjadi salah satu simbol kemajuan peradaban di dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika membaca mengenai misteri yang ada di balik kota Paris, ada sebersit keraguan yang mampir di benak saya. Benarkah ini, atau hanya sekedar teori konspirasi murahan yang berusaha mengagungkan Islam namun salah tempat. Begitu pula yang dirasakan oleh Hanum ketika mendengarkan penuturan Marion. Well, wallahua’lam..hanya Allah yang Maha Mengetahui tentang hal ini memang.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun perkara kedigdayaan peradaban Islam di Abad Pertengahan Eropa (yang tidak ingin disebut Abad Kegelapan) merupakan suatu perkara yang tidak dapat dielakkan. Di masa ketika Galileo Galilei dihukum pancung, karena pendapatnya yang bertentangan dengan pendapat gereja bahwa bumi adalah pusat tata surya, Ibnu Haitsam telah terlebih dahulu menemukan kamera. Dan masih banyak lagi ilmuwan Islam yang lahir di zaman itu, yang kini menjadi rujukan ilmuwan di Barat dan Timur. Islam pernah menjadi sumber cahaya yang menerangi Eropa yang saat itu diliputi kegelapan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Banyak di antara umat Islam kini yang tidak lagi mengenali sejarah kebesaran Islam pada masa lalu. Tidak banyak yang tahu bahwa luas teritori kekhalifahan Umayyah hampir 2 kali lebih besar daripada wilayah kekaisaran Roma di bawah Julius Caesar. Tidak banyak yang tahu pula bahwa peradaban Islam lah yang memperkenalkan Eropa pada Aristoteles, Plato, dan Socrates, serta akhirnya meniupkan angin renaissance bagi kemajuan Eropa saat ini. Cordoba, ibu kota kekhalifahan Islam di Spanyol, pernah menjadi pusat peradaban pengetahuan dunia, yang membuat Paris dan London beriri hati (halaman 5)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Kota Cordoba dan Granada pernah menjadi saksi kejayaan peradaban Islam dulu. Hanum menggambarkannya melalui deskripsi bangunan Taman Generalife dan Istana Nasrid dalam komplek Alhambra yang indah.  Namun juga ironi keruntuhannya, melalui ilustrasi Benteng Alcazar yang menjadi tempat penyerahan kekuasaan dari Sultan Boabdil kepada Isabela-Ferdinand; dan juga sejarah Katedral Mezquita. Cordoba pernah menjadi pusat peradaban Islam dulu, dan Granada menjadi kota terakhir yang dimilikinya sebelum akhirnya berpindah tangan ke Kerajaan Spanyol. Dan kini, jejak Islam hampir hilang tak berbekas dari tanah Spanyol. Jika melihat sisa peninggalan di Sevilla dan Barcelona sekarang, mata kita akan disuguhi gambaran kekuatan penjelajahan samudera Kerajaan Spanyol, seperti yang pernah dilakukan Vasco da Gama dalam menemukan Semenanjung Harapan dan Columbus ketika menemukan Amerika. Padahal Umat Islam dulu adalah traveler yang tangguh, jauh ratusan tahun sebelum Vasco da Gama menemukan Semenanjung Harapan.     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam datang dengan damai dalam semangat convivencia, semangat persatuan dalam perbedaan. Pada masa keemasannya, ketiga agama yang berbeda (Nasrani, Yahudi, dan Islam) dapat hidup secara berdampingan. Hal ini dituturkan Hanum melalui sejarah arah mimbar yang dimiliki Mezquita Cordoba. Sebenarnya mimbar yang dimiliki Mezquita tidak langsung menghadap ke arah ka’bah. Masih harus digeser sedikit lagi ke arah tenggara untuk mendapatkan posisi yang tepat. Namun jika ingin mengubah arah mimbar, gereja kecil yang terletak di dekat Mezquita harus dirobohkan, dan Sultan yang berkuasa saat itu tidak menghendaki hal tersebut karena dapat mengganggu kedamaian peribadatan umat lain. Akhirnya saat itu (dan hingga saat ini) mimbar Mezquita tidak menghadap kiblat, sehingga dulu kaum Muslim jika ingin beribadah harus menggeser posisinya sedikit ke tenggara. Begitupula Yahudi dibiarkan beribadah dengan tenang. Kita masih dapat melihat sisa perkampungan dan sinagog Yahudi, yang terletak dekat Mezquita, hingga sekarang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sayangnya, amanat hidup damai tiga agama pada peradaban Islam, tidak dilanjutkan pada masa Kerajaan Spanyol. Sepuluh tahun setelah Isabel-Ferdinand memegang tampuk kekuasaannya, Kerajaan ini melakukan pembaptisan massal pada seluruh warganya, dan mengakibatkan gambaran peradaban Islam serta agama lainnya putus dari rantai sejarah Spanyol. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini bukan hanya sekedar menggambarkan masa lalu yang gemilang dan kita menjadi terlena terhadapnya. Buku ini bukan hanya berpesan tentang romantisme masa lalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Those who don’t learn from history are doomed to repeat it (George Santayana)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Apa yang membuat Islam tersapu dari tanah Spanyol? Apa yang dapat kita pelajari dari masa lalu supaya kita tidak lagi terperosok dan mengulangi kesalahan yang sama di masa lampau. Islam dulu datang dengan kedamaian dan megah dengan kebijakan, ilmu pengetahuan, dan teknologi, serta sistem kehidupan yang menentramkan. Kini Islam harus kembali datang, walaupun belum dalam bentuk peradaban, dengan misi yang sama yaitu rahmatan lil ‘alamin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peradaban Islam dulu hancur ketika yang muncul adalah ketamakan dan keegoisan. Hal ini digambarkan Hanum dalam kisah kekalahan besar yang dialami oleh Kara Mustafa Pasha, panglima Kekhalifahan Utsmani (Turki Ottoman) saat akan menaklukan Vienna. Turki Ottoman dipukul mundur oleh koalisi Austria, Jerman, dan Polandia. Sumber utama kekalahan itu adalah karena niat yang salah dari sang panglima perang, yang melakukan penyerangan semata-mata hanya untuk penaklukan yang penuh dengan kesombongan. Hingga kini, warga Austria mengenang sang panglima sebagai pembunuh yang telah memporakporandakan Vienna, dan kebencian terhadap Turki disimbolkan dengan bentuk roti croissant. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eropa bukan hanya tempat untuk berwisata atau untuk mencari ilmu pengetahuan semata. Banyak pelajaran kehidupan yang bisa digali dari tempat ini, dan itulah yang ingin saya cari selama perjalanan 10 bulan ini. Saya ingin melihat realitas sejarah, dan mengambil banyak pelajaran dari itu. Bukan hanya untuk pergi berwisata ke tempat yang menarik dikunjungi dengan biaya semurah-murahnya. Tidak munafik memang, semua pasti ingin untuk berfoto di tempat-tempat wisata Eropa dan membeli sedikit oleh-oleh dari sana. Namun ada misi lain yang ingin saya tuju, yaitu untuk memperluas wawasan dan memperdalam keimanan. Selama kurang lebih 4 bulan saya tinggal di sini, saya mencoba belajar membuka mata dan hati tentang realitas yang selama ini mungkin tidak pernah saya sentuh. Saya belajar menerima hal-hal baru, dengan tetap merefleksikannya pada keimanan. Belajar untuk mencari hikmah dalam setiap perjalanan. Belajar untuk menjadi pribadi yang kuat dan bijak. Yang kuat menahan diri, mengalah bukan karena kalah tetapi mengalah karena sudah memetik kemenangan hakiki. Di sini saya kembali merenungkan tentang makna dan tujuan hidup. Dan saya makin menyadari ada masih banyak misteri tentang Islam yang masih terkubur di benua ini dan belum tersingkap. Ya masih banyak..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esensi sejarah bukanlah hanya siapa yang menang dan siapa yang kalah. Lebih dari itu : siapa yang lebih cepat belajar dari kemenangan dan kekalahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Pergilah, jelajahilah dunia, lihatlah dan carilah kebenaran dan rahasia-rahasia hidup; niscaya jalan apa pun yang kaupilih akan mengantarkanmu menuju titik awal. Sumber kebenaran dan rahasia hidup akan kautemukan di titik nol perjalananmu. Perjalanan panjangmu tidak akan mengantarkanmu ke ujung jalan, justru akan membawamu kembali ke titik permulaan. Pergilah untuk kembali, mengembaralah untuk menemukan jalan pulang. Sejauh apa pun kakimu melangkah, engkau pasti akan kembali ke titik awal” (The Alchemist-Paulo Coelho)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah senantiasa meluruskan niat saya, dan segera mempertemukan dengan apa yang saya cari.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hak cipta milik Alloh swt semata. Jemari ini hanya menuliskan sesuatu yang telah menjadi milik-Nya&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22872034-8700423012463524526?l=azzahrablogs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/feeds/8700423012463524526/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22872034&amp;postID=8700423012463524526' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/8700423012463524526'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/8700423012463524526'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/2012/01/tentang-saya-eropa-dan-buku-99-cahaya.html' title='Tentang Saya, Eropa, dan Buku “99 Cahaya”'/><author><name>Rany Agustina Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06151837328781852218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-XvLDZTgnOL8/TseNFyCboQI/AAAAAAAAAPU/1_uEYSPMXKU/s220/ucul.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-R-CNpeQZx00/TwbkdOla4-I/AAAAAAAAAQ4/hmV01tccF1I/s72-c/12252878.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22872034.post-9025198279485994294</id><published>2011-12-30T15:46:00.000-08:00</published><updated>2011-12-30T15:46:45.822-08:00</updated><title type='text'>Manusia &amp; Dakwah</title><content type='html'>Pada dasarnya manusia menjalani hari-hari dalam kehidupannya untuk dua alasan, yaitu untuk memenuhi kebutuhan fisik dan naluriahnya. Namun, masing-masing berbeda cara pemenuhannya tergantung cara pandangnya terhadap jalan pemenuhannya. Semua ingin menjalani dengan kebahagiaan. Masing-masing ingin mencari jalan kebenaran...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(to b continue)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hak cipta milik Alloh swt semata. Jemari ini hanya menuliskan sesuatu yang telah menjadi milik-Nya&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22872034-9025198279485994294?l=azzahrablogs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/feeds/9025198279485994294/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22872034&amp;postID=9025198279485994294' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/9025198279485994294'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/9025198279485994294'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/2011/12/manusia-dakwah.html' title='Manusia &amp; Dakwah'/><author><name>Rany Agustina Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06151837328781852218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-XvLDZTgnOL8/TseNFyCboQI/AAAAAAAAAPU/1_uEYSPMXKU/s220/ucul.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22872034.post-668097336746570048</id><published>2011-12-28T12:43:00.000-08:00</published><updated>2011-12-28T12:43:41.898-08:00</updated><title type='text'>Antara yang ber-ilmu dan ber-harta</title><content type='html'>Masih belum punya passion buat belajar. Iseng-iseng buka link : &lt;a href="http://www.radiopengajian.com"&gt;www.radiopengajian.com&lt;/a&gt;. &lt;br /&gt;Awalnya mau ngerelay MQ FM sambil packing2, tapi ternyata MQ nya sudah offline. Masih ada satu jam lagi sampai MQ siaran lagi..sambil menunggu, cari2 arsip siaran yang lain..ehh ketemu siaran tentang "Menjadi Muslimah Sumber keberkahan, bukan fitnah". Awalnya gak terlalu tertarik sama isi kajiannya..soalnya terlalu klise n ibu2 :p Tapi ada satu hal yang membuatku tergerak untuk menuangkannya kembali di blog ini yaitu terkait dengan puisinya Taufik Ismail/perkataan Ali bin&lt;br /&gt;Abi Thalib ra yang dikutip oleh ustadzah dalam ceramahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya perkataan Ali bin Abi Thalib tersebut membandingkan antara ilmu dan harta. Jika orang sekilas membaca kutipan ini..seakan2 Islam menjauhkan seseorang untuk menjadi orang kaya, dan memerintahkan untuk membenci harta. Namun jika begitu, maka mengapa banyak sahabat Rasul yang menjadi saudagar kaya. Mengapa dikatakan bahwa 7 dari 10 pintu rizki adalah dari berdagang. Menurutku, Islam justru mendorong pemeluknya untuk menjadi orang kaya. Namun bukan kaya semata2 untuk memperkaya diri tanpa akhir. Karena definisi "kaya" sendiri itu relatif. Jika memiliki banyak harta maka memiliki banyak hak untuk diinfaqkan bukan? Maka memiliki banyak kesempatan untuk berwaqaf, umrah atau haji bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas mengapa Ali mengatakan hal2 yang seakan2 menegasikan antara ilmu dan harta? Menurutku, ini adalah hal yang bisa menyeimbangkan manusia dalam kehidupannya. Walaupun harta dicari, namun&lt;br /&gt;bukan itu yang semata2 yang menjadi tujuan. Ilmu adalah penjaganya, yang menyeimbangkan, yang &lt;br /&gt;menunjukkan untuk apa harta itu seharusnya digunakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-z-KzEYxh_gA/Tvt_E9Q_NDI/AAAAAAAAAQs/3fV1BP05ToQ/s1600/unduhan2.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="179" width="268" src="http://4.bp.blogspot.com/-z-KzEYxh_gA/Tvt_E9Q_NDI/AAAAAAAAAQs/3fV1BP05ToQ/s320/unduhan2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;-Ilmu selalu menjaga orang yang mempunyainya, sedangkan harta dijaga oleh orang yang  mempunyainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Orang yang berilmu banyak mempunyai teman, sedangkan orang yang berharta mempunyai banyak lawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Ilmu apabila diberikan kepada orang lain akan bertambah sedangkan harta bila diberikan akan berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Pemilik ilmu akan menerima syafaat pada hari kiamat, sedangkan pemilik harta akan dimintai pertanggungjawabannya diakhirat kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Ilmu apabila disimpan tidak akan habis, sedangkan harta bila disimpan akan usang dan lapuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Ilmu tidak usah dijaga dari kejahatan, sedangkan harta selalu dijaga dari kejahatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Ilmu akan menyinari hati hingga menjadi terang dan tenteram,sedangkan harta akan mengeraskan setiap hati manusia.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka beruntunglah orang yang berilmu. Allah meninggikan derajat orang yang berilmu beberapa derajat. Bahkan Rasulullah mengatakan keutamaan orang yang berilmu lebih besar dibandingkan dengan orang yang gemar beribadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berarti menjadi orang berilmu, yang kaya, gemar beribadah dan bahagia..jauuh lebih dicintai oleh Allah kan yaa ;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hak cipta milik Alloh swt semata. Jemari ini hanya menuliskan sesuatu yang telah menjadi milik-Nya&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22872034-668097336746570048?l=azzahrablogs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/feeds/668097336746570048/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22872034&amp;postID=668097336746570048' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/668097336746570048'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/668097336746570048'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/2011/12/antara-yang-ber-ilmu-dan-ber-harta.html' title='Antara yang ber-ilmu dan ber-harta'/><author><name>Rany Agustina Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06151837328781852218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-XvLDZTgnOL8/TseNFyCboQI/AAAAAAAAAPU/1_uEYSPMXKU/s220/ucul.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-z-KzEYxh_gA/Tvt_E9Q_NDI/AAAAAAAAAQs/3fV1BP05ToQ/s72-c/unduhan2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22872034.post-8630615492228758329</id><published>2011-12-11T16:30:00.000-08:00</published><updated>2011-12-11T16:32:20.191-08:00</updated><title type='text'>If I were a MOM...</title><content type='html'>Dear diary..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-kpnrbN6O8cc/TuVLCIRtLcI/AAAAAAAAAQQ/lDg1kOnBxZ4/s1600/tumblr_lqc0ozVwEw1qcovdb.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="264" width="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-kpnrbN6O8cc/TuVLCIRtLcI/AAAAAAAAAQQ/lDg1kOnBxZ4/s320/tumblr_lqc0ozVwEw1qcovdb.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Senin..12 Desember 2011 1:07&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih belum juga bisa tidur, padahal hari ini jam 8.30 ada kuliah. It means harus berangkat jam 7.30 (nasib pejalan kaki)..it means minimal jam 6.30 udah harus siap2. padahal subuh baru j 6.37. sunrise baru jam 8.37 :D &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;j11 tadi ada party temen satu lantai di kitchen kita tercinta..gak lama2 juga sii..jam stg1 uda masuk kamar lagi. cuma makan kue, coke n camomile tea..tapi tetep aja sampai sekarang belum bisa bobo T.T&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sekarang mending nulis aja dee..nulis tentang cita2 menjadi ibu ^^ .. profesi yang menurutku profesi paling mulia di dunia. Kenapa tiba2 nulis tentang ini? karena hari ini begitu terinspirasi dengan cerita seorang ibu di blog ini : &lt;a href="http://westernmom-easternworld.tumblr.com"&gt;http://westernmom-easternworld.tumblr.com &lt;/a&gt;. Cerita seorang Amerika yang menikah dengan orang Indonesia-seorang anak gembala kerbau peranakan sumatra, yang kini berprofesi menjadi pastur sekaligus mahasiswa s3. Ya, ibu itu adalah istri seorang pastur. Dan dia rela hidup sederhana di sebuah kota di pelosok kota Yogyakarta. Dia sangat menikmati setiap waktu yang ia habiskan bersama anak dan suaminya. Agak heran juga seorang wanita Amerika bisa berpikir seperti ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun jalan keimanan kita berbeda, namun banyak hal yang kukagumi dari dia, terlebih soal kesederhanaannya. Ia tidak canggung berbicara dengan si mbah2 petani. Anaknya pun sering diajak bermain di ladang tetangga. Bermain bola bersama tetangga, dan memanjat pohon jambu. Selepas suaminya mendapat gelar s3 pun, tujuan mereka adalah kembali ke tanah sumatra dan mendirikan sekolah di sana. How sweet ^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And if I were a MOM one day..i wanna be like her. Ingin menikmati setiap detik bersama anakku kelak. Mulai dari merasakan denyut jantungnya di perutku, berjuang mengantarkannya di dunia secara normal, mendekapnya pertama kali di dadaku, melihatnya tumbuh hingga bisa berjalan dan berlari. Mengajarkannya kata bunda dan ayah. Mengajarkannya berhitung. Mengajarkannya menggambar. Mengajarkannya tentang warna dan bentuk. Menyanyi bersamanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serta melihatnya bermain bola di lapangan luas bersama ayahnya. Bermain perang indian dengannya..sedang aku ada di sisi lain..tersenyum dan melihat mereka melalui lensa kameraku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahh, betapa bahagianya ^^ .. I hope one day I could..one day&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hak cipta milik Alloh swt semata. Jemari ini hanya menuliskan sesuatu yang telah menjadi milik-Nya&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22872034-8630615492228758329?l=azzahrablogs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/feeds/8630615492228758329/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22872034&amp;postID=8630615492228758329' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/8630615492228758329'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/8630615492228758329'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/2011/12/if-i-were-mom.html' title='If I were a MOM...'/><author><name>Rany Agustina Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06151837328781852218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-XvLDZTgnOL8/TseNFyCboQI/AAAAAAAAAPU/1_uEYSPMXKU/s220/ucul.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-kpnrbN6O8cc/TuVLCIRtLcI/AAAAAAAAAQQ/lDg1kOnBxZ4/s72-c/tumblr_lqc0ozVwEw1qcovdb.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22872034.post-1600622200242448317</id><published>2011-12-11T12:38:00.000-08:00</published><updated>2011-12-11T12:38:39.544-08:00</updated><title type='text'>INFP (Dreamer) Personality Type</title><content type='html'>skg INFP -_-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mypersonality.info/personality-types/infp/"&gt;INFP (Dreamer) Personality Type&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hak cipta milik Alloh swt semata. Jemari ini hanya menuliskan sesuatu yang telah menjadi milik-Nya&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22872034-1600622200242448317?l=azzahrablogs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/feeds/1600622200242448317/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22872034&amp;postID=1600622200242448317' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/1600622200242448317'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/1600622200242448317'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/2011/12/infp-dreamer-personality-type.html' title='INFP (Dreamer) Personality Type'/><author><name>Rany Agustina Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06151837328781852218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-XvLDZTgnOL8/TseNFyCboQI/AAAAAAAAAPU/1_uEYSPMXKU/s220/ucul.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22872034.post-6375067885579168967</id><published>2011-12-11T10:04:00.000-08:00</published><updated>2011-12-11T10:04:43.289-08:00</updated><title type='text'>Miss Susanti..Miss Annoying</title><content type='html'>Dear diary..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir tiga bulan ada di sini. Gak kerasa memang, mulai bisa beradaptasi. Mulai gak amazed lagi sama berbagai hal baru yang ada di sini. Dan yang pasti, mulai gak merasa jadi turis atau benda asing di sini :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ditanya sama orang, apa sih tujuan kamu ikut exchange? Ngapain buang2 waktu 10 bulan, mending kamu nyelesein s2 kamu secepatnya trus cari kerja atau nikah atau phd. Well, to be honest awalnya ikut erasmus exchange karena ngerasa ini adalah kesempatan emas yang gak dateng dua kali dalam hidup. Siapa yang tau jalan rizki ke depannya kan. At least kalo ikut exchange ini, jadi punya kesempatan naik pesawat for the 1st time ( i mean it..indeed :D), nginjek tanah eropa, punya temen bule satu dua orang, diajar sama dosen bule, dan ngeliat suasana plus pengalaman baru. Jadi kalo ditanya apa yang mau raih di momen exchange ini..pasti akan saya jawab : "networking" &amp; "traveling". Saya bukan orang yang suka belajar, bukan juga punya otak cemerlang. Tapi saya juga bukan orang yang bisa cocok ke berbagai karakter orang, bukan tipe penjilat ataupun yang bisa memeriahkan suasana. Sebelum saya berusaha dekat kepada seseorang, otak kanan saya biasanya akan menganalisis karakter orang ini secara general. Dan entah kenapa otak saya ini sangat sensitif dengan "aura2 tidak tulus" ataupun "kepura2an" dari seseorang. Makanya walaupun sering dipaksa, toh akhirnya gak bisa juga deket sama orang2 jenis ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tidak boleh menjudge orang dari permukaan, hanya saja seperti yang saya tulis sebelumnya, seringkali ini muncul dengan sendirinya. Dan seringkali insting ini sangat berguna sebagai bekal menjadi guru atau HRD dulu. Setiap orang itu memang berbeda, dan tidak semua yang ditampakkan itu adalah lukisan dari hati seseorang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini juga yang mendasari tujuan traveling saya. Bagi saya traveling bukan hanya berarti pergi ke tempat yang belum pernah saya kunjungi, namun juga pergi bersama karakter orang yang berbeda. Pikiran dan perasaan manusia itu bagai laut..semakin kita mendalami, semakin banyak yang bisa kita lihat dalam hidup ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungannya tulisan ini sama judulnya..hmm, sebenarnya miss susanti adalah julukan yang diberikan beberapa orang pada saya di awal2 masa kedatangan dulu. Susanti adalah nama terakhir saya..yaa kalau di sini bisa dikatakan sebagai nama keluarga. Biasanya nama ini akan saya perkenalkan kepada orang2 asing yang susah menyebutkan nama saya. Lantas apa hubungannya susanti dengan annoying..seperti yang saya katakan networking adalah salah satu tujuan saya datang ke sini. Saya rasa, ada lebih banyak pelajaran yang saya dapat dalam hidup ketika saya berkenalan dengan orang baru, selain dengan membaca buku baru pula. Dan entah mengapa, terkadang berhubungan dekat dengan orang non-indonesia lebih menyenangkan #no-offense. Mungkin ini masalah karakter yang ditemui. Mereka lebih terbuka, kritis, dan yang pasti tidak suka menggunjing di belakang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lalu biarlah berlalu .. punya seribu atau dua ribu teman rasanya tidak akan pernah cukup mengganti satu musuh saja yang kamu miliki. seperti yang ditulis dianarikasari dlm blognya : &lt;a href="http://dianarikasari.blogspot.com/"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Do you guys have enemies? Having enemies in life is such a sad thing. Even though I don't hate anyone, I know that there are people out there who hate me. Therefore, I am an enemy to them, while they aren't to me. I often feel sad when I think about this, but then I realized that if I'm an enemy to someone, it doesn't always mean that I'm the bad one. It might be that that someone is the one having issues in dealing with life and reality. If you hate someone, doesn't that mean you have no room in your heart to forgive? Or no space in your mind to tolerate &amp; compromise? Therefore, those who be-enemy others are the ones not owning big hearts, and that's even sadder&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Hadapi saja semua dengan keikhlasan dan senyuman :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hak cipta milik Alloh swt semata. Jemari ini hanya menuliskan sesuatu yang telah menjadi milik-Nya&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22872034-6375067885579168967?l=azzahrablogs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/feeds/6375067885579168967/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22872034&amp;postID=6375067885579168967' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/6375067885579168967'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/6375067885579168967'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/2011/12/miss-susantimiss-annoying.html' title='Miss Susanti..Miss Annoying'/><author><name>Rany Agustina Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06151837328781852218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-XvLDZTgnOL8/TseNFyCboQI/AAAAAAAAAPU/1_uEYSPMXKU/s220/ucul.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22872034.post-5608758858490662943</id><published>2011-12-06T14:29:00.000-08:00</published><updated>2011-12-06T14:29:25.409-08:00</updated><title type='text'>Unblocked</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;twitter - removed - blocked&lt;br /&gt;facebook - removed - blocked&lt;br /&gt;ym - deleted - blocked&lt;br /&gt;gtalk - deleted - blocked&lt;br /&gt;e-mail - blocked&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;heart - removed...failed..blocked..failed :'(&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hak cipta milik Alloh swt semata. Jemari ini hanya menuliskan sesuatu yang telah menjadi milik-Nya&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22872034-5608758858490662943?l=azzahrablogs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/feeds/5608758858490662943/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22872034&amp;postID=5608758858490662943' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/5608758858490662943'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/5608758858490662943'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/2011/12/unblocked.html' title='Unblocked'/><author><name>Rany Agustina Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06151837328781852218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-XvLDZTgnOL8/TseNFyCboQI/AAAAAAAAAPU/1_uEYSPMXKU/s220/ucul.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22872034.post-8029842647146207332</id><published>2011-11-29T11:59:00.000-08:00</published><updated>2011-11-29T11:59:21.055-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatanku'/><title type='text'>Everybody's changing</title><content type='html'>"You're aching, you're breaking&lt;br /&gt;And I can see the pain in your eyes&lt;br /&gt;Says everybody's changing&lt;br /&gt;And I don't know why&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So little time&lt;br /&gt;Try to understand that I'm&lt;br /&gt;Trying to make a move just to stay in the game&lt;br /&gt;I try to stay awake and remember my name&lt;br /&gt;But everybody's changing&lt;br /&gt;And I don't feel the same &lt;br /&gt;(Keane-everybody's changing"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, rencananya mau mengerjakan laporan -yang masih belum selesai- yang akan dikumpul esok hari -.- .. belum sempat mengerjakan, tiba2 search engine ku memperlihatkan link sebuah portal islami (yang sangat jadul)..MyQu***. Entah mengapa layar netbookku pun terdampar pada hamparan web itu, dan menemukan tulisan2 seorang teman yang terakhir kujumpai 5 bulan yang lalu. Keterangan di tulisan2 itu menyatakan bahwa temanku itu aktif menulis di portal tersebut semenjak 2009-2010. Kucermati tulisan demi tulisan itu. Ada idealisme di sana, ada keimanan, ada penantian, ada harapan. Lalu kuingat-ingat lagi kondisi temanku itu 5 bulan yang lalu. Nampak jauh dari yang kulihat dari tulisan2nya. Apakah selama ini dia menutupi sifatnya sesungguhnya? Ataukah memang Jakarta telah mengubahnya menjadi orang yang berbeda. Begitu cepatkah orang bisa berubah Tuhanku? Orang yang awalnya kukagumi dan kuteladani, berubah menjadi orang yang paling kubenci. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahh, aku tau aku tidak boleh membencinya, aku hanya tidak suka dengan perilakunya. Begitulah orang bisa berubah. Dan mungkin saja kini aku juga berubah menjadi orang yang berbeda. Who knows? :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabbi, jagalah selalu kami. Aamiin..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Those who expect moments of change to be comfortable and free of conflict have not learned their history.  ~Joan Wallach Scott&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hak cipta milik Alloh swt semata. Jemari ini hanya menuliskan sesuatu yang telah menjadi milik-Nya&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22872034-8029842647146207332?l=azzahrablogs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/feeds/8029842647146207332/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22872034&amp;postID=8029842647146207332' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/8029842647146207332'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/8029842647146207332'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/2011/11/everybodys-changing.html' title='Everybody&apos;s changing'/><author><name>Rany Agustina Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06151837328781852218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-XvLDZTgnOL8/TseNFyCboQI/AAAAAAAAAPU/1_uEYSPMXKU/s220/ucul.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22872034.post-1307485416955125928</id><published>2011-11-21T16:58:00.000-08:00</published><updated>2011-11-21T16:58:28.989-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatanku'/><title type='text'>Kabut</title><content type='html'>Hari kemarin Gent dingin sekali, 0 derajat celsius di waktu pagi. Berjalan kaki setiap hari sejauh 3 km, di tengah cuaca yang dingin memang tidak mudah. Terlebih jika ada kabut. Ketika berjalan, bahkan tidak nampak tujuan yang dituju. Jarak pandang hanya tinggal beberapa meter saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah mengapa muncul perasaan was-was ketika tiba-tiba mata hanya dapat menangkap jalanan pendek di depan. Sama seperti ketika saya memaknai hidup saya sekarang, terkadang ada perasaan takut dan beban yang teramat berat ketika memikirkan tentang rencana jangka panjang, mimpi, harapan, dan tanggung jawab yang harus saya pikul. Ah, mungkin saya memikirkan terlalu berlebihan tentang ini memang. Tidak seharusnya seorang gadis beusia 23 tahun berpikir selebay ini :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Don’t look at the huge "mountain" that you need to climb, but just concentrate on the path you’ve got to follow..&lt;/blockquote&gt;(diambil dari email yang dikirim oleh sebuah situs ramalan yang mampir ke email saya di hari itu :D)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hak cipta milik Alloh swt semata. Jemari ini hanya menuliskan sesuatu yang telah menjadi milik-Nya&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22872034-1307485416955125928?l=azzahrablogs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/feeds/1307485416955125928/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22872034&amp;postID=1307485416955125928' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/1307485416955125928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/1307485416955125928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/2011/11/kabut.html' title='Kabut'/><author><name>Rany Agustina Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06151837328781852218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-XvLDZTgnOL8/TseNFyCboQI/AAAAAAAAAPU/1_uEYSPMXKU/s220/ucul.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22872034.post-4102531169316204637</id><published>2011-11-19T03:21:00.000-08:00</published><updated>2011-11-19T03:53:11.266-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatanku'/><title type='text'>Tentang Mimpi dan Kasih</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-1zHy0ibvnzA/TseRGqkpYXI/AAAAAAAAAQE/9Os51xKP16M/s1600/images.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="141" width="184" src="http://1.bp.blogspot.com/-1zHy0ibvnzA/TseRGqkpYXI/AAAAAAAAAQE/9Os51xKP16M/s320/images.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Apakah yang membuat seseorang bangun di pagi harinya kemudian beraktivitas setiap harinya? Sejauh ini jawaban yang kutemukan hanya dua : mimpi dan cinta. Mimpi adalah harapan, asa yang membuat jiwanya senantiasa besar. Mimpi adalah sketsa jalan yang akan ia tempuh di suatu hari. Tentang kapan mimpi itu akan terwujud..itu hanyalah rahasia Tuhan. Benar kata orang, bahwa ketika kau sudah memiliki mimpi..maka separuh hidupmu sudah kau bangun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban yang kedua adalah tentang cinta. Cinta universal. Cinta kepada Tuhan-Yang Maha Memiliki Cinta, cinta kepada agama, cinta kepada sesama, cinta kepada keluarga. Cinta yang tak bersyarat, tanpa pamrih. Hanya ingin memberi kasih dan senyuman. Cinta yang saling memahami, walau terkadang bisa jadi saling menyakiti. Cinta yang saling menghargai dan menghormati.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka bangunlah kembali mimpi itu, cinta itu demi hidup dan senyuman yang sempat hilang :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wisdom is the reward you get for a lifetime of listening when you'd have preferred to talk"&lt;br /&gt;(Doug Larson)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hak cipta milik Alloh swt semata. Jemari ini hanya menuliskan sesuatu yang telah menjadi milik-Nya&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22872034-4102531169316204637?l=azzahrablogs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/feeds/4102531169316204637/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22872034&amp;postID=4102531169316204637' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/4102531169316204637'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/4102531169316204637'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/2011/11/tentang-mimpi-dan-kasih.html' title='Tentang Mimpi dan Kasih'/><author><name>Rany Agustina Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06151837328781852218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-XvLDZTgnOL8/TseNFyCboQI/AAAAAAAAAPU/1_uEYSPMXKU/s220/ucul.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-1zHy0ibvnzA/TseRGqkpYXI/AAAAAAAAAQE/9Os51xKP16M/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22872034.post-457643271068500611</id><published>2011-11-10T11:51:00.000-08:00</published><updated>2011-11-10T11:51:34.599-08:00</updated><title type='text'>untitled</title><content type='html'>Dear diary..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin hanya beberapa orang yang tau tentang kisah kelabu saya belakangan ini. Kisah yang tidak pantas untuk dikenang, bahkan diingat. Bagi sebagian orang mungkin ini adalah hal yang biasa. Namun tidak bagi saya, seorang perempuan, muslimah yang selalu berusaha menutup aurat dan kemuliaan saya dengan benar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang saya rasakan, semakin saya berusaha melupakan peristiwa itu..semakin teringat dan gelisahlah saya. Berbagai perasaan bercampur baur ketika peristiwa itu terlintas dalam benak. Harus ke siapakah saya mengadu..siapakah yang bisa mengerti kondisi yang saya alami selama bertahun-tahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan malam ini, ketika kegelisahan itu begitu kuat..saya ambil mushaf Qur'an..dan membuka di sembarang halaman. Saya biasa melakukan itu ketika membutuhkan jawaban dari Allah langsung. Halaman yang terbuka adalah halaman yang menceritakan tentang kisah Yusuf dan Zulaikha..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yusuf berkata : 'Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan dariku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk memenuhi keinginan mereka, dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh'. Maka Tuhannya memperkenankan doa Yusuf, dan Dia menghindarkan Yusuf dari tipu daya mereka. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah..Allah masih melindungi saya. Masih banyak nikmat dalam hidup ini yang bisa disyukuri..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin jatuh cintalah saya pada-Mu Rabbi :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hak cipta milik Alloh swt semata. Jemari ini hanya menuliskan sesuatu yang telah menjadi milik-Nya&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22872034-457643271068500611?l=azzahrablogs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/feeds/457643271068500611/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22872034&amp;postID=457643271068500611' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/457643271068500611'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/457643271068500611'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/2011/11/untitled.html' title='untitled'/><author><name>Rany Agustina Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06151837328781852218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-XvLDZTgnOL8/TseNFyCboQI/AAAAAAAAAPU/1_uEYSPMXKU/s220/ucul.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22872034.post-2122353507181472720</id><published>2011-11-07T23:45:00.000-08:00</published><updated>2011-11-07T23:45:28.399-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Aku berdoa untuk seorang pria, yang akan menjadi bagian dari hidup sahabatku&lt;br /&gt;Seorang pria yang sungguh mencintai-Mu lebih dari segala sesuatu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Seorang pria yang akan meletakkan sahabatku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau&lt;br /&gt;seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untuk-Mu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Seorang pria yang mempunyai hati sungguh mencintai dan haus akan Engkau&lt;br /&gt;dan memiliki keinginan untuk mentauladani sifat-sifat Agung-Mu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Seorang pria yang mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup, sehingga hidupnya tidaklah sia-sia&lt;br /&gt;seorang pria yang mempunyai hati yang bijak bukan hanya sekedar otak yang cerdas.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Seorang pria yang tidak hanya mencintai sahabatku tetapi juga menghormatinya&lt;br /&gt;seorang pria yang tidak hanya memujanya tetapi dapat juga menasehatinya ketika berbuat salah&lt;br /&gt;seorang pria yang mencintainya bukan karena kecantikannya tetapi karena hatinya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Seorang pria yang dapat menjadi sahabat terbaiknya dalam tiap waktu dan situasi&lt;br /&gt;seorang pria yang dapat membuatnya merasa sebagai seorang wanita ketika di sebelahnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Seorang pria yang membutuhkan dukungannya sebagai peneguhnya&lt;br /&gt;seorang pria yang membutuhkan do'anya untuk kehidupannya&lt;br /&gt;seorang pria yang membutuhkan senyumannya untuk mengatasi kesedihannya&lt;br /&gt;seorang pria yang membutuhkan dirinya untuk membuat hidupnya menjadi sempurna.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dan aku juga meminta .&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Buatlah sahabatku menjadi seorang perempuan yang dapat membuat seorang pria itu bangga&lt;br /&gt;berikan dia sebuah hati yang sungguh mencintai-Mu, sehingga dia dapat mencintainya&lt;br /&gt;dengan cinta-Mu, bukan mencintainya dengan sekedar cinta&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Berikanlah sifat-Mu yang lembut sehingga kecantikannya datang dari-Mu bukan dari luar dirinya&lt;br /&gt;Berikan dia tangan-Mu sehingga dia selalu berdoa untuknya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Berikanlah dia penglihatan-Mu sehingga dia dapat melihat &lt;br /&gt;banyak hal baik dalam diri suaminya dan bukan hal buruk saja&lt;br /&gt;Berikanlah dia mulut-Mu yang penuh dengan kata-kata kebijaksanaan-Mu dan pemberi semangat,&lt;br /&gt;sehingga dia dapat mendukungnya setiap hari, dan dia dapat tersenyum padanya setiap pagi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dan bilamana akhirnya mereka akan bertemu, aku berharap mereka berdua dapat mengatakan&lt;br /&gt;"Betapa besarnya Engkau karena telah memberikan kepada kami &lt;br /&gt;seorang yang dapat membuat hidup kami menjadi sempurna".&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku mengetahui bahwa Engkau menginginkan mereka bertemu pada waktu yang tepat&lt;br /&gt;dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang Kau tentukan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Amien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(dari notes pak Fahmi Amhar)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hak cipta milik Alloh swt semata. Jemari ini hanya menuliskan sesuatu yang telah menjadi milik-Nya&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22872034-2122353507181472720?l=azzahrablogs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/feeds/2122353507181472720/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22872034&amp;postID=2122353507181472720' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/2122353507181472720'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/2122353507181472720'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/2011/11/aku-berdoa-untuk-seorang-pria-yang-akan.html' title=''/><author><name>Rany Agustina Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06151837328781852218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-XvLDZTgnOL8/TseNFyCboQI/AAAAAAAAAPU/1_uEYSPMXKU/s220/ucul.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22872034.post-403046905020943223</id><published>2011-10-11T14:43:00.000-07:00</published><updated>2011-12-06T12:16:07.897-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatanku'/><title type='text'>From G to G</title><content type='html'>Tidak banyak orang memang yang mengetahui tentang cerita masa kecil saya, perjuangan saya untuk bisa sekolah ke kota besar, perjuangan saya untuk menahan segala sakit, dan bersabar serta berharap untuk hari esok yang lebih baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa halaman kali ini saya beri judul from G to G…karena saya ingin memulai cerita yang mungkin dari kemarin belum sempat (baca : malas) saya tuliskan..tulisan ini adalah kisah perjalanan saya dalam menempuh pendidikan, dari Garut ke Gent. Mudah2n dalam menulis, si penulis dihindarkan dari sifat ujub sedikit pun. Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk apapun, apalagi mencari simpatisan massa (memangnya parpol :D :D)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun orang tua saya hanyalah PNS biasa, namun mereka sedari dulu senantiasa menanamkan bahwa pendidikan itu adalah hal yang penting. Pendidikan bukan hanya meningkatkan taraf hidup, namun juga kualitas berpikir seseorang. Terlebih ibu saya senantiasa mengajarkan bahwa menjadi seorang perempuan itu bukanlah excuse untuk tidak bersekolah tinggi dan mandiri. Walaupun pada suatu saat takdir seorang perempuan menjadi seorang istri dan ibu, yang wilayah kerjanya ada di dapur, sumur dan kasur..namun seorang perempuan juga harus dapat berkarya dan bermanfaat bagi masyarakat tempat tinggalnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenyam pendidikan tinggi bukan hanya sebuah prestise. Banyak hal yang dapat membuka mata dan pikiran kita, melalui buku2,penuturan dosen. Banyak hal yang bisa diamati di laboratorium kampus, bukan hanya peristiwa ilmiah..namun juga peristiwa sosial. Mengenal orang dari latar belakang yang berbeda, karakter yang berbeda, dan cara pandang yang berbeda. Seseorang jika telah melihat banyak perbedaan dalam hidupnya, akan semakin luas cara pandangnya, dan akan semakin besar jiwanya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilahirkan pada tanggal 29 Agustus 1988, 23 tahun yang lalu di sebuah rumah sakit di kota Bandung. Berdasarkan penuturan ibu saya, proses perjalanan hingga saya bisa lahir selamat sentausa adalah sebuah kisah yang tidak dapat dilupakan begitu saja (lebayyy :D ) Sebenarnya sebelum saya, ibu saya pernah mengandung kakak saya. Hanya saja sayang, sebelum sempat dilahirkan ia meninggal di dalam kandungan karena kehabisan napas..terlilit ari-ari. Saat itu tidak terpikir oleh ibu saya untuk melakukan operasi Caesar, karena keterbatasan dana. Akhirnya tampuk anak pertama dan cucu pertama dari keluarga ibu jatuh di tangan saya 17 bulan kemudian :D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses persalinan saya juga bukan berarti nihil perjuangan. Bayangkan, ketika ibu saya sudah mengalami tanda-tanda persalinan..motor bebek (merah warnanya) milik ayah saya tiba2 mogok di jalan.  Walhasil, ibu akhirnya pergi ke rs sendirian dengan menggunakan angkot (oh em ji!). Untung saya bisa dilahirkan dalam keadaan sehat, selamat sentausa..*Thanks God it's very something. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan masa kecil saya cukup dalam keadaan prihatin *menurut ibu saya. Saat saya masih kecil, ibu dalam keadaan tidak bekerja, dan penghasilan ayah saya yang pas-pas an mengharuskan kehidupan kami sekeluarga sangat ngat berhemat di segala aspek :p. Kondisi ini membaik ketika akhirnya ibu diangkat menjadi pns dan ditempatkan di puskesmas haurpanggung, Garut. Saya cukup takjub ketika ibu menceritakan bagaimana kondisi keluarga kecil kami dulu, mengingat latar belakang keluarga ibu yang cukup berada.  Salut akan keberanian dan kesabaran yang dimiliki ibu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena ibu sudah mulai sibuk bekerja  dan kondisi saya yang sering kesepian di rumah, akhirnya ketika saya berumur 3 tahun..ibu mulai memasukkan saya ke TK nol kecil, dan nol besar di taun depannya. Kemudian setelah lulus nol besar, ibu pun mulai kebingungan memasukkan saya ke tk mana lagi. Sepertinya juga aneh setelah nol besar ada nol besar paling besar kaaan..Akhirnya, saya dimasukkan sd pada usia 5 tahun kurang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedari kecil, saya terbiasa hidup berpindah-pindah dari suatu kota kecil ke kota kecil yang lain, karena tuntutan pekerjaan ibu. Dari sinilah, saya terbiasa melihat dan mengamati kultur, orang2 dan kebiasaan yang baru. Dari kecil saya memang terkenal paling suka jalan2, main ke tempat teman. Sekolah dasar saya dihabiskan di Cibatu (sebuah kecamatan di Garut) dan Yogyakarta. Tempat bermain kesukaan saya dulu adalah di sawah dan ladang. Di situ saya biasa bermain “boy2an’ (semacam permainan kasti) dan memasak nasi liwet bersama teman2. Pakaian favorit saya dulu adalah overall dan topi.  Dengan tinggi badan yang sangat pendek, perut buncit dan kulit hitam…wajar jika ibu saya dulu pernah khawatir putrinya ini akan sulit mendapatkan pacar di usia remajanya :p Walaupun teman saya cukup banyak, sedari kecil saya adalah orang yang pemalu, rendah diri, dan penakut, dalam banyak hal. Bullying secara fisik dan mental pun pernah saya alami di masa ini. Wajar kan jika akhirnya saya tumbuh menjadi gadis yang cukup sensitif dan perasa *ngeless :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya, di waktu sd, bukanlah orang yang sangat mempedulikan akademik di sekolah. Bagi saya saat itu, bisa bebas bermain dengan teman2, membaca majalah yang saya sukai (bobo n donal bebek), dan makan baso cuanki yang pedas,  adalah suatu kebahagiaan tersendiri. Jiwa masa kecil saya adalah jiwa yang bebas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas sekolah dasar, seorang guru merekomendasikan saya untuk melanjutkan smp di bandung. Katanya, saya memiliki sedikit bakat lebih (sediikitttt) dibandingkan dengan teman2 saya, dan dia khawatir jika saya tetap di kota itu maka bakat yang saya miliki tidak akan terasah dan berkembang. Saat itu saya tidak berpikir tentang apapun. Saya hanya menurut saja apa yang dikatakan ibu dan bapak. Asalkan bisa sering bertemu dengan ibu dan adik yang harus hidup terpisah, buat saya itu cukup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pertama kali saya melangkahkan kaki di kota Bandung, tidak terbayang oleh saya akan hidup di kota besar. Kata orang ibukota propinsi jawa barat. Tidak terbayang pula awalnya harus hidup in-de-kost di kamar seluas 2x3 m saja. Saya memang tidak tinggal sendiri di kota ini, bersama dengan ayah. Namun karena resiko pekerjaan ayah sebagai surveyor geologi, yang mengharuskan sering pergi ke luar kota (bahkan luar pulau)..maka di masa-masa itu tinggallah saya sendiri di rumah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun sering dibully2 karena dianggap sangat polos, namun saya tetap merasa beruntung di masa smp ini karena memiliki teman2 yang mengerti dengan kondisi saya. Saat itu tidak terhitung banyaknya saya menangis, diejek sedikit saja saya pasti langsung mewek :D  Mungkin bullying2 itulah yang menempa semangat saya untuk bekerja keras, hingga akhirnya bisa lulus dengan NEM terbaik dari SMP. Ada suatu kebanggaan saat itu, karena NEM terbaik dari salah satu SMP terbaik di Bandung berasal dari seorang siswa SD pinggiran yang kuper, minder, dan cengeng :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di akhir masa SMP, saya mulai berpikir mengenai hidup, tujuan hidup. Kisah hidup yang dialami teman saya menyiratkan suatu makna mendalam untuk saya saat itu. Bahwa kita tidak dapat menyimpulkan kebaikan seseorang hanya dari penampilan luar saja, bahwa ada Yang Maha Hidup yang mengatur semua kehidupan, dan yang dapat membolak balikkan hati. Saat itu, mulai ada keinginan dalam diri saya untuk menutup aurat dan mendekat kepada Yang Maha Mengatur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(to be continue)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hak cipta milik Alloh swt semata. Jemari ini hanya menuliskan sesuatu yang telah menjadi milik-Nya&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22872034-403046905020943223?l=azzahrablogs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/feeds/403046905020943223/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22872034&amp;postID=403046905020943223' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/403046905020943223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/403046905020943223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/2011/10/from-g-to-g-part1.html' title='From G to G'/><author><name>Rany Agustina Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06151837328781852218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-XvLDZTgnOL8/TseNFyCboQI/AAAAAAAAAPU/1_uEYSPMXKU/s220/ucul.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22872034.post-6258803456346199760</id><published>2011-09-07T02:43:00.000-07:00</published><updated>2011-09-07T02:43:48.168-07:00</updated><title type='text'>Best Eid Wish</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;Kepareng matur. Bilih saking kedalipun lathi kawulo datan kinira ndadosaken cuwo. Awit sedaya solah bawa kawulo ingkang tebih saking subasita datan dinuga sampun ndadosakeun duka. Tumapaking 1 syawal 1432 H puniko kawulo sakeluarga nyuwun gunging pangapunten lahir tumusing batos. Mugi2 Allah swt tansah paring berkah, rahmat soho hidayah dumateng panjenengan dalah sedaya keluarga. taqobalallahu minna wa minkum &lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hak cipta milik Alloh swt semata. Jemari ini hanya menuliskan sesuatu yang telah menjadi milik-Nya&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22872034-6258803456346199760?l=azzahrablogs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/feeds/6258803456346199760/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22872034&amp;postID=6258803456346199760' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/6258803456346199760'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/6258803456346199760'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/2011/09/best-eid-wish.html' title='Best Eid Wish'/><author><name>Rany Agustina Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06151837328781852218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-XvLDZTgnOL8/TseNFyCboQI/AAAAAAAAAPU/1_uEYSPMXKU/s220/ucul.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22872034.post-3894811046522320958</id><published>2011-09-07T02:09:00.000-07:00</published><updated>2011-09-07T02:09:43.155-07:00</updated><title type='text'>Best Birthday Wishes</title><content type='html'>Dear diary..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It was 01.05 am on 29th of August 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Jangan pernah lelah menjadi pohon yang selalu memberikan keteduhan, yang kuat tekadnya sekuat akar yang menembus tanah, yang dahan dan rantingnya merangkul pada maslahat, yang bunganya menentramkan hati, yang buahnya berguna untuk sekitarnya, yang ujung pucuknya semakin tumbuh berkembang menjulang menuju asa. Waktu akan selalu mengantarkanmu ke atas, ke arah dimana angin semakin kencang berhembus. Biarkan saja angin kencang menerpamu, agar benih kebaikan dirimu menyebar luas, agar akar tekadmu semakin kokoh mencengkram tanah, agar dedaunan keimananmu semakin teguh berpegang. Hingga satu masa kau berdiri tegak dengan pasti menjadi manusia, muslim yang seutuhnya. Selamat menjalani tantangan di tahun kehidupan selanjutnya tetehku sayang, semoga semakin mendekati muslim yang seutuhnya, barakallah ^^ (Rizqa) &lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hak cipta milik Alloh swt semata. Jemari ini hanya menuliskan sesuatu yang telah menjadi milik-Nya&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22872034-3894811046522320958?l=azzahrablogs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/feeds/3894811046522320958/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22872034&amp;postID=3894811046522320958' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/3894811046522320958'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/3894811046522320958'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/2011/09/best-birthday-wishes.html' title='Best Birthday Wishes'/><author><name>Rany Agustina Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06151837328781852218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-XvLDZTgnOL8/TseNFyCboQI/AAAAAAAAAPU/1_uEYSPMXKU/s220/ucul.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22872034.post-5893415326701035665</id><published>2011-08-25T22:12:00.001-07:00</published><updated>2011-08-25T22:12:39.518-07:00</updated><title type='text'>Success</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Success is the best revenge :) &lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hak cipta milik Alloh swt semata. Jemari ini hanya menuliskan sesuatu yang telah menjadi milik-Nya&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22872034-5893415326701035665?l=azzahrablogs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/feeds/5893415326701035665/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22872034&amp;postID=5893415326701035665' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/5893415326701035665'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/5893415326701035665'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/2011/08/success.html' title='Success'/><author><name>Rany Agustina Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06151837328781852218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-XvLDZTgnOL8/TseNFyCboQI/AAAAAAAAAPU/1_uEYSPMXKU/s220/ucul.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22872034.post-4662924597689884557</id><published>2011-08-24T23:37:00.000-07:00</published><updated>2011-08-24T23:37:15.229-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatanku'/><title type='text'></title><content type='html'>Dear diary..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;taken from : dianarikasari.blogspot.com &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Diana's tips on how to stay happy:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    1. Do things, wear things and eat things that we like. Never let peer pressure get to us.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    2. Let loose and laugh. Why so serious?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    3. Have a purpose in life. What do we want to be? Staying focus on reaching a goal keeps us on track and SANE.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    4. When angry, express our anger in an elegant and intellectual manner.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    5. Share our emotions and feelings with people we are comfortable with. Never keep things only to ourselves.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    6. Play with little kids. Nothing beats an innocent face of a kid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Xi8pKNISyNA/TlXtDQGSOqI/AAAAAAAAAOc/uAvf7mCkd7Y/s1600/223769_2044589508557_1058964024_31879295_7798129_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="214" width="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-Xi8pKNISyNA/TlXtDQGSOqI/AAAAAAAAAOc/uAvf7mCkd7Y/s320/223769_2044589508557_1058964024_31879295_7798129_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    7. Let go of things and move on. Stop rewinding issues and problems and talk about it over and over again.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    8. Have a hobby.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    9. Consider our boss as our partner or mentor. Never hate our boss or else we'll never find joy and peace in working.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    10. Attend classes, seminars, workshops. Never stop learning and studying.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    11. Be fair &amp; objective when assessing something. Admit &amp; apologize if we're wrong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    12. Say "thank you" for any form of help we receive from other people.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    13. Try our best in the things we do, but leave the results to God.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    14. Do something because we believe in it, not because we want to prove something to someone.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    15. Pray regularly and ask for forgiveness.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    16. Have enough sleep.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    17. Dress up nicely so you feel good and confident.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    18. Sing!&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hak cipta milik Alloh swt semata. Jemari ini hanya menuliskan sesuatu yang telah menjadi milik-Nya&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22872034-4662924597689884557?l=azzahrablogs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/feeds/4662924597689884557/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22872034&amp;postID=4662924597689884557' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/4662924597689884557'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/4662924597689884557'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/2011/08/dear-diary.html' title=''/><author><name>Rany Agustina Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06151837328781852218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-XvLDZTgnOL8/TseNFyCboQI/AAAAAAAAAPU/1_uEYSPMXKU/s220/ucul.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-Xi8pKNISyNA/TlXtDQGSOqI/AAAAAAAAAOc/uAvf7mCkd7Y/s72-c/223769_2044589508557_1058964024_31879295_7798129_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22872034.post-2651797664412216851</id><published>2011-08-23T21:13:00.000-07:00</published><updated>2011-08-23T21:13:02.288-07:00</updated><title type='text'>Could I?</title><content type='html'>Dear diary..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-Tr5MdhwsdxQ/TlR5oUccKbI/AAAAAAAAAOU/3jV-zjSaIW4/s1600/novel.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="400" width="308" src="http://4.bp.blogspot.com/-Tr5MdhwsdxQ/TlR5oUccKbI/AAAAAAAAAOU/3jV-zjSaIW4/s400/novel.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;The pages are still blank, but there is a miraculous feeling of the words being there, written in invisible ink and clamoring to become visible.  ~Vladimir Nabakov&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hak cipta milik Alloh swt semata. Jemari ini hanya menuliskan sesuatu yang telah menjadi milik-Nya&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22872034-2651797664412216851?l=azzahrablogs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/feeds/2651797664412216851/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22872034&amp;postID=2651797664412216851' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/2651797664412216851'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/2651797664412216851'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/2011/08/could-i.html' title='Could I?'/><author><name>Rany Agustina Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06151837328781852218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-XvLDZTgnOL8/TseNFyCboQI/AAAAAAAAAPU/1_uEYSPMXKU/s220/ucul.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-Tr5MdhwsdxQ/TlR5oUccKbI/AAAAAAAAAOU/3jV-zjSaIW4/s72-c/novel.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22872034.post-2443119901437494070</id><published>2011-08-23T05:20:00.000-07:00</published><updated>2011-08-23T05:20:32.350-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatanku'/><title type='text'>Pencarianku</title><content type='html'>Dear diary..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru beberapa menit setelah liqa, sengaja langsung menulis. Khawatir ilmu dan energi yang sudah didapatkan lenyap begitu saja, dilindas hiruk pikuknya dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Semangat pisan..” &lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;mungkin itu komentar orang yang melihat aku kini sekilas. Maybe yes, maybe no..i just feel I was reborn, like it was several years ago..august 2003, the first time I turned into ‘harakah’ world. Tidak terasa sudah 8 tahun berada dalam pembinaan Islam, mulai dari pake baju abu2 sampai kini s2. Kalau dihitung2 dari awal sih dari 2002 akhir, harusnya. Jadi kalau sama masa awal dimasukkan, berarti sudah 9 tahun. Alhamdulillah, itu kata yang tak henti aku ucapkan hingga kini. Allah masih mengizinkanku berada dalam lingkungan pembinaan, walaupun dalam perjalanannya penuh dinamika. Penuh aral, tantangan, dan cobaan (halahhhh lebayyy ). Tapi it’s true..really. Beragam halaqah, liqa, jalasah ruhiyah, uswah..apapun itu namanya..pernah aku cicipi. Bukan maksud sombong..asli! (lalu..??!). Pemahamanku pun kurasa sampai sekarang masih cetek, amal shalih y kulakukan belum sempurna, hafalan qur’anku juga masih jalan di tempat. Beragam liqa tahfidz, dll yang kujalani hanya menghasilkan satu hal…muraja’ah juz qur’an yang pernah kuhafal, sedangkan surat2 yang baru kuhafal entah mengapa sulit nemplok di otak ini. Terlalu malas kah aku? Mungkin..Beberapa murabbi bahkan angkat tangan dengan tingkahku yang bandel, sering mangkir dari liqa dengan beragam alas an. Heuheu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlalu malaskah aku? Mungkin…Tapi seiring dengan perjalanan yang kulakukan, aku mulai menyadari apa yang sebenarnya aku cari di akhir. Aku mencari sebuah ketentraman dan kesejukan hati, dengan berpegang pada aqidah yang kuat tanpa menutup pemikiranku akan pemikiran asing yang baru. Aku merasa beruntung di awal pembinaanku aku dibina oleh pembinaan umum, yang pertama kali mengenalkanku akan ukhuwah dan indahnya Islam. Berlanjut dari situ aku dibina oleh harakah lain, dan ini cukup lama. Tujuh tahun bukanlah waktu yang singkat untuk dibina. Dalam tujuh tahun itu, aku pun masih mencari2 ‘tempat’ lain, aku sering melakukan komparasi pemikiran antara satu harakah dan harakah lainnya. Hanya, aku merasa ada hal yang hilang saat itu..bahwa aku mencari kebenaran, bukan pembenaran dari apa yang aku bawa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nevertheless, Aku tetap merasa beruntung pernah merasakan pembinaan dan terjun dalam arena dakwah harakah ini. Yang kurasakan dampaknya hingga kini adalah cara berpikir kritis, dan ghirah dakwah Islam. Banyak hal yang menjadi faktor penyebab mengapa akhirnya aku memutuskan untuk keluar dari harakah ini. Fikrah dan thariqah…aku harap ini bukan hanya karena nafsu dan banyaknya masalah yang merintangi hidupku. Aku merasa keberadaanku di dalam harakah justru hanya akan membuat kerusakan bagi kedua belah pihak. Terlalu banyak penjara yang merintangi cara berpikirku, dan terlalu banyak masalah dalam sistem harakahnya yang tidak bisa aku lupakan begitu saja jika aku berada di dalam, karena posisiku adalah anggota..salah satu motor penggeraknya. Bukan masalahnya ingin mangkir dari hukum Allah..tapi memang tidak ada lagi rasa nikmat dan tenang ketika tetap berada di harakah itu saat itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian setelah itu aku memutuskan untuk pergi ke harakah lain, namun yang kutemukan ternyata tidak sesuai dengan yang kuharapkan. Mungkin masalahnya saat itu, bukan berada di harakahnya tetapi kelompok liqa yang kudiami. Terus berada di dalam liqa itu menurutku akan berujung pada nasib yang sama pula seperti sebelumnya..&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;“Apakah memang aku adalah mutarabbi yang bandel, keras kepala dan sulit diatur?????”&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Itu adalah yang terlintas dalam benakku saat itu. Tapi truly, yang kucari hanyalah kebenaran dan rasa nyaman. Tapi itu tak jua kutemukan, akhirnya selama berbulan2 aku tidak berada dalam pembinaan. Berada dalam wilayah netral secara pemikiran. Namun aku sadar, bekal ruhiyah yang kutabung di awal tidak juga banyak. Tidak dibina membuat jiwa, yang selama bertahun-tahun terbiasa terbina, terseok-seok. Jiwaku hampa. Masalah hidup yang seharusnya kecil menjadi besar ketika Allah jauh dengan kita…itu yang kurasakan. Penyakit psikologis yang kumiliki semakin menjadi-jadi…jari tanganku sering berdarah karena kulukai, rambutku rontok karena kucabuti..semua tanpa kusadari. Semua hal buruk yang pernah kualami berputar dalam memori otakku seperti film, berkelebat satu demi satu ketika malam tiba atau ketika aku sendirian. That’s why sampai sekarang aku makin bertambah takut dengan kegelapan dan sendirian. Aku butuh berada di tempat yang ramai dan terang. &lt;br /&gt;Aku butuh tempat yang menguatkan aku di dunia, tanpa melupakan akhiratku. Aku butuh tempat dimana aku tetap bisa menyebarkan dakwah..berbakti kepada masyarakat, agama, dan bangsaku, tanpa melupakan bagian yang wajib diterima ayah ibuku..yaitu pengabdianku pada mereka. Aku butuh tempat dimana aku tetap bisa membaca semua buku filsafat, pemikiran asing..tanpa benteng penghakiman di awal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Ada tutup lensa yang harus kubuka” &lt;/blockquote&gt;itu yang kupikirkan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia itu luas, dunia itu besar, dan pemikiran manusia jauh lebih besar daripada itu. Tapi aku pun takut jika dunia akan mengalihkanku pada Tuhanku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena itu, here me now..berada pada harakah yang dulu pernah kumasuki tapi tak lama. Mengulang semuanya dari awal lagi, karena aku memintanya begitu. Diawali dengan tilawah, kultum, muraja’ah dan pembahasan materi. Sesekali diselingi dengan kisah sirah Rasul dan shahabat, juga curhat tentang masalah keluarga, kuliah, jodoh, rizki, mimpi, dakwah, masyarakat..Ketenangan yang lama tidak kurasakan mulai menyentuhku kembali. Semoga Allah senantiasa menganugerahkan kesabaran dan keberkahan pada murabbiku yang satu itu  ..Semoga Allah ridha dengan apa yang kulakukan. Semoga jiwa ini selalu merasa kecil di hadapan Rabb ku, tetapi besar di hadapan manusia dengan tetap berendah hati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimulai kembali dengan syahadatain…bismillah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hak cipta milik Alloh swt semata. Jemari ini hanya menuliskan sesuatu yang telah menjadi milik-Nya&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22872034-2443119901437494070?l=azzahrablogs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/feeds/2443119901437494070/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22872034&amp;postID=2443119901437494070' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/2443119901437494070'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/2443119901437494070'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/2011/08/pencarianku.html' title='Pencarianku'/><author><name>Rany Agustina Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06151837328781852218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-XvLDZTgnOL8/TseNFyCboQI/AAAAAAAAAPU/1_uEYSPMXKU/s220/ucul.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22872034.post-1489700236081893952</id><published>2011-08-21T05:02:00.000-07:00</published><updated>2011-08-21T05:02:33.821-07:00</updated><title type='text'>Ikhlas</title><content type='html'>Dear diary..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Setiap orang punya jalan dan takdirnya masing2. Saya hanya ikhlas menjalaninya&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;(Shofia, Dari Sujud ke Sujud)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hak cipta milik Alloh swt semata. Jemari ini hanya menuliskan sesuatu yang telah menjadi milik-Nya&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22872034-1489700236081893952?l=azzahrablogs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/feeds/1489700236081893952/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22872034&amp;postID=1489700236081893952' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/1489700236081893952'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/1489700236081893952'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/2011/08/ikhlas.html' title='Ikhlas'/><author><name>Rany Agustina Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06151837328781852218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-XvLDZTgnOL8/TseNFyCboQI/AAAAAAAAAPU/1_uEYSPMXKU/s220/ucul.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22872034.post-1509984597020870340</id><published>2011-08-19T19:08:00.000-07:00</published><updated>2011-08-19T19:08:39.529-07:00</updated><title type='text'>Pilih pilih ????</title><content type='html'>Dear diary..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Bukan maksudnya pilih-pilih. Masalahnya pasangan hidup itu satu-satunya anggota keluarga yang bisa dipilih..jadi harus dipilih sebaik-baiknya. Lagipula pasangan hidup itu bukan hanya akan menemani kita selama 1 bulan..tapi menua bersama hingga maut datang. Bahkan hingga di akhirat, di surga. Biarlah Allah yang memilihkan. Jadi, bersabarlah Bu, Pak &lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hak cipta milik Alloh swt semata. Jemari ini hanya menuliskan sesuatu yang telah menjadi milik-Nya&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22872034-1509984597020870340?l=azzahrablogs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/feeds/1509984597020870340/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22872034&amp;postID=1509984597020870340' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/1509984597020870340'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/1509984597020870340'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/2011/08/pilih-pilih.html' title='Pilih pilih ????'/><author><name>Rany Agustina Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06151837328781852218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-XvLDZTgnOL8/TseNFyCboQI/AAAAAAAAAPU/1_uEYSPMXKU/s220/ucul.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22872034.post-5947178748129804775</id><published>2011-08-18T17:36:00.000-07:00</published><updated>2011-08-18T17:41:58.466-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatanku'/><title type='text'>Inspirasi pagi</title><content type='html'>Dear diary..&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-4NOB28vkbL0/Tk2xS3zNapI/AAAAAAAAAN4/QjwiTvMiKoc/s1600/sunflower.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="132" width="200" src="http://4.bp.blogspot.com/-4NOB28vkbL0/Tk2xS3zNapI/AAAAAAAAAN4/QjwiTvMiKoc/s200/sunflower.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gak kerasa udah 5 tahun blog ini ada..BRAVO BRAVO BRAVO!!! Kalo blog ini jadi anak2, pasti sekarang udah bisa lari2..ato mungkin udah masuk sekolah. Tapi sayang, intensitas artikel di blog ini makin lama makin sedikit..why oh why!! Mungkin karena kadar romantisme n melankolis saya sekarang gak setinggi dulu ya..but i'm still b a romantic and sweet girl inside (:p)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau nulis apa ya?? geje..mungkin karena masih semangat pagi habis subuh gak tidur lagi (nah looo..biasanyaaa ??!! :D) Memang benar kata Rasul, banyak hikmah dimakruhkannya tidur setelah subuh. Banyak lahan rizki yang bisa diraih, banyak karya yang bisa dicipta, banyak amal yang bisa ditabung untuk hari esok nanti..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Orang yang pandai itu adalah orang yang senantiasa mengintrospeksi diri, dan beramal untuk persiapan setelah mati. Sedang orang yang bodoh adalah orang yang selalu menuruti hawa nafsunya, lalu ia berkhayal mengenai Allah (HR Tirmidzi) &lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Inspirasi pagi ini adalah hadist riwayat tirmidzi tsb. Hadist ini saya dapatkan ketika saya membaca sebuah buku. Buku yang kecil, tapi sarat makna. Pasti penasaraaann kan judulnya apa? B) (Ge er mode on :D) Tenang, tenang..saya kan orang yang baik yang tidak akan menyiksa orang dengan rasa penasaran yang menggebu2 (maksud looo!!). Judulnya 'Menyambut Kematian Nan Indah'...widihh serem kali ya. Hanya saja saya coba mengambil intisari nya dan mengungkapkannya kembali dengan perspektif yang saya miliki..perspektif apakah itu..??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PERSPEKTIF OPTIMISME&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali, ketika kita mendengar sebuah ceramah mengenai kematian lantas yang tersirat di benak kita adalah benci akan dunia. Kalau kata adik saya, aura abu2 (:D). Fenomena yang banyak terjadi pada umat muslim pun adalah adanya fatalisme muslim dalam kehidupannya. Orang yang shalih seringkali dianggap tidak produktif dalam aktivitasnya di dunia (aktivitas kebaikan tentunya :D). Wajar, jika akhirnya orang2 terkadang menjadi antipati akan ceramah2 seperti ini. Kalaupun dibutuhkan dan disukai, biasanya konsumennya adalah orang yang sedang dirundung masalah dan sedang membutuhkan pelipur lara (halahh!!). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, apakah agama hanya menjadi pengobat luka dunia saja? Jika memang begitu maka menjadi hal yang wajar jika akhirnya orang2 sosialis berpendapat bahwa agama itu hanya menjadi candu. Menjadi pengalih dan pelarian dari orang2 yang gagal dalam kehidupannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyambut kematian yang indah artinya kita harus bersegera dalam menyiapkan amal2 terbaik kita untuk akhirat kelak. Dengan memberikan amal terbaik dalam hidup, menciptakan karya2 yang dapat menginsiprasi, dan menyebarkan manfaat bagi orang2 sekitar kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa &lt;/blockquote&gt;(TQS Ali Imran 133)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat!!! :)&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hak cipta milik Alloh swt semata. Jemari ini hanya menuliskan sesuatu yang telah menjadi milik-Nya&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22872034-5947178748129804775?l=azzahrablogs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/feeds/5947178748129804775/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22872034&amp;postID=5947178748129804775' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/5947178748129804775'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/5947178748129804775'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/2011/08/inspirasi-pagi.html' title='Inspirasi pagi'/><author><name>Rany Agustina Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06151837328781852218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-XvLDZTgnOL8/TseNFyCboQI/AAAAAAAAAPU/1_uEYSPMXKU/s220/ucul.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-4NOB28vkbL0/Tk2xS3zNapI/AAAAAAAAAN4/QjwiTvMiKoc/s72-c/sunflower.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22872034.post-187427706479917174</id><published>2011-07-16T06:39:00.000-07:00</published><updated>2011-07-16T06:39:44.431-07:00</updated><title type='text'>"Many The Miles"</title><content type='html'>"Many The Miles"&lt;br /&gt;Sara bareilles&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There's too many things that I haven't done yet&lt;br /&gt;Too many sunsets&lt;br /&gt;I haven't seen&lt;br /&gt;You can't waste the day wishing it'd slow down&lt;br /&gt;You would've thought by now&lt;br /&gt;I'd have learned something&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I made up my mind when I was a young girl&lt;br /&gt;I've been given this one world&lt;br /&gt;I won't worry it away&lt;br /&gt;But now and again I lose sight of the good life&lt;br /&gt;I get stuck in a low light&lt;br /&gt;But then Love comes in&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;How far do I have to go to get to you&lt;br /&gt;Many the miles&lt;br /&gt;Many the miles&lt;br /&gt;How far do I have to go to get to you&lt;br /&gt;Many the miles&lt;br /&gt;But send me the miles and I'll be happy to follow you Love&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I do what I can wherever I end up&lt;br /&gt;To keep giving my good love&lt;br /&gt;And spreading it around&lt;br /&gt;Cause I've had my fair share of take care and goodbyes&lt;br /&gt;I've learned how to cry&lt;br /&gt;And I'm better for that&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sing how far do I have to go to get to you&lt;br /&gt;Many the miles&lt;br /&gt;Many the miles&lt;br /&gt;How far do I have to go to get to you&lt;br /&gt;Many the miles&lt;br /&gt;Send me the miles and I'll be happy to&lt;br /&gt;Follow you Love&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Red letter day and I'm in a blue mood&lt;br /&gt;Wishing that blue would just carry me away&lt;br /&gt;I've been talking to God don't know&lt;br /&gt;If it's helping or not&lt;br /&gt;But surely something has got to got to got to give&lt;br /&gt;Cause I can't keep waiting to live&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hak cipta milik Alloh swt semata. Jemari ini hanya menuliskan sesuatu yang telah menjadi milik-Nya&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22872034-187427706479917174?l=azzahrablogs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/feeds/187427706479917174/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22872034&amp;postID=187427706479917174' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/187427706479917174'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/187427706479917174'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/2011/07/many-miles.html' title='&quot;Many The Miles&quot;'/><author><name>Rany Agustina Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06151837328781852218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-XvLDZTgnOL8/TseNFyCboQI/AAAAAAAAAPU/1_uEYSPMXKU/s220/ucul.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22872034.post-7636709044701016039</id><published>2011-07-06T10:01:00.000-07:00</published><updated>2011-07-06T10:01:42.709-07:00</updated><title type='text'>Semangat!!</title><content type='html'>Dear diary..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Jika :&lt;br /&gt;gelas 3 x jatuh akhirnya pecah juga, seperti halnya polimer yang memiliki fracture point dan fatigue point&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Maka Aku : walaupun berkali-kali jatuh, tetapi akan tetap bangkit. Karena aku manusia, makhluk yang kata Allah lebih tinggi dibandingkan malaikat sekalipun :)&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hak cipta milik Alloh swt semata. Jemari ini hanya menuliskan sesuatu yang telah menjadi milik-Nya&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22872034-7636709044701016039?l=azzahrablogs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/feeds/7636709044701016039/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22872034&amp;postID=7636709044701016039' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/7636709044701016039'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/7636709044701016039'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/2011/07/semangat.html' title='Semangat!!'/><author><name>Rany Agustina Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06151837328781852218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-XvLDZTgnOL8/TseNFyCboQI/AAAAAAAAAPU/1_uEYSPMXKU/s220/ucul.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22872034.post-8869379829713825883</id><published>2011-06-18T01:23:00.000-07:00</published><updated>2011-06-18T01:23:43.883-07:00</updated><title type='text'>Maju Serdadu Kumbang!!</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-vmBfE0KsG7s/TfxgRoW-1II/AAAAAAAAANw/ZsOeauXzNO8/s1600/film25621.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="200" width="137" src="http://3.bp.blogspot.com/-vmBfE0KsG7s/TfxgRoW-1II/AAAAAAAAANw/ZsOeauXzNO8/s200/film25621.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;terbang tinggi ke awan&lt;br /&gt;mungkin ada yang bisa ku temukan&lt;br /&gt;menyeberangi ilalang&lt;br /&gt;walaupun jauh yang harus ku tempuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jalan masihlah panjang&lt;br /&gt;banyak keinginan yang dilupakan&lt;br /&gt;masih harus berjuang&lt;br /&gt;percayalah masih ada banyak harapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terbanglah terbang raihlah mimpi&lt;br /&gt;jangan berhenti terbanglah serdadu kumbang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maju serdadu kumbang&lt;br /&gt;jangan menyerah rintangan menghalang&lt;br /&gt;tenang jalani semua&lt;br /&gt;percayalah harapan itu masih ada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#Ipang-Serdadu Kumbang&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hak cipta milik Alloh swt semata. Jemari ini hanya menuliskan sesuatu yang telah menjadi milik-Nya&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22872034-8869379829713825883?l=azzahrablogs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/feeds/8869379829713825883/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22872034&amp;postID=8869379829713825883' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/8869379829713825883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/8869379829713825883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/2011/06/maju-serdadu-kumbang.html' title='Maju Serdadu Kumbang!!'/><author><name>Rany Agustina Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06151837328781852218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-XvLDZTgnOL8/TseNFyCboQI/AAAAAAAAAPU/1_uEYSPMXKU/s220/ucul.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-vmBfE0KsG7s/TfxgRoW-1II/AAAAAAAAANw/ZsOeauXzNO8/s72-c/film25621.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22872034.post-1902060472869498012</id><published>2011-06-10T09:08:00.001-07:00</published><updated>2011-06-10T09:08:58.961-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatanku'/><title type='text'>HeartBreak</title><content type='html'>Dear diary..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;blockquote&gt;"Whether it's a heart attack or heartbreak, just like Broadway, the show must go on."&lt;br /&gt;- Rachel Berry, GLEE Season 2&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hak cipta milik Alloh swt semata. Jemari ini hanya menuliskan sesuatu yang telah menjadi milik-Nya&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22872034-1902060472869498012?l=azzahrablogs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/feeds/1902060472869498012/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22872034&amp;postID=1902060472869498012' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/1902060472869498012'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/1902060472869498012'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/2011/06/heartbreak.html' title='HeartBreak'/><author><name>Rany Agustina Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06151837328781852218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-XvLDZTgnOL8/TseNFyCboQI/AAAAAAAAAPU/1_uEYSPMXKU/s220/ucul.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22872034.post-7558143980124567484</id><published>2011-06-06T08:17:00.000-07:00</published><updated>2011-06-06T08:18:34.983-07:00</updated><title type='text'>Sister Confession</title><content type='html'>Dear diary..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-nhkytK4Y9Sk/TezvGfT_SmI/AAAAAAAAANo/7LmrpGwq4tQ/s1600/250357_10150200749594748_641414747_7108225_4269625_n.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="320" width="214" src="http://3.bp.blogspot.com/-nhkytK4Y9Sk/TezvGfT_SmI/AAAAAAAAANo/7LmrpGwq4tQ/s320/250357_10150200749594748_641414747_7108225_4269625_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udah lama gak nulis, jadi asa karagok. hehe :) tapi tetep harus dibiasakan. Most people say that practice makes perfect, so doing something tough it’s not too good, lots enhancement than doing nothing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, apa yang akan saya tulis sekarang. Hmm, mungkin sesuatu yang sederhana. Tentang seseorang. Berhubung lebih mudah menilai seseorang, dibandingkan dengan menilai diri sendiri :P&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27 Juli 1991, it means almost 20 years old. Getting closer with “twenty-something riddle” heuheu..well, I’m just 3 years older than u, but I’ve experienced some big problems (whether u’ve already known it all or not). That’s why I was looked more mature than my truly age..*ngeles.com  :P&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I know we have already been bred together (at least until my junior high school-age). Realizing or not, hidup teteh dimulai sejak teteh pisah dari mama ke bandung. Sifat koleris teteh makin menjadi-jadi, lebih parah dibanding teteh sd dulu. Bukan apa2, tapi teteh ngerasa ada harapan besar dari mama papa ke teteh. Sampai harus mengorbankan perasaan mama. Walaupun di sisi lain teteh juga sempet ngerasa benci, kenapa harus teteh, dan kenapa harus di usia teteh y masi 10 tahun (ababil pisan laaah :D) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf ya, waktu sd teteh sering ngejajah kamu :D da habis kamu juga ngikutin aku kemana2, kan nyebelin. Mirip ipin tau kamu teh dulu,  ngintil-ngintil terus si upin :)) Gak cumin itu, waktu kecil mama papa selalu ngebela kamu dibanding teteh. Padahal udah jelas kamu yang salah, tapi tetep aja kamu yang dibela. Siapa yang g sebel coba :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf juga ya dek, kamu pasti kehilangan masa2 bersama teteh mulai teteh kelas 2-3 smp sampe tingkat2 akhir s1. Bukan apa2 dek, saat2 itu adalah masa pencarian jati diri teteh. Banyak tanggung jawab y teteh pikul. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin mulai beberapa tahun ini, adek ngerasa teteh berubah. Lebih terbuka n cerah, gak segloomy dulu lagi. it is good, isn’t it? :) Bisa sering bareng sama adek, bisa saling nemenin kalo lagi butuh temen ‘ngedate’ (nasib jomblo) ;p. Tapi ini gakkan berlangsung lama. One day, masing-masing dari kita punya kehidupannya masing2. Jadi, kalo tiba2 gak ada yang bisa dengerin kamu pas lagi butuh, jangan tiba2 bad mood. Lebih mandiri lagi ceuuu, kelembamannya dikurangi. Cik atuh, kita teh gak saling menularkan kemalasan. Wkwkwk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adek itu dewasa n sabar (kadang2..mun keur kumat!!), walopun entah kenapa kalo ngadepin teteh bawaanna sok emosian wae. Sok tiba2 pundung mun teteh masaknya g seenak mama. Berasa paling menderita sadunia, segitu warung bu parman masi buka ngan kamu sok haro pisan ke sana. Cik laaahh..belon lagi itu selimut gak pernah dirapiin kalo bangun tidur. Ahirna, teteh deui nu ngerjain. Nyapu ge meni jarang pisan kamu the. Haduhhh..ceunah rek jadi istri n ibu yang baek kamu teh. Kumaha..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adek juga sebenerna punya bakat jadi wanita shalihah (bakat..bakat!! :))), ngan sok kdg2 suara angel jeung devilna sarua kencengna, jadi galau deh. Ahir2na mah kapangaruh ku lingkungan pisan. Dedek harus punya prinsip dalam hidup. Que sera sera sih bole, tapi dalam konteks nothing to lose, laen teu boga prinsip nyak. Inget Allah dek. Kalo pun gak ada orang yang tau, tapi Dia Maha Tau :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teteh selalu yakin dari kecil, kalo adek lebih pinter dari teteh. Teteh lebih sering engong dibanding adek. Adek lebih spontan n lepas dibandingkan teteh. Jadi jangan pernah ngerasa dibanding2in sama teteh. Teteh tau, mama papa ngelakuin itu semua untuk kebaikan adek kok. Untuk ngemotivasi kita semua. Satu hal lagi yang teteh salut dari adek, adek itu kalo uda suka sama sesuatu pasti bakal tekun di situ. Contohnya games nancy drew, komik, dvd, dll. Teteh mah gakkan kuat begadang g tidur hanya karena maen games y teteh suka ato nonton dvd yang rame. Jadi, teteh yakin ketika adek udah kerja di bidang yang adek suka kelak, adek bisa jadi orang yang hebat. All that u need is just a focus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teteh tau teteh bukan kakak yang terbaik untuk kamu, walaupun teteh udah cukup keras berusaha. Teteh sadar belum bisa jadi teladan buat kamu. But yaa that’s me..maap yak :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetap melangkah adikku, jagalah Allah selalu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Whether it's a heart attack or heartbreak, just like Broadway, the show must go on."&lt;br /&gt;- Rachel Berry, GLEE Season 2&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hak cipta milik Alloh swt semata. Jemari ini hanya menuliskan sesuatu yang telah menjadi milik-Nya&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22872034-7558143980124567484?l=azzahrablogs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/feeds/7558143980124567484/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22872034&amp;postID=7558143980124567484' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/7558143980124567484'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/7558143980124567484'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/2011/06/dear-diary.html' title='Sister Confession'/><author><name>Rany Agustina Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06151837328781852218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-XvLDZTgnOL8/TseNFyCboQI/AAAAAAAAAPU/1_uEYSPMXKU/s220/ucul.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-nhkytK4Y9Sk/TezvGfT_SmI/AAAAAAAAANo/7LmrpGwq4tQ/s72-c/250357_10150200749594748_641414747_7108225_4269625_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22872034.post-2177601933309814028</id><published>2010-12-21T06:39:00.000-08:00</published><updated>2010-12-21T06:58:33.582-08:00</updated><title type='text'>Scary Past</title><content type='html'>Masa lalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang pasti memiliki masa lalu, baik manis maupun pahit, baik suka maupun duka. Banyak kata bijak yang mengatakan bahwa masa lalu haruslah ditinggal lalu..seperti namanya. Namun, tak jarang masa lalu tetap menorehkan luka, baik besar maupun kecil, dalam hati. Dan bila teringat kembali, rasanya seperti ada yang sakit di dalam tubuh. Aku tak tau itu dimana, tapi rasanya ngilu, sesak. Bahkan beberapa kali ketika rasa sakit itu muncul (walaupun aku tak tau itu kenapa..datang saja begitu, tiba2), aku sempat tak bisa bernapas selama beberapa menit di kamar mandi. Oh my..go away d melancolis one..!! I dont even need u anymore for this shit things! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Apa mungkin ini karena..rasa sakit yang kurasakan sudah terlalu dalam ? Atau karena rasa sakit ini terus menghantuiku..mereka seolah nyata menari dalam benakku, merasuk dalam kisah nyataku. bernaung sejenak dalam pelupuk mata, hingga tak enyah&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahh..go to hell!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;but these r truly happened, when d message unreplied yet. Im afraid my Lord, that creepy past would b haunting my dreams anymore. Please dont let me be the leftover, just keep ur eyes on me, take it seriously. Sheltering my heart please..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hak cipta milik Alloh swt semata. Jemari ini hanya menuliskan sesuatu yang telah menjadi milik-Nya&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22872034-2177601933309814028?l=azzahrablogs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/feeds/2177601933309814028/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22872034&amp;postID=2177601933309814028' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/2177601933309814028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/2177601933309814028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/2010/12/scary-past.html' title='Scary Past'/><author><name>Rany Agustina Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06151837328781852218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-XvLDZTgnOL8/TseNFyCboQI/AAAAAAAAAPU/1_uEYSPMXKU/s220/ucul.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22872034.post-4132107404674702641</id><published>2010-12-18T14:23:00.000-08:00</published><updated>2010-12-18T14:27:40.659-08:00</updated><title type='text'>Cinta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_kajVv3_kSMI/TQ00xukPwtI/AAAAAAAAAMY/LCevgHva4jY/s1600/cinta.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 278px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_kajVv3_kSMI/TQ00xukPwtI/AAAAAAAAAMY/LCevgHva4jY/s400/cinta.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5552151944535982802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Mas’ud berkata; Rasulullah saw. pernah bersabda kepadaku: Wahai Abdullah bin Mas’ud! Ibnu Mas’ud berkata, “Ada apa Ya Rasulullah (ia mengatakannya tiga kali).” Rasulullah bertanya,“Apakah engkau tahu, tali keimanan manakah yang paling kuat?”&lt;br /&gt;Aku berkata, “Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.” Rasulullah bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Tali keimanan yang paling kuat adalah loyalitas kepada Allah, dengan mencintai dan membenci (segala sesuatu) hanya karena-Nya.” (al-Hadits)&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hak cipta milik Alloh swt semata. Jemari ini hanya menuliskan sesuatu yang telah menjadi milik-Nya&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22872034-4132107404674702641?l=azzahrablogs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/feeds/4132107404674702641/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22872034&amp;postID=4132107404674702641' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/4132107404674702641'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/4132107404674702641'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/2010/12/cinta.html' title='Cinta'/><author><name>Rany Agustina Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06151837328781852218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-XvLDZTgnOL8/TseNFyCboQI/AAAAAAAAAPU/1_uEYSPMXKU/s220/ucul.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_kajVv3_kSMI/TQ00xukPwtI/AAAAAAAAAMY/LCevgHva4jY/s72-c/cinta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22872034.post-4600912202703104797</id><published>2010-10-06T01:29:00.000-07:00</published><updated>2010-10-06T02:34:12.917-07:00</updated><title type='text'>N****</title><content type='html'>catatanku hari ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;N****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Teh, kapan nikah ?"&lt;br /&gt;"Jadi kapan nyusul XXX"&lt;br /&gt;"Nak, kapan mama bikin walimah buat anak mama ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan pertanyaan2 ini makin sering diajukan sama orang2 sekitar...&lt;br /&gt;Apakah kalian tidak mengerti kalau nikah itu g mudah..???&lt;br /&gt;Karena menikah itu adalah ibadah...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hak cipta milik Alloh swt semata. Jemari ini hanya menuliskan sesuatu yang telah menjadi milik-Nya&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22872034-4600912202703104797?l=azzahrablogs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/feeds/4600912202703104797/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22872034&amp;postID=4600912202703104797' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/4600912202703104797'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/4600912202703104797'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/2010/10/n.html' title='N****'/><author><name>Rany Agustina Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06151837328781852218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-XvLDZTgnOL8/TseNFyCboQI/AAAAAAAAAPU/1_uEYSPMXKU/s220/ucul.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22872034.post-8945811633092167513</id><published>2010-09-08T04:47:00.000-07:00</published><updated>2010-09-08T05:23:06.497-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatanku'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_kajVv3_kSMI/TId4F0DnJkI/AAAAAAAAAMQ/SN5GT84a4rM/s1600/images.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 239px; height: 211px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_kajVv3_kSMI/TId4F0DnJkI/AAAAAAAAAMQ/SN5GT84a4rM/s400/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5514508310006933058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru sadar sekarang sudah tanggal 8 September. IT MEANS TERSISA 12 hari lagi untuk menyelesaikan semua pekerjaan. HOLIDAY IS OVER...huaaahh menangis lah.Semakin menyadari kalau saya bukan termasuk orang yang bisa bekerja multitasking. Susah banget buat fokus. Ketika di rumah teringat beban tugas kuliah. Ketika kuliah kebayang-bayang kerjaan manajemen kantor. Ketika di kantor kebayang-bayang persiapan bahan ajar, psikologi pengajaran, dan modul soal yang harus disusun. Ketika di kelas kebayang-bayang rumah, masakan yang harus disiapkan untuk ayah dan adik, dan lucunya cilo bilo (dia bener2 ngangenin..pengen ngajak dia petak umpet mulu..dan manggil2 dia.."cillooo billoo memenggg"). Dan dimanapun selalu terbayang2..pentingnya tarbiyah dan dakwah. YAP..MANAJEMEN FOKUS susah banget yaaa... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;REMINDING WHAT I HAVE TO DO NEXT :&lt;br /&gt;KULIYAH : TUGAS TERMO, TUGAS PPD, ASISTENSI LIMBAH, PROPOSAL TESIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KERJA : LAPORAN EVALUASI, SUSUNAN PENGAJAR, ANALISIS KEBUTUHAN PENGAJAR,POLA TRAINING, RENCANA TRAINING &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGAJAR : MODUL IPA TERPADU USM N SIMAK, CROSS CHECK JAWABAN KIMIA, PETA KONSEP MATERI KIMIA KELAS 2 DAN 3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEMANGAATTTTT!!!  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Istirahatnya seorang hamba adalah dalam sujud kepada Rabbnya....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hak cipta milik Alloh swt semata. Jemari ini hanya menuliskan sesuatu yang telah menjadi milik-Nya&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22872034-8945811633092167513?l=azzahrablogs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/feeds/8945811633092167513/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22872034&amp;postID=8945811633092167513' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/8945811633092167513'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/8945811633092167513'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/2010/09/baru-sadar-sekarang-sudah-tanggal-8.html' title=''/><author><name>Rany Agustina Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06151837328781852218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-XvLDZTgnOL8/TseNFyCboQI/AAAAAAAAAPU/1_uEYSPMXKU/s220/ucul.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_kajVv3_kSMI/TId4F0DnJkI/AAAAAAAAAMQ/SN5GT84a4rM/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22872034.post-3065625133756243794</id><published>2010-08-28T00:17:00.000-07:00</published><updated>2010-08-28T00:35:24.866-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatanku'/><title type='text'>Alter Ego</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_kajVv3_kSMI/THi77PayhLI/AAAAAAAAAMI/10ghd3uVxPI/s1600/alterego.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_kajVv3_kSMI/THi77PayhLI/AAAAAAAAAMI/10ghd3uVxPI/s400/alterego.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5510360770513372338" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;catatanku hari ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alter ego, sebuah istilah sisi lain dari seorang manusia...like other human do..Like Dr. Jekyll-Mr.Hyde, Beyonce Knowles, Britney Spears,dll..tapi kayana ini bukan split personality..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haahhh..belakangan mulai ngerasain hal yang serupa. Complicated character...very complicated..kadang2 ngerasa sangat koleris, kadang plegmatis, melankolis..tapi belakangan kalo pas ngehadapin anak2 merasa menjadi sangat sanguinis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bener kata orang, kalo dunia itu panggung sandiwara. Terkadang kita harus menjadi orang lain, supaya kita bisa beradaptasi dengan baik. Cuman saking seringnya ganti2 peran, sampai terkadang lupa..atau g sadar, then who am I?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merasa nyaman dengan diri sendiri adalah sebuah yang berharga, yang mahal..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang2 sering merasa bingung dengan berbagai peran yang ada dalam hidup ini..menjadi wanita jawa yang hidup di lingkungan sunda, menjadi orang yang cinta ilmu tapi sering merasa jenuh dalam belajar, merasa menjadi motivator yang masih sering harus dimotivasi, merasa menjadi guru yang masih harus banyak belajar, dan murid yang masih harus banyak mengabdi untuk lingkungannya, menjadi anak rumahan yang seringkali merasa tidak berbakti, merasa menjadi kakak yang sangat menyayangi keluarganya, walaupun sering sulit menampakkan itu secara physically..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Very MOODY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yes, That's ME&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Really Need some guidance who really understand gently&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hak cipta milik Alloh swt semata. Jemari ini hanya menuliskan sesuatu yang telah menjadi milik-Nya&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22872034-3065625133756243794?l=azzahrablogs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/feeds/3065625133756243794/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22872034&amp;postID=3065625133756243794' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/3065625133756243794'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/3065625133756243794'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/2010/08/alter-ego.html' title='Alter Ego'/><author><name>Rany Agustina Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06151837328781852218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-XvLDZTgnOL8/TseNFyCboQI/AAAAAAAAAPU/1_uEYSPMXKU/s220/ucul.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_kajVv3_kSMI/THi77PayhLI/AAAAAAAAAMI/10ghd3uVxPI/s72-c/alterego.gif' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22872034.post-690738659765924545</id><published>2010-08-10T03:58:00.000-07:00</published><updated>2010-08-10T04:06:54.180-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatanku'/><title type='text'>Ramadhan kali ini</title><content type='html'>catatanku hari ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang Ramadhan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian detik lagi..kemudian..maka bulan itu akan datang. Syahrul Qur'an..Syahru mubaarak..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Detik-detik emas yang sering kita sia-siakan. Padahal di waktu itu Allah menjamu hamba-Nya dengan berlimpah ruahnya pahala dengan kebajikan yang kita lakukan. Maka bersiaplah menyambutnya. Teruntuk hamba Allah yang tak pernah letih mengais cinta-Nya di setiap waktu, hingga Sya'ban, Rajab, Ramadhan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teruntuk para pejuang Agama-Nya dimana pun ia berada. Di kepingan manapun dalam umat ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia disisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-NYA. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya. Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu. Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa) mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah! Allah ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabb al-alamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia! Barang siapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu. (Sahabat-sahabat lain bertanya: “Ya Rasulullah! Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah meneruskan: “Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia! Siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirathol mustaqim pada hari ketika kai-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat. Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain. Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu. Amirul mukminin k.w. berkata: “Aku berdiri dan berkata: “Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama di bulan ini?” Jawab Nabi: “Ya Abal Hasan! Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia! sesungguhnya kamu akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa besar lagi penuh keberkahan, yaitu bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan; bulan yang Allah telah menjadikan puasanya suatu fardhu, dan qiyam di malam harinya suatu tathawwu’.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu pekerjaan kebajikan di dalamnya, samalah dia dengan orang yang menunaikan suatu fardhu di dalam bulan yang lain.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu adalah pahalanya surga. Ramadhan itu adalah bulan memberi pertolongan ( syahrul muwasah ) dan bulan Allah memberikan rizqi kepada mukmin di dalamnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa memberikan makanan berbuka seseorang yang berpuasa, adalah yang demikian itu merupakan pengampunan bagi dosanya dan kemerdekaan dirinya dari neraka. Orang yang memberikan makanan itu memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa tanpa sedikitpun berkurang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sahabat berkata, “Ya Rasulullah, tidaklah semua kami memiliki makanan berbuka puasa untuk orang lain yang berpuasa. Maka bersabdalah Rasulullah saw, “Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi sebutir kurma, atau seteguk air, atau sehirup susu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dialah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya pembebasan dari neraka. Barangsiapa meringankan beban dari budak sahaya (termasuk di sini para pembantu rumah) niscaya Allah mengampuni dosanya dan memerdekakannya dari neraka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oleh karena itu banyakkanlah yang empat perkara di bulan Ramadhan; dua perkara untuk mendatangkan keridhaan Tuhanmu, dan dua perkara lagi kamu sangat menghajatinya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dua perkara yang pertama ialah mengakui dengan sesungguhnya bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan mohon ampun kepada-Nya . Dua perkara yang kamu sangat memerlukannya ialah mohon surga dan perlindungan dari neraka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa memberi minum kepada orang yang berbuka puasa, niscaya Allah memberi minum kepadanya dari air kolam-Ku dengan suatu minuman yang dia tidak merasakan haus lagi sesudahnya, sehingga dia masuk ke dalam surga.” (HR. Ibnu Huzaimah)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hak cipta milik Alloh swt semata. Jemari ini hanya menuliskan sesuatu yang telah menjadi milik-Nya&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22872034-690738659765924545?l=azzahrablogs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/feeds/690738659765924545/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22872034&amp;postID=690738659765924545' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/690738659765924545'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/690738659765924545'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/2010/08/ramadhan-kali-ini.html' title='Ramadhan kali ini'/><author><name>Rany Agustina Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06151837328781852218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-XvLDZTgnOL8/TseNFyCboQI/AAAAAAAAAPU/1_uEYSPMXKU/s220/ucul.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22872034.post-1990640999011278398</id><published>2009-05-20T08:46:00.001-07:00</published><updated>2009-05-20T08:53:13.599-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wanita'/><title type='text'>Perempuan dan Perubahan (part 4)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;catatanku hari ini...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Mencari Solusi Shahih : Sistem Islam Saja&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Adanya permasalahan yang terjadi di masyarakat tersebut tidaklah sebatas dikarenakan oleh ketimpangan gender, tetapi karena sistem kehidupan yang diterapkan. Feminisme lahir sebagai reaksi diterapkannya sistem kapitalis, maka seharusnya salahkanlah kapitalisme atas seluruh permasalahan tersebut! Seharusnya solusi yang ditawarkan feminis untuk menyelesaikan masalah perempuan adalah dengan mengubah sistem kapitalis, bukan justru solusi yang melanggengkan sistem tersebut. Sistem kehidupan yang dibuat manusia tidak akan pernah menunjukkan solusi dan memberikan kesejahteraan bagi manusia. Hanya solusi dari Sang Pencipta lah yang mampu memberikan keselarasan dan keteraturan bagi seluruh makhluk-Nya. Aturan Islam adalah rahmat bagi seluruh alam, seluruh manusia, baik laki-laki maupun perempuan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Adapun kesetaraan gender yang selama ini diperjuangkan oleh para feminis adalah sesuatu yang tidak perlu diperjuangkan dalam Islam. Allah telah menciptakan potensi manusia yang sama kepada seluruh manusia, baik laki-laki maupun perempuan. Masing-masing memiliki potensi akal dan naluriah yang sama. Derajat perbedaannya hanyalah ditentukan oleh ketaqwaannya saja. Tidak ada yang lebih tinggi dibandingkan yang lainnya. Sementara dalam posisinya sebagai laki-laki dan perempuan, Allah telah menetapkan seperangkat fungsi yang berbeda antara keduanya. Dalam hal ini, merupakan keadilan ketika Allah menetapkan adanya pembedaan dalam hal penetapan hukum antara laki-laki dan perempuan. Masing-masing memiliki fungsi dan peran yang berbeda dalam masyarakat sesuai dengan potensinya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Sesungguhnya kaum wanita adalah setara dengan kaum pria”&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(HR Abu Dawud dan An Nasa’i)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;“Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(QS Nisa 32)&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Islam menetapkan bahwa peran utama wanita adalah sebagai ibu dan pengatur rumah tangga. Pada diri perempuan, Allah menciptakan kemampuan reproduksi dan fungsi penentu keberlangsungan jenis manusia. Sejumlah hukum yang berkaitan dengan kehamilan, kelahiran, penyusuan, pemeliharaan bayi, maupun &lt;em&gt;‘iddah&lt;/em&gt; diberikan kepada wanita, bukan pria. Allah juga telah menjadikan tugas wanita adalah mengandung, melahirkan, menyusui, dan mengasuh anaknya. Ini adalah tugas yang berat dan penting, tidak ringan dan tidak mudah, sekaligus mulia yang harus ditunaikan oleh wanita dengan persiapan fisik, kejiwaan, dan pikiran yang mendalam. Wanita berperan pokok sebagai ibu dan pengatur rumah tangga, karena dengan perannya sebagai ibu, kelestarian manusia dapat dipertahankan dan perannya sebagai pengatur rumah tangga akan menciptakan kehidupan rumah tangga yang &lt;em&gt;sakinah, mawaddah wa rahmah.&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja, hal ini bukan berarti wanita diharamkan untuk beraktivitas di sektor publik. Wanita diperbolehkan untuk beraktivitas dan berinteraksi di sektor publik, bahkan seorang muslimah wajib untuk turut melakukan aktivitas politik.  Karena dalam perspektif Islam, politik (&lt;em&gt;siyasah&lt;/em&gt;) mempunyai makna mengatur urusan umat, baik dalam dan luar negeri. Politik dilaksanakan oleh negara dan masyarakat. Negara mengurusi kepentingan masyarakat dan sebaliknya masyarakat melakukan koreksi dan kontrol terhadap negara. Jadi politik perempuan tidak lain merupakan aktivitas yang dilakukan kaum perempuan dalam menjalankan tugas pengurusan urusan umat baik dalam dan luar negeri.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Siapa saja yang tidak berada di waktu pagi dan petang selaku pemberi nasihat bagi Allah dan Rasul-Nya, bagi kitab-Nya, bagi pemimpinnya, dan bagi kaum Muslimin, berarti ia bukan termasuk di antara mereka”&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(HR.ath-Thabrani)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sehingga meskipun banyak aktivitas lain yang dibebankan di pundak wanita seperti aktivitas politik , tetaplah ia harus menjalankan fungsinya sebagai ibu dan pengatur rumah tangga. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa datang seorang wanita, Asma binti Yazid al-Asyhaliyah, yang mewakili kaumnya kepada Rasulullah. Ia menanyakan kedudukan dan tugasnya sebagai wanita kepada Rasul yang mulia. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Demi bapakku, engkau dan ibuku, wahai Rasulullah. Aku adalah utusan para wanita kepadamu. Sesungguhnya belum ada seorang wanita pun, baik di timur maupun barat, yang terdengar darinya ungkapan seperti apa yang akan aku ungkapkan, atau belum terdengar seorang pun yang mengemukakan seperti pendapatku. Sesungguhnya Allah mengutusmu kepada laki-laki dan wanita seluruhnya, hingga kami beriman kepadamu dan Tuhanmu. Akan tetapi, sesungguhnya kami, para wanita terbatasi dan terkurung oleh dinding-dinding kalian (para lelaki), memenuhi syahwat kalian, dan mengandung anak-anak kalian. Sesungguhnya kalian, wahai para lelaki, mempunyai kelebihan daripada kami dengan berkumpul dan berjamaah, melakukan kunjungan kepada orang sakit, dan menyaksikan jenazah, menunaikan ibadah haji demi ibadah haji, dan yang lebih mulia lagi dibandingkan semua itu, jihad di jalan Allah. Sesungguhnya jika salah seorang dari kalian keluar untuk menunaikan ibadah haji, menghadiri pertemuan, atau berjaga di perbatasan, kamilah yang menjaga harta kalian; yang mencucikan pakaian kalian; dan menjaga anak-anak kalian. Lalu apakah ada kemungkinan bagi kami untuk menyamai kalian (para lelaki) dalam kebaikan, wahai Rasulullah?”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Kemudian Rasulullah menoleh kepada para shahabat seraya berkata “Apakah kalian mendengar perkataan wanita ini ? Sungguh, adakah yang lebih baik daripada apa yang diungkapkannya berkaitan dengan urusan agamanya ini ?” Para shahabat berkata, “Wahai Rasulullah, kami tidak menyangka bahwa wanita ini tertunjuki kepada perkataan tersebut” Rasulullah lalu menoleh kepada wanita tersebut seraya berkata, “Pergilah kepada wanita mana saja dan beritahukanlah mereka yang ada di belakangmu, bahwa kebaikan salah seorang di antara kalian (para wanita) dalam memperlakukan suaminya, memperoleh keridhaan suaminya, dan mengikuti keinginannya adalah mengalahkan semua itu (yang dilakukan pria.red)”. Mendengar sabda Rasul wanita itu pun pergi seraya bersuka cita. Ia kemudian menyampaikan kabar tersebut kepada suaminya.&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(HR. Baihaqi)  &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;          &lt;br /&gt;Ketika lahir ke dunia, tak pernah seorang pun meminta untuk menjadi laki-laki atau perempuan. Bahkan menjadi seorang manusia pun adalah nikmat yang tiada terkira. Apapun gender kita, menjadi manusia adalah sebuah kemuliaan dan kesempatan untuk meraih kebahagiaan kekal di akhirat. Tak kenal batas waktu dan terbebas dari ketidaksempurnaan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hak cipta milik Alloh swt semata. Jemari ini hanya menuliskan sesuatu yang telah menjadi milik-Nya&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22872034-1990640999011278398?l=azzahrablogs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/feeds/1990640999011278398/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22872034&amp;postID=1990640999011278398' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/1990640999011278398'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/1990640999011278398'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/2009/05/perempuan-dan-perubahan-part-4.html' title='Perempuan dan Perubahan (part 4)'/><author><name>Rany Agustina Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06151837328781852218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-XvLDZTgnOL8/TseNFyCboQI/AAAAAAAAAPU/1_uEYSPMXKU/s220/ucul.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22872034.post-5645930995022392321</id><published>2009-05-20T08:46:00.000-07:00</published><updated>2009-05-20T08:48:54.089-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wanita'/><title type='text'>Perempuan dan Perubahan (part 3)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;catatanku hari ini...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Kebahayaan KKG&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Untuk mencapai kesetaraan ideal, dalam bidang pendidikan, isu KKG mengarah pada kemandirian perempuan dalam pengambilan kebijakan publik. Bidang pendidikan ini diharapkan menjadi sarana penyadaran terhadap KKG. Pendidikan yang selama ini dijalankan senantiasa mengarah pada stereotip feminin bagi perempuan dan maskulin bagi laki-laki. Pendidikan inilah yang dianggap mengokohkan struktur masyarakat yang bersifat stereotip gender. Dengan pendidikan bebas gender (androgini), lambat laun akan dapat dihilangkan sifat feminin pada perempuan. Sebagai dasar pembentuk kepribadian yang bebas gender, mulai disosialisasikan Pendidikan Anak Usia Dini Berbasis Gender. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di bidang kesehatan, perempuan diarahkan pada kebebasan dalam menentukan hak reproduksinya sendiri. Perempuan tidak lagi menjadikan kehamilan sebagai faktor penghambat aktivitas publik, dengan adanya alat kontrasepsi, aborsi aman, dll. Dengan isu kesehatan pula, legalisasi seks bebas dikuatkan melalui program kondomisasi dengan dalih mencegah HIV/AIDS dan program Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR). Remaja diarahkan untuk mampu melakukan hubungan seks yang aman. Yang dimaksud dengan “aman” adalah secara mandiri remaja putri mampu menggunakan kontrasepsi yang aman tanpa takut hamil, sementara aktivitas seksual mereka tidak terhambat. Hubungan seks yang aman adalah yang mampu mencegah mereka dari penyakit-penyakit menular seksual, seperti syphilis, gonorhoea, dan HIV AIDS. Adanya shelter-shelter bagi kesehatan reproduksi remaja, dianggap menjadi cara yang ramah dan nyaman bagi remaja untuk mengamankan perilaku seks bebasnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kemandirian perempuan dalam ekonomi, sekaligus dukungan terhadap kesehatan reproduksinya tanpa batasan yang jelas, secara bertahap akan membuat perempuan tidak lagi mementingkan institusi keluarga. Di negara-negara pelopor kebebasan perempuan seperti Amerika, single parent banyak menjadi pilihan para perempuan yang berkarir. Pernikahan tidak lagi penting. Seks bebas menjadi solusi hak reproduksi perempuan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, acuan program-program gender yang tertuang dalam BPFA, CEDAW, MDGs, dan ICPD menghasilkan berbagai UU yang berpotensi besar menghancurkan nilai-nilai Islam, mulai dari ranah keluarga melalui UU KDRT (ada upaya menggunting aturan Islam; ketaatan istri terhadap suami), penghancuran tatanan masyarakat dengan legalisasi aborsi melalui rancangan Amandemen UU Kesehatan No.23 tahun 1992, legalisasi seks bebas dengan program kondomisasi dengan dalih mencegah HIV AIDS, program Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR), kuota 30% perempuan dalam partai politik, parlemen, birokrasi, dll.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Selain itu, faktor agama yang dianggap menghambat tercapainya KKG karena mendukung stereotip gender juga diserang untuk dihancurkan. Di antaranya melalui CLD-KHI (&lt;em&gt;Counter Legal Draft&lt;/em&gt;-Kompilasi Hukum Islam) yang digagas oleh Siti Musdah Mulia. Sangat jelas adanya konspirasi penghancuran hukum-hukum Islam di balik CLD-KHI ini hingga Menteri Agama Maftuh Basyuni membatalkan langsung dan melarang penyebarannya. Majelis Ulama Indonesia menyebut CLD-KHI sebagai upaya memanipulasi nash-nash Qur’an. Hal ini dikarenakan di dalam CLD-KHI disebutkan bahwa pernikahan bukan ibadah, perempuan boleh menikahkan dirinya sendiri, poligami haram, boleh nikah beda agama, boleh kawin kontrak, ijab kabul bukan rukun nikah, anak kecil bebas memilih agamanya sendiri, dll.        &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;KKG : Menjadi Solusikah?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Realitas kondisi perempuan yang memilukan merupakan suatu hal yang tak terelakkan. Hanya saja sangat tidak tepat jika kita melihat penyebab permasalahan tersebut hanyalah karena terjadinya ketimpangan gender. Tanpa bermaksud menafikan masalah dan presentase korban wanita yang besar, akan tetapi pada hakikatnya realita permasalahan tersebut  bukan hanya dihadapi oleh perempuan saja, melainkan juga laki-laki. Adalah suatu pemikiran yang sangat sempit jika menganggap bahwa akar permasalahannya hanya terletak karena adanya ketimpangan gender. Kita harus melihat realitas tersebut sebagai suatu permasalahan kemanusiaan dan masalah kehidupan, bukan hanya masalah wanita. Fokus kritik kita bukanlah pada ada atau tidak adanya masalah, namun lebih kepada bagaimana feminisme, sebagai sebuah gerakan dan cara pandang, menjelaskan masalah tersebut kemudian menawarkan solusi-solusi tertentu.  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kerancuan ide feminis&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Ide merupakan reaksi dari realitas sosial, tidak ada yang lahir dari ruang hampa. Tanpa bermaksud melakukan simplifikasi terhadap masalah, tampak jelas hubungan antara ideologi yang diterapkan sebuah negara-sebagai warna setiap kebijakan dan peraturan yag dikeluarkan - dengan gerakan atau paham feminisme sebagai suatu aksi-reaksi dan sebuah konsekuensi logis dari penerapan suatu sistem. Jika kita ingin mengkritisi relevansi sebuah pemikiran dalam masyarakat, maka juga harus dilakukan analisis terhadap ideologi yang membidani kelahirannya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Feminisme lahir dalam konteks sosio-historis khas barat (abad 19-20) ketika wanita tertindas oleh sistem masyarakat sekuler-liberal yang cenderung eksplotitatif. Sehingga sangat tidak tepat jika mentransfer ide ini ke tengah lingkungan tanpa memperhatikan aspek sosio-historisnya. Pendapat universalitas sosiologi merupakan suatu bentuk kepongahan yang justru menimbulkan dilema baru yang juga tidak dapat ditemukan realitasnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Feminisme bersifat sekuleristik- karena lahir di era kapitalis, sehingga tidak memasukkan wewenang Tuhan. Keterbatasan akal manusia untuk memahami masalah yang sebenarnya dan untuk mengetahui apakah masalah tersebut dapat dianggap sebagai representasi masalah manusia secara umum, mengakibatkan hukum-hukum yang dibuat di dunia Barat justru tidak pernah memiliki akurasi yang rigid ketika menghadirkan solusi. Yang terjadi adalah trial and error. Konsensus-konsensus sosial yang dihasilkan berubah-ubah sesuai dengan waktu dan zaman. Keadilan dan ukuran kebahagiaannya hanyalah ditentukan dari materi.  &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Feminisme memandang perempuan sebagai individu yang keberadaannya terlepas dari harmonisasi kehidupan manusia. Jika laki-laki bebas memilih peran yang akan dilakukannya dalam kancah kehidupan, maka perempuan pun memiliki kebebasan yang serupa. Para feminis dengan cara pandang yang individualistik dan emosional telah menempatkan persoalan perempuan seolah terpisah dari persoalan masyarakat secara keseluruhan. Akibatnya pemecahan yang disodorkan hanyalah melulu dilihat dari satu perspektif saja. Padahal masyarakat bukanlah merupakan kumpulan individu yang terpisah. Di dalamnya terdapat interaksi antar individunya, pemikiran dan perasaan yang terlahir darinya, serta aturan yang diterapkan untuk mengatur keberjalanan hubungan tersebut. Para feminis telah gagal melihat potensi unik yang telah Allah ciptakan masing-masing berbeda pada laki-laki dan perempuan. Masing-masing memiliki perbedaan fisiologis dan psikologis yang membuatnya saling melengkapi, bukan menggantikan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam sistem kapitalis, modal merupakan hal yang paling berpengaruh. Begitupun dalam pemerintahan, nuansa subjektivitas terasa pada para pemilik modal. Pada tataran ini, wanita dengan porsi besarnya pada sektor domestik merupakan pihak yang paling dirugikan. Karena itu, para wanita yang umumnya memiliki tingkat pendidikan yang memadai, memprakarsai para wanita sedunia untuk terlibat aktif dalam upaya mengambil kebijakan-kebijakan politik agar mereka tidak lagi menjadi pihak yang terkorbankan. Politik dalam perspektif feminis selalu diartikan sebagai kekuasaan dan legislasi. Akibatnya ide pemberdayaan peran publik perempuan melalui jalur politik selalu diarahkan untuk menjadikan kaum perempuan mampu menempatkan diri dan berkiprah di elit kekuasaan, lembaga legislasi, atau minimal berani memperjuangkan aspirasinya sendiri secara independen tanpa pengaruh atau tekanan pihak manapun. Maka, para penggiat feminis, selalu mempermasalahkan kuantitas perempuan yang duduk dalam lembaga legislasi. Keterwakilan aspirasi perempuan tercermin dengan banyaknya jumlah yang dapat duduk pada badan-badan tinggi negara yang membuat undang-undang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Akan tetapi benarkan dengan meningkatnya kuota perempuan di lembaga legistlatif maka kesejahteraan perempuan akan terwujud ? Benarkah dengan mengeluarkan seluruh wanita ke sektor publik dan mengabaikan sektor domestik, menandakan kemajuan suatu negeri? Realitas yang terjadi di Uni Soviet dan Skandinavia merupakan suatu bukti kegagalan solusi yang ditawarkan feminisme. Gemilangnya upaya pemerintahan Skandinavia membuat para wanita bekerja di luar rumah memiliki dampak yang sangat besar berupa runtuhnya institusi keluarga dan semakin amburadulnya jalinan antar anggota keluarga. Seperti yang dilansir majalah Hidayatullah edisi Desember 2003, di Swedia terjadi peningkatan angka perceraian dari 20% (1960) menjadi 58,8% (2001). Demikian juga dengan jumlah anak yang lahir di luar nikah, dari 11% (1960) menjadi 56% (2001).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Beberapa masalah sosial lain pun bermunculan seperti angka bunuh diri di Swedia yang mencapai 1.546 kasus (2001), atau setidaknya ada 5 orang yang mati bunuh diri setiap harinya, sebagian besar dilakukan oleh orang yang berusia produktif. Kriminalitas yang melibatkan anak-anak di Negara Denmark, Swedia, dan Norwegia meningkat 400% dari tahun 1950 dan 1970an.&lt;br /&gt;Begitupun di Indonesia, solusi kondomisasi untuk mencegah penyebaran HIV AIDS tidak berpengaruh positif. Alih-alih menyelesaikan, yang timbul justru masalah baru. Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) mengakui gagal dalam menanggulangi masalah penyebaran HIV/AIDS di Indonesia. Terhitung sejak krisis moneter terjadi di Tanah Air pada tahun 1998 berbeda dengan sejumlah negara berkembang lain, penderita HIV/AIDS di Indonesia malah terus bertambah dari tahun ke tahun hingga kini (&lt;a href="http://www.kespro.com/"&gt;www.kespro.com&lt;/a&gt;, 2008). Mengutip data Departemen Kesehatan terbaru. KPAN melaporkan, sampai akhir Juni 2008 terdapat penambahan kasus AIDS sejumlah 2947 orang pada tahun 2007. Dan terdapat 1546 kasus pada 4 bulan pertama tahun 2008.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Lost Generation&lt;/em&gt; merupakan ongkos yang harus dibayar mahal oleh solusi yang diterapkan para feminis. Masihkah harus berharap pada solusi ini ?        &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hak cipta milik Alloh swt semata. Jemari ini hanya menuliskan sesuatu yang telah menjadi milik-Nya&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22872034-5645930995022392321?l=azzahrablogs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/feeds/5645930995022392321/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22872034&amp;postID=5645930995022392321' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/5645930995022392321'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/5645930995022392321'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/2009/05/perempuan-dan-perubahan-part-3.html' title='Perempuan dan Perubahan (part 3)'/><author><name>Rany Agustina Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06151837328781852218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-XvLDZTgnOL8/TseNFyCboQI/AAAAAAAAAPU/1_uEYSPMXKU/s220/ucul.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22872034.post-8454649801086444539</id><published>2009-05-20T08:41:00.001-07:00</published><updated>2009-05-20T08:45:12.860-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wanita'/><title type='text'>Perempuan dan Perubahan (part 2)</title><content type='html'>catatanku hari ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Agenda Pemberdayaan Perempuan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak pihak menganggap bahwa akar permasalahan yang dihadapi wanita Indonesia tersebut diakibatkan oleh adanya dikotomi antara laki-laki dan perempuan. Menurut Eri Seda (dosen FISIP UI), hal ini merupakan pengaruh sistem budaya masyarakat Indonesia yang umumnya patriarkal. Masalah perempuan haruslah diselesaikan oleh perempuan karena merekalah yang merasakannya, bukan laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai upaya dan agenda nasional maupun internasional telah ditempuh untuk menyelesaikan masalah yang diakibatkan oleh ketimpangan gender ini. Pada tahun 1963, Gerakan Global Emansipasi masuk dalam agenda PBB. Tahun 1967, terbentuk &lt;em&gt;Commission on The Status of the Women&lt;/em&gt;, yang mulai memperhatikan secara khusus status dan isu-isu perempuan. Selanjutnya PBB menggelar konferensi yang pertama tentang perempuan tahun 1975 yang berlangsung di Mexico City. Tahun ini dicanangkan sebagai Tahun Internasional Perempuan. Isu perempuan pun mulai menapaki panggung perhatian dunia. Pada tahun ini peran perempuan ditekankan pada &lt;em&gt;Women In Development&lt;/em&gt; (WID). Titik beratnya adalah bagaimana mengintegrasikan perempuan dalam berbagai bidang pembangunan yang berfokus pada produktivitas kerja perempuan. Ketika program WID dipandang gagal memperbaiki perempuan, digulirkanlah &lt;em&gt;Women And Development&lt;/em&gt; (WAD) yang dicetuskan oleh kaum feminis-marxis. Pada tahun 1979 dihasilkan Konvensi tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan (&lt;em&gt;Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination against Women&lt;/em&gt;/CEDAW).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konferensi PBB tentang perempuan ke II 1980 di Kopenhagen menguatkan isi konvensi ini. Pada tahun 1985 di Nairobi terselenggara Konferensi PBB III, yang lebih memantapkan tujuan yang ditetapkan pada tahun 1975, tentang “Kesetaraan, Pembangunan, dan Perdamaian”. Pada konferensi ini disetujui pembentukan UNIFEM, lembaga PBB dengan program WAD. UNIFEM adalah lembaga yang mengelola pendanaan program WAD, dengan sistem kerja tertutup. Sampai saat ini UNIFEM telah bekerja sama dengan banyak pemerintah di negara-negara berkembang untuk menggulirkan program-program yang telah ditetapkan PBB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1990, PBB menggelar Konferensi Vienna yang menyetujui program GAD (&lt;em&gt;Gender And Development&lt;/em&gt;) dengan strategi PUG (Pengarus Utamaan Gender). Pada tahun ini pula PBB melalui UNDP (&lt;em&gt;United Nation Development Program&lt;/em&gt;) menetapkan ukuran keberhasilan dalam menilai pelaksanaan KKG, yakni HDI (&lt;em&gt;Human Development Index&lt;/em&gt;). Keberhasilan KKG terukur dari GDI (&lt;em&gt;Gender Development Index&lt;/em&gt;), yaitu berdasarkan (1) Usia Harapan Hidup (&lt;em&gt;Life Expectancy&lt;/em&gt;); (2) Angka Kematian Bayi (&lt;em&gt;Infant Mortality Rate&lt;/em&gt;); (3) Kecukupan Pangan (&lt;em&gt;Food Security&lt;/em&gt;). Selanjutnya pada tahun 1995, saat Konferensi Beijing, ukuran keberhasilan ini ditambah dengan GEM (&lt;em&gt;Gender Empowerment Measure&lt;/em&gt;) yakni Kesetaraan Gender (&lt;em&gt;Gender Equality&lt;/em&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konferensi Internasional Kependudukan dan Pembangunan (&lt;em&gt;International Conference On Population and Development&lt;/em&gt;-ICPD) tahun 1994 di Kairo juga menjadi bagian penting dalam isu pemberdayaan perempuan. ICPD menjadi batu loncatan penting untuk mencetuskan bahwa ‘perempuan’ adalah kata kunci bagi penyelesaian masalah ledakan penduduk. Konferensi menghasilkan program aksi bertema “&lt;em&gt;Empowerment of Women&lt;/em&gt;” atau di Indonesia dikenal sebagai, “Pemberdayaan Perempuan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajang paling spektakuler bagi keberhasilan konferensi perempuan dunia adalah Konferensi PBB keempat tahun 1995 di Beijing yang menghasilkan Beijing Platform for Action-BPFA. Konferensi ini dihadiri oleh 189 negara-negara anggota PBB. Pada tahun ini mulai dikenalkan wawasan &lt;em&gt;Gender And Development&lt;/em&gt; (GAD) dengan penekanan pada kesadaran tentang kesetaraan gender (&lt;em&gt;gender equality&lt;/em&gt;) dalam menilai kesuksesan pembangunan. GAD menekankan pentingnya kajian yang fundamental terhadap struktur sosial dan keterlibatan aktif perempuan pada penentuan kebijakan. Perhitungan yang dipakai adalah GDI (&lt;em&gt;Gender Development Index&lt;/em&gt;), yaitu kesetaraan laki-laki dan perempuan dalam bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, serta GEM (&lt;em&gt;Gender Empowerment Measure&lt;/em&gt;), yang mengukur kesetaraan dalam partisipasi politik. Indikator kesetaraan yang sempurna (&lt;em&gt;perfect equality&lt;/em&gt;) adalah 50/50.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 12 bidang kritis yang menjadi perhatian penting dalam BFPA : (1) Perempuan dan Kemiskinan; (2) Pendidikan dan Pelatihan bagi Perempuan; (3) Perempuan dan Kesehatan; (4) Kekerasan terhadap Perempuan; (5) Perempuan dan Konflik Bersenjata; (6) Perempuan dan Ekonomi; (7) Perempuan dalam Kekuasaan dan Pengambilan Keputusan; (8) Mekanisme Institusional untuk Kemajuan Perempuan; (9) Hak Asasi Perempuan; (10) Perempuan dan Media; (11) Perempuan dan Lingkungan; dan (12) Anak Perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menguatkan komitmen aksi tindak BFPA, digulirkan Deklarasi Millenium (MDGs) 2000, yang melahirkan tujuan pembangunan millennium yang terdiri dari 8 target peningkatan kualitas SDM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah ide-ide KKG mulai merambah berbagai bidang kehidupan. Para pendukung KKG, yang dimotori oleh PBB, berupaya mempengaruhi kebijakan berbagai negara melalui beberapa konferensi Internasional yang tidak hanya melibatkan aktor &lt;em&gt;non-state&lt;/em&gt; (LSM-LSM), tetapi sekaligus aktor &lt;em&gt;state&lt;/em&gt; (perwakilan resmi Negara).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hak cipta milik Alloh swt semata. Jemari ini hanya menuliskan sesuatu yang telah menjadi milik-Nya&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22872034-8454649801086444539?l=azzahrablogs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/feeds/8454649801086444539/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22872034&amp;postID=8454649801086444539' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/8454649801086444539'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/8454649801086444539'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/2009/05/perempuan-dan-perubahan-part-2.html' title='Perempuan dan Perubahan (part 2)'/><author><name>Rany Agustina Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06151837328781852218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-XvLDZTgnOL8/TseNFyCboQI/AAAAAAAAAPU/1_uEYSPMXKU/s220/ucul.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22872034.post-8141392971661165483</id><published>2009-05-20T08:35:00.001-07:00</published><updated>2009-05-20T08:39:22.627-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wanita'/><title type='text'>Perempuan dan Perubahan (part 1)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;catatanku hari ini...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;(&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;makalahku yang ditolak&lt;/em&gt; TT...)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam dua dasawarsa terakhir muncul sebuah wacana yang cukup menarik : feminisme. Perbedaan fungsi intrinsik dan ekstrinsik yang dimiliki pria dan wanita dalam masyarakat, disinyalir memiliki potensi masalah. Terlebih ketika satu gender dianggap memiliki otoritas terhadap yang lain. Perjuangan dalam mengentaskan ketimpangan gender menjadi suatu cita-cita bersama para wanita, tak terkecuali para muslimah yang lapar akan perjuangan untuk mengubah kondisi menjadi lebih baik. Di samping didukung teknik penyajian yang ilmiah, ide feminisme ini dibalut dengan jargon emosional yang dapat menyentuh perasaan, seperti perjuangan hak-hak perempuan, pembebasan ketertindasan perempuan, dan lain-lain. Selain itu, realitas masyarakat menampilkan sosok wanita yang memilukan : terpuruk dalam seluruh aspek kehidupan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Potret Buram Wanita Indonesia&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Wanita Indonesia berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Mereka menjadi korban kemiskinan, perdagangan (trafficking), KDRT, konflik, kebodohan, dan memiliki kondisi kesehatan yang cukup buruk. Mulai dari kasus gizi buruk, meninggal saat melahirkan, penyakit seputar organ reproduksi seperti kanker leher rahim (serviks), kanker payudara, juga penyakit kelamin hingga AIDS, mengancam kelangsungan hidup seorang wanita.&lt;br /&gt;Yayasan Kanker Indonesia mencatat bahwa setiap dua menit seorang perempuan di dunia meninggal akibat kanker serviks/kanker leher rahim. Sedangkan di Indonesia, diperkirakan 20 perempuan meninggal setiap hari karena kanker leher rahim (YKI, 2008). Dibanding negara lain di Asia, Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih relatif tinggi, yaitu 37 orang persepuluh ribu penduduk. Sedangkan AKI Sri Lanka hanya delapan persepuluh ribu, dan RRC hanya tujuh. Data terakhir kasus HIV dan AIDS di Indonesia menunjukkan jumlah hampir 20.000 orang yang telah terinfeksi penyakit mematikan itu.  Padahal, UNAIDS memperkirakan sudah ada 270.000 orang yang terinfeksi namun tidak terlaporkan atau tercatatkan, dengan demikian, kemungkinan jumlah kasus sebenarnya di Indonesia adalah 10 kali lipat dari yang tercatat di Departemen Kesehatan RI (&lt;a href="http://www.kespro.com/"&gt;www.kespro.com&lt;/a&gt; , 2008). Dari data ini, hingga Juni 2008, sekitar 6.782 orang nya berusia di antara 20-29 tahun.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya aspek kesehatan, data Yayasan Mitra Perempuan menyebutkan tindak kekerasan terhadap perempuan tahun 2001 terbanyak dilakukan oleh suami (69,26 persen), mantan suami (4,81 persen), kerabat dekat (8,15 persen), dan pasangan atau kekasih (11,11 persen). Kasus kekerasan dan perkosaan ini juga terkait dengan meningkatnya jumlah remaja putri yang hamil di luar nikah. Dari waktu ke waktu, kasus kekerasan dalam rumah tangga merupakan kasus terbesar yang dialami perempuan dan anak. Menurut YMP, jumlah anak perempuan yang mengalami tindak kekerasan selalu meningkat, yaitu dari 5,4 persen menjadi 6,26 persen. Dari kasus kekerasan terhadap perempuan, 45 persen dialami perempuan yang bekerja di luar rumah, sedangkan 36,29 persen dialami ibu rumah tangga. YMP juga mencatat setiap lima jam sekali terjadi kasus perkosaan di wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi (Jabotabek).&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hak cipta milik Alloh swt semata. Jemari ini hanya menuliskan sesuatu yang telah menjadi milik-Nya&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22872034-8141392971661165483?l=azzahrablogs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/feeds/8141392971661165483/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22872034&amp;postID=8141392971661165483' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/8141392971661165483'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/8141392971661165483'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/2009/05/perempuan-dan-perubahan-part-1.html' title='Perempuan dan Perubahan (part 1)'/><author><name>Rany Agustina Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06151837328781852218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-XvLDZTgnOL8/TseNFyCboQI/AAAAAAAAAPU/1_uEYSPMXKU/s220/ucul.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22872034.post-5131662633143542561</id><published>2009-04-06T04:50:00.000-07:00</published><updated>2009-04-06T05:12:12.091-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hariku'/><title type='text'>Untuk Dimengerti...</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia; font-style: italic;"&gt;"INFJs tend to be sensitive, quiet leaders with a great depth of personality. They are intricately and deeply woven, mysterious, and highly complex, sometimes puzzling even to themselves. They have an orderly view toward the world, but are internally arranged in a complex way that only they could understand. Abstract in communicating, they live in a world of hidden meanings and possibilities. With a natural affinity for art, INFJs tend to be creative and easily inspired"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;INFJ…abstrak, kompleks, lembut, introvert, intuitive, tertekan, perasa, idealis, pemimpi, payah di logika, keras kepala, perasaan di atas pemikiran….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Sering kali seorang INFJ sulit dipahami oleh orang lain...bagaimana ia berpikir, merasa, atau bertindak..Tulisan ini mungkin sesuatu yang egois..menggambarkan secuplik abstraknya pemikiran seorang INFJ...mudah2an bisa dipahami dan dimengerti....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Ini hanyalah bayangan dari INFJ..bukan legitimasi seseorang untuk tidak berubah. Bukankah ia masih memiliki hari esok ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Karakter hanyalah cerminan sifat seseorang…bukankah uswah hasanah hanyalah Rasul, Shahabat, dan para Salafush Shalih..?? Sesungguhnya Allah tidak akan berhenti memberikan ujian pada seseorang, hingga orang tersebut berjalan di muka bumi tanpa dosa. Bukanah hidup adalah perubahan…perubahan pemikiran, perubahan karakter…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;(dirangkumkan dari pelbagai sumber web dan pembicaraan ‘privat’ para INFJ di dunia maya)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;· INFJs are gentle, caring, complex and highly intuitive individuals. Artistic and creative, they live in a world of hidden meanings and possibilities. Only one percent of the population has an INFJ Personality Type, making it the most rare of all the types.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;· They know things intuitively, without being able to pinpoint why, and without detailed knowledge of the subject at hand.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;· This is something of a conflict between the inner and outer worlds, and may result in the INFJ not being as organized as other Judging types tend to be. Or we may see some signs of disarray in an otherwise orderly tendency, such as a consistently messy desk.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;· Consequently, most INFJs are protective of their inner selves, sharing only what they choose to share when they choose to share it. They are deep, complex individuals, who are quite private and typically difficult to understand. INFJs hold back part of themselves, and can be secretive.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;· But the INFJ is as genuinely warm as they are complex. INFJs hold a special place in the heart of people who they are close to, who are able to see their special gifts and depth of caring. INFJs are concerned for people's feelings, and try to be gentle to avoid hurting anyone. They are very sensitive to conflict, and cannot tolerate it very well. Situations which are charged with conflict may drive the normally peaceful INFJ into a state of agitation or charged anger. They may tend to internalize conflict into their bodies, and experience health problems when under a lot of stress.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;· Beneath the quiet exterior, INFJs hold deep convictions about the weightier matters of life.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;· INFJs are champions of the oppressed and downtrodden. They often are found in the wake of an emergency, rescuing those who are in acute distress. INFJs may fantasize about getting revenge on those who victimize the defenseless&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;· Accurately suspicious about others' motives, INFJs are not easily led&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;· Selective about their friends&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;· Nonverbal sensitivity enables the INFJ to know and be known by others intimately.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;· INFJs enjoy a greater clarity of perception of inner&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;· Interest in hidden psychological stimuli behind the more observable dynamics of behavior and affect&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;· Deduce the inner workings of the mind, will and emotions&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;· Expresses a range of emotion and opinions&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;· Caught between the desire to express their wealth of feelings and moral conclusions about the actions and attitudes of others, and the awareness of the consequences of unbridled candor.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;· Perhaps it is when the INFJ's thinking function is operative that he is most aloof&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;· Hard at work and focusing energy into thinking function because it’s weak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;· When the thinking function is operating, INFJ can be very sinistic&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;· Sensing, however, is the weakest of the INFJ's arsenal and the most vulnerable&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;· Complexity of character and the unusual range and depth of their talents&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;· Humanitarian in outlook, INFJs tend to be idealists, and because of their J preference for closure and completion, they are generally "doers" as well as dreamers.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;· INFJs taking a disproportionate amount of responsibility in the various causes to which so many of them seem to be drawn.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;· INFJs are deeply concerned about their relations with individuals as well as the state of humanity at large&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;· INFJs are true introverts, chosen few from among their long-term friends, family, or obvious "soul mates."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;· Providing both time to rebuild their depleted resources and a filter to prevent the emotional overload to which they are so susceptible as inherent "givers." As a pattern of behavior, it is perhaps the most confusing aspect of the enigmatic INFJ character to outsiders, and hence the most often misunderstood -- particularly by those who have little experience with this rare type.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;· Discomfort or pain in negative or stressful situations&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;· NF vision and idealism and the J practicality that urges compromise for the sake of achieving the highest priority goals. And the I and J combination, while perhaps enhancing self-awareness, may make it difficult for INFJs to articulate their deepest and most convoluted feelings.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;· INFJs can be exceptionally difficult to pigeonhole by their career paths. Perhaps the best example of this occurs in the technical fields. Many INFJs perceive themselves at a disadvantage when dealing with the mystique and formality of "hard logic", and in academic terms this may cause a tendency to gravitate towards the liberal arts rather than the sciences.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;· Interest in human beings and human values, rather than information and technology&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;· They trust their own instincts above all else. This may result in an INFJ stubborness and tendency to ignore other people's opinions&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;· On the other hand, INFJ is a perfectionist who doubts that they are living up to their full potential. INFJs are rarely at complete peace with themselves - there's always something else they should be doing to improve themselves and the world around them. They believe in constant growth, and don't often take time to revel in their accomplishments. They have strong value systems, and need to live their lives in accordance with what they feel is right&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;· INFJs are in some ways gentle and easy going. Conversely, they have very high expectations of themselves, and frequently of their families. They don't believe in compromising their ideals.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;· INFJ is a natural nurturer; patient, devoted and protective. They make loving parents and usually have strong bonds with their offspring. They have high expectations of their children, and push them to be the best that they can be. This can sometimes manifest itself in the INFJ being hard-nosed and stubborn&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;· In the workplace, the INFJ usually shows up in areas where they can be creative and somewhat independent.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;· They are not good at dealing with minutia or very detailed tasks. The INFJ will either avoid such things, or else go to the other extreme and become enveloped in the details to the extent that they can no longer see the big picture. An INFJ who has gone the route of becoming meticulous about details may be highly critical of other individuals who are not.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;· The INFJ individual is gifted in ways that other types are not. Life is not necessarily easy for the INFJ, but they are capable of great depth of feeling and personal achievement.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;· INFJs are quiet, private individuals who prefer to exercise their influence behind the scenes. Although very independent, INFJs are intensely interested in the well-being of others. INFJs prefer one-on-one relationships to large groups. Sensitive and complex, they are adept at understanding complicated issues and driven to resolve differences in a cooperative and creative manner.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;· Accounting for 1–3% of the population,INFJs have a rich, vivid inner life, which they may be reluctant to share with those around them. Nevertheless, they are congenial in their interactions, and perceptive of the emotions of others. Generally well-liked by their peers, they may often be considered close friends and confidants by most other types. However, they are guarded in expressing their own feelings, especially to new people, and so tend to establish close relationships slowly. INFJs tend to be easily hurt, though they may not reveal this except to their closest companions. INFJs may "silently withdraw as a way of setting limits," rather than expressing their wounded feelings.This behavior may leave others confused and upset&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia; font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;teruntuk orang2 terkasih...maaf sudah membuat bingung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hak cipta milik Alloh swt semata. Jemari ini hanya menuliskan sesuatu yang telah menjadi milik-Nya&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22872034-5131662633143542561?l=azzahrablogs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/feeds/5131662633143542561/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22872034&amp;postID=5131662633143542561' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/5131662633143542561'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/5131662633143542561'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/2009/04/untuk-dimengerti.html' title='Untuk Dimengerti...'/><author><name>Rany Agustina Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06151837328781852218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-XvLDZTgnOL8/TseNFyCboQI/AAAAAAAAAPU/1_uEYSPMXKU/s220/ucul.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22872034.post-8344601815213603242</id><published>2009-03-01T20:06:00.000-08:00</published><updated>2009-03-01T20:24:06.767-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hariku'/><title type='text'>Langitku Hari Ini :Hunain</title><content type='html'>catatanku hari ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa sebagian kita lebih sering melihat Uhud…&lt;br /&gt;Tidak terdengarkah apa yang terjadi di Hunain ?&lt;br /&gt;Atau terlupakan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah hiruk pikuknya upaya penyelamatan diri kaum Muslim saat peristiwa Hunain…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah menyeru :”Aina ayuhannaas..?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun panggilan itu  tenggelam, seiring dengan kepanikan dan ketakutan yang melanda jiwa-jiwa di bibir kematian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lari..Mundur…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kondisi panik dan terdesak..seseorang akan menunjukkan rasa manusiawinya..ketakutan yang amat sangat…musuh terus merangsek mendesak kaum Muslim dengan serangan pasukan pemanahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan meninggalkan orang yang menyerunya..meninggalkan sang komandan perang…meninggalkan Rasul     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasul di sisi itu…terus menerus memanggil-manggil kaum Muslim agar kembali..&lt;br /&gt;Sebagian kaum Muslim yang sangat lemah imannya tak hanya menambah kepedihan Rasul dengan kepergiannya, tetapi juga caci maki dan komentar sinis…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kildah bin Hambal berkata: “Alaa bathala sihrul yauma”(Lihatlah, hari ini sihir telah lenyap)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaibah bin Utsman berkata: ”Al yauma adraku tsa’riya min Muhammadin, al yauma aqtholu Muhammadan (Hari ini aku menyaksikan pembalasan dendam atas Muhammad, Hari ini aku akan membunuh Muhammad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah yang terjadi pada sebagian kaum Muslim yang lemah hatinya, ciut imannya…dalam posisi terserang, jiwa semata-mata diarahkan oleh naluriah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun di tengah himpitan itu…berdirilah Rasul dengan teguh, kukuh…bergeming bertahan dalam peperangan. Disertai orang-orang yang bersedia mati untuknya….’Abbas dan Abu Sufyan bin Harits. ‘Abbas sang muhajirin terakhir….dan Abu Sufyan yang baru ‘terisi’ jiwanya oleh Islam selama 15 hari saja….yang dulunya sangat memerangi Islam…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berteriaklah ‘Abbas memanggil kembali kaum Muslim: “Yaa ma’syaral anshari…Yaa ma’syaral ashhabi assamurah” (Wahai orang-orang Anshar, wahai orang-orang yang berbisik-bisik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memanggil keikhlasan yang mungkin sempat tertutupi oleh rasa ketakutan akan medan peperangan..kecemasan akan masa depan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ubahnya laksana panggilan adzan yang memanggil jiwa untuk kembali thuma’ninah menghadap-Nya di sela-sela kesibukan dan dunia…. ketika mendengar seruan ‘Abbas ini…mukhlisin segera teringat akan janji perdagangan nyawa dan hartanya dalam jalan jihad dengan-Nya…teringat kembali akan surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah sosok mukhlisin…yang sangat sedikit jumlahnya. Hanya Ridho Allah dan kenikmatan syahid yang diinginkan. Bergelut dengan darah dan pedang. Memanggang seluruh jasad dan ruhnya dalam kobaran api kecintaan pada Rabbnya. Demi Rasul dan agama yang dimenangkan oleh Allah semata. Tak dihiraukannya sakit yang menusuk tubuhnya&lt;br /&gt;Terkumpul kembali 100 orang dari puing-puing yang berserakan untuk kembali mengayuh badai peperangan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi seorang pemimpin memang bukanlah hal yang mudah. Ia harus dapat bertahan dan berdiri dalam kebenaran tanpa keraguan, walaupun semua orang meninggalkannya. Walaupun tak ada tameng yang melindunginya. Tak ada tembok yang benar-benar kokoh untuk menjadi tempatnya bersandar. Walaupun banyak caci maki dari kaumnya sendiri…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya keridhoan Allah dan Jannah-Nya lah yang menjadi pedangnya ketika semua senjata patah karena porak porandanya barisan dan pasukan. Hanya Keikhlasan dan kesabaranlah yang menjadi tamengnya ketika semua perisai dan pengawal telah hilang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembalilah ke barisan wahai mukhlisin….  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Ishaq berkata, Bujair bin Zuhair bin Abu Sulma berkata di Perang Hunain, &lt;br /&gt;Kalaulah tidak ada Tuhan dan hamba-Nya, kalian melarikan diri &lt;br /&gt;Pada saat ketakutan merendahkan semua pengecut&lt;br /&gt;Di tikungan lembah pada hari musuh menghadang kami&lt;br /&gt;Dan pada saat kuda-kuda cepat jatuh berguguran &lt;br /&gt;Di antara orang yang memegang ujung bajunya dengan tangannya agar ia bisa berlari cepat &lt;br /&gt;Dan orang yang jatuh miring yang didorong kaki kuda dan dadanya agar jatuh &lt;br /&gt;Allah memuliakan kami dan memenangkan agama kami &lt;br /&gt;Serta membuat kami Berjaya dengan menyembah ar-Rahman &lt;br /&gt;Allah membinasakan mereka dan memecahbelah persatuan mereka &lt;br /&gt;Serta menghinakan mereka dengan menyembah syetan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(di  suatu malam….menata segala kemungkinan)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hak cipta milik Alloh swt semata. Jemari ini hanya menuliskan sesuatu yang telah menjadi milik-Nya&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22872034-8344601815213603242?l=azzahrablogs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/feeds/8344601815213603242/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22872034&amp;postID=8344601815213603242' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/8344601815213603242'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/8344601815213603242'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/2009/03/langitku-hari-ini-hunain.html' title='Langitku Hari Ini :Hunain'/><author><name>Rany Agustina Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06151837328781852218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-XvLDZTgnOL8/TseNFyCboQI/AAAAAAAAAPU/1_uEYSPMXKU/s220/ucul.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22872034.post-3955045244727407581</id><published>2009-02-23T22:48:00.000-08:00</published><updated>2009-02-23T22:56:58.259-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hariku'/><title type='text'>Langitku hari lalu : Hunain</title><content type='html'>catatanku hari ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langitku hari lalu : Hunain&lt;br /&gt; Teringat sebuah peristiwa yang dialami Rasulullah dan para shahabat pada tahun 8 Hijriyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Peristiwa pembebasan Makkah (Futuh Makkah) menempati  ‘tempat berkesan’ tersendiri di hati-hati seluruh warga Makkah dan jazirah Arab sekitarnya. Tak heran karena peistiwa ini, banyak orang Quraisy Makkah yang akhirnya berbondong-bondong masuk ke dalam Islam. Mereka melihat dengan mata kepala mereka sendiri betapa kuat dan besarnya kekuatan kekhilafahan Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dakwah Islam semakin mudah untuk merasuk ke akal para insan yang kehausan akan kebenaran, jiwa-jiwa yang kekeringan dan mencari ketenangan. Pembebasan ini memberikan dampak dahsyat bagi orang-orang yang akhirnya menemukan Islam, dan orang-orang yang selama ini membenci Islam. Salah satunya adalah barisan yang terdiri dari kabilah Hawazin, kabilah Tsaqif..juga kabilah Nashr, Jusyam, Sa’ad bin Bakr, dan beberapa dari Bani Hilal, yang dipimpin oleh Malik bin Auf. Malik memilih strategi pre-emptive strike…menyerang sebelum diserang oleh pasukan kekhilafahan Islam. &lt;br /&gt; Malik membawa pasukannya untuk menyerang kaum Muslimin di Lembah Authas. Berita ini sampai di telinga Rasulullah pada hari ke-15 setelah Futuh Makkah. Pasukan Kaum Muslimin yang terdiri dari 10.000 prajurit Futuh Makkah dan 2.000 orang Quraisy yang baru masuk Islam bersiap menghadapi pasukan Malik, berjalan menuju tempat duel, Lembah Authas. Namun ternyata, Malik memiliki pengalihan strategi lain dalam menghadapi kaum Muslim..yaitu dengan mengubah lokasi penyerangan ke puncak Hunain. Seluruh pasukan Malik bersiap di atas bukit untuk mengacaukan barisan dan komando Rasulullah. Benar saja…pasukan kaum Muslim yang terkenal sulit dikalahkan dan sangat unggul dalam memahami lahan peperangan..saat itu harus lari kocar kacir..ketakutan akan sergapan musuh yang datang tiba-tiba…Saat itu hanya sedikit…hanya sedikit saja..yang tetap berdiri di samping Rasulullah dan tetap bertahan dalam medan peperangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sungguh mereka bertekad bulat dan siap. Demi Allah, tidak ada yang menakutkan kami ketika kami turun melainkan batalion-batalion mereka yang menyerang kami dengan kompak ibarat serangan satu orang. Kami lari kocar kacir dimana seorang pun tidak menoleh kepada orang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw bergeser ke sebelah kanan, kemudian bersabda, ‘Hai Manusia, kemarilah, aku Rasulullah. Aku Muhammad bin Abdullah.’ Tidak ada respon, sebagian unta pergi meninggalkan unta lain dan orang-orang berlarian. Hanya beberapa orang dari kaum Muhajirin, Anshar, dan ahlul bait yang tetap bertahan bersama Rasulullah. Di antaranya Abu Bakar, Umar bin Khaththab, Ali bin Abi Thalib, Abbas bin Abdul Muthalib, Abu Sufyan, Fadhl bin Abbas, Rabi’ah, Usamah bin Zaid, dan Aiman. ..”&lt;br /&gt;(Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Walaupun akhir kisah perang ini berakhir bahagia (kaum muslim menang..)..terlihat bahwa kabilah Hawazin dan Tsaqif dapat sempat mengacaukan barisan kaum Muslim. Padahal mereka hanya dipersatukan oleh kesamaan musuh, dan motivasi dunia dalam berperang. Mengapa kaum Muslim dapat dengan begitu mudahnya terpukul dan kehilangan komando. Hanya sedikit saja yang tersisa, yang mau tetap bertahan untuk melindungi Rasulullah dan memperjuangkan misi peperangan. Hanya 10 orang saja yang tersisa dari total 12.000 orang pasukan. Apakah semata-mata hanya dengan jumlah yang banyak, kemenangan akan otomatis dapat teraih ? Mengapa jumlah yang banyak justru menyebabkan rasa congkak dan sombong ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah telah menolong kamu (hai para mukminin) di medan peperangan yang banyak dan juga pada hari peperangan Hunain, yaitu di waktu kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlahmu, maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfaat kepadamu sedikit pun dan bumi yang luas itu terasa sempit olehmu, kemudian kamu lari ke belakang dengan bercerai-berai. Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya dan kepada orang-orang yang beriman. Dan Allah menurunkan bala tentara yang kamu tidak melihatnya dan Allah menimpakan bencana kepada orang-orang kafir. Dan demikianlah pembalasan kepada orang-orang kafir)(Terjemahan QS Taubah 25-26)&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Selain menilik kembali strategi politik dan perang yang dimiliki kedua belah pihak, Kaum Muslimin dan Malik cs..satu pelajaran yang dapat kita ambil dari peristiwa ini adalah tentang keikhlasan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya..keikhlasan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu kata yang seringkali kita lupakan dalam melangkah di kehidupan ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasul :&lt;br /&gt;“Allah akan menerangi orang yang mendengar perkataanku, kemudian ia menyadarinya, menjaganya, dan menyampaikannya. Terkadang ada orang yang membawa pengetahuan kepada orang yang lebih tau darinya. Ada tiga perkara yang menyebabkan hati seorang muslim tidak dirasuki sifat dengki, yaitu ikhlas beramal karena Allah, menasihati para pemimpin kaum Muslim, dan senantiasa ada dalam jama’ah muslimin. Karena dakwah akan menyelimuti dari belakang mereka”(HR Tirmidzi) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali kita begitu terlena dengan banyaknya orang yang ikut berjuang, ataupun mengeluh karena begitu sedikitnya barisan pejuang. Padahal jumlah bukanlah menjadi faktor utama berhasilnya sebuah perjuangan. Berbagai peristiwa peperangan Rasulullah membawa pelajaran itu untuk kita…belajarlah dari perang badar, uhud, ahzab, khaibar, mu’tah, hunain, tabuk…  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari lalu…langit menangis..mungkin karena ketidakikhlasanku..mungkin karena kesombonganku menjejak di bumi ini..betapa sulit mengatakan Engkau lah yang Maha Berkehendak…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kalah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikitnya jumlah pasukan adalah tantangan yang diberikan kepada kita dari Allah untuk menguji sebesar apakah rasa keikhlasan itu…sejauh apa kita dapat mengatasi rasa ketakutan, ke-apatis-an, kelelahan, kelemahan itu…Selama kebenaran itu masih kita pegang, ingatlah, bahwa akan selalu ada ‘bala tentara yang tidak terlihat’ yang akan mengiringi, akan selalu ada kemudahan selama kita terus mengupayakan untuk tetap bertahan. Dan pada akhirnya,,keresahan itu akan berkurang bahkan menghilang…dan hanya akan menyisakan ketenangan….dalam berjuang. Itulah keikhlasan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Berikanlah kabar gembira kepada umat ini dengan kemegahan, keluhuran, pertolongan, dan keteguhan di muka bumi. Siapa saja dari umat ini yang melaksanakan amal akhirat untuk dunianya, maka kelak di akhirat ia tidak akan mendapatkan bagian apapun”(HR. Ahmad dalam al-Mukhtarah)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hak cipta milik Alloh swt semata. Jemari ini hanya menuliskan sesuatu yang telah menjadi milik-Nya&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22872034-3955045244727407581?l=azzahrablogs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/feeds/3955045244727407581/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22872034&amp;postID=3955045244727407581' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/3955045244727407581'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/3955045244727407581'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/2009/02/langitku-hari-lalu-hunain.html' title='Langitku hari lalu : Hunain'/><author><name>Rany Agustina Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06151837328781852218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-XvLDZTgnOL8/TseNFyCboQI/AAAAAAAAAPU/1_uEYSPMXKU/s220/ucul.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22872034.post-4393103831275201777</id><published>2009-02-17T19:21:00.000-08:00</published><updated>2009-02-17T20:03:53.597-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatanku'/><title type='text'>Terhina oleh Diri</title><content type='html'>catatanku hari ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang bulan menunduk sayu dalam peraduan malamnya, yang kian sama terasa dari malam ke malam…dari malam malam lalu&lt;br /&gt;Ia menyesali, mengapa sinarnya kian meredup…mengapa sapanya pada bintang kian tak ramah…mengapa ia tak mampu lagi menjadi sosok penerang &lt;br /&gt;Sampah, hanya sampah yang ia ukir selama ini…dalam bentang malam yang kian pekat. Ya, mega kian pekat, tidak lagi seperti cermin..tak sanggup lagi melihat dalam dirinya karena terlalu pekat&lt;br /&gt;Hitam&lt;br /&gt;Kerlip bintang tak mampu lagi ia kalahkan dengan sinarnya ..ia terlalu takut untuk mengakui kelamnya malamnya kini…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemana catatan2 itu…kemana ukiran momen berharga antara diriku dan diriMu..dalam keheningan malam, dalam bergegasnya pagi, dalam lantunan ayat di serambi masjid…&lt;br /&gt;Mengapa ia menguap begitu saja..&lt;br /&gt;Haruskah kupersalahkan dunia…?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabbi, malam ini kian pekat&lt;br /&gt;Jangan biarkan qalbu ini berkata sama&lt;br /&gt;Dalam sujudku yang bertabur peluh dan isak&lt;br /&gt;Bolehkah aku menukar semua sampah diri ini dengan cintaMu lagi…&lt;br /&gt;Dalam penatnya asa&lt;br /&gt;Izinkan aku kembali mengulang alif bat a mu&lt;br /&gt;Dari alif hingga ya&lt;br /&gt;Mengeja hingga aku bisa membaca kembali&lt;br /&gt;Izinkan aku kembali mengenalMu, mencintaMu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tobat...mode on...&lt;br /&gt;Hampir selama ini, sering menulis artikel sampah……………&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hak cipta milik Alloh swt semata. Jemari ini hanya menuliskan sesuatu yang telah menjadi milik-Nya&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22872034-4393103831275201777?l=azzahrablogs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/feeds/4393103831275201777/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22872034&amp;postID=4393103831275201777' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/4393103831275201777'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/4393103831275201777'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/2009/02/terhina-oleh-diri.html' title='Terhina oleh Diri'/><author><name>Rany Agustina Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06151837328781852218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-XvLDZTgnOL8/TseNFyCboQI/AAAAAAAAAPU/1_uEYSPMXKU/s220/ucul.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22872034.post-8207468427426639590</id><published>2009-02-11T04:21:00.000-08:00</published><updated>2009-02-11T04:38:16.781-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bukuku'/><title type='text'>Aku Cantik...??</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;catatanku hari ini...&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tentang Buku&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Becoming White: Representasi Ras, Kelas, Feminitas, dan Globalitas dalam Iklan Sabun&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_kajVv3_kSMI/SZLGeCWFKoI/AAAAAAAAAJU/U7Gz4iPL4Wo/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301517930696354434" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 69px; CURSOR: hand; HEIGHT: 98px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_kajVv3_kSMI/SZLGeCWFKoI/AAAAAAAAAJU/U7Gz4iPL4Wo/s400/images.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Penulis : Aquarini Priyatna Prabasmoro&lt;br /&gt;Penerbit : Jalasutra&lt;br /&gt;Jumlah halaman : 134 halaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Mirror..mirror on the wall, tell me who’s d most beautiful woman in this world ? Is that me?” &lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;em&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;Kalau mendengar kata itu, pasti yang langsung terbayang dalam benak kita adalah gambar sang ratu jahat dan putri salju. Ratu jahat yang berusaha memata-matai seluruh wanita cantik lewat cermin ajaibnya, untuk meraih kepuasan abadi- menjadi yang tercantik di dunia. &lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Hal yang paling menarik dari seluruh buku ini, menurutku justru ada di bagian &lt;em&gt;avant propos&lt;/em&gt;nya. Kurang lebih menceritakan tentang hakikat tubuh, cermin, dan citra. Bagian ini menyadarkan kita akan makna “bercermin” sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Bercermin adalah sebuah aktivitas problematis. Aktivitas tersebut bukan hanya menghasilkan pantulan seseorang yang bercermin di hadapannya. Seseorang, ketika bercermin, bukan hanya mengharapkan akan memandang rupanya, tetapi berharap untuk mengetahui, bahkan juga menciptakan pemaknaan akan diri.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mungkin selama ini kita tidak menyadari apa yang kita pikirkan dan rasakan ketika bercermin. Kesimpulan..’aku cantik’ bukanlah bebas nilai, hanya semata-mata diukur dari ragawi. Tapi ada &lt;em&gt;mind-set&lt;/em&gt; yang melandasi kesimpulan itu. Kalo istilahnya industri..ada &lt;em&gt;bench marking&lt;/em&gt;nya. ‘Efek psikologis’ bahwa 'aku kurang cantik' inilah yang dimanfaatkan untuk komersialisasi produknya. Iklan akan menawarkan berbagai paket perawatan, untuk ‘mempermak’ hal yang sering dianggap menjadi kekurangan wanita.&lt;br /&gt;So aktivitas bercermin dan citra bukanlah hal yang bebas nilai. Jangan salahkan tubuh yang telah capek-capek diciptakan Allah dengan bentuk yang terbaik, karena tetangga sebelah menyebutmu..’tidak cantik’. Hati-hati dengan pemaknaan diri &lt;em&gt;based on&lt;/em&gt; citra...karena rawan rekayasa..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Kosmetik justru alat untuk menghapus wajah, yang menghapus mata di balik mata-mata yang lebih indah, yang menihilkan bibir-bibir yang lebih merekah, kepalsuan tidak memisahkan subjek, melainkan secara misterius mengubahnya&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(Baudrillard)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hehe..bukan berarti menggunakan kosmetik dan sabun jadinya haram. Hukumnya tetep halal (asal hukum bendanya halal).Hanya menyayangkan para wanita (ngaku...!) yang terjebak untuk ‘latah’ dengan ‘terpaksa’ membeli produk2 pemutih dan sabun, bahkan mendadak jadi ‘gadis pingitan’-anti sinar matahari, hanya karena ia takut kulitnya jadi ‘ga putih’. Iklan semata-mata hanyalah menawarkan pilihan mandiri yang tidak dipaksakan. Harus ada ruang-ruang kritis untuk memilih, bukan terjebak oleh ‘paksaan masyarakat;.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aquarini dengan cerdas menyingkap konspirasi di balik iklan sabun yang ada di Indonesia (sampel : Lux dan Giv). Semua disingkap...dari standar cantik sempurna: putih dan ke-Putih-an, model indo Tamara dan Sophia Latjuba (global yang terlokalisasi), sampai konflik ras dan kelas yang terselubung. Dibahas dengan tuntas, konspiratif, dan ideologis....plus konsisten...ga sedikit memang majalah2 remaja atau&lt;em&gt; teenlit&lt;/em&gt; lain, yang membahas bahwa ‘setiap wanita pasti punya kecantikan yang berbeda..and &lt;em&gt;we must b proud of it’&lt;/em&gt; tapi &lt;em&gt;ending of d story&lt;/em&gt; atau pemilihan gadis sampulnya akhirnya..pasti dipilih yang komersil...sosok remaja wanita putih, kurus (papan ala twiggy)...kasian...banyak yang mati-matian ngurusin badan sampai meninggal karena anoreksia dan bulimia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Well, standar-standar yang kita kenal selama ini itu semata-mata hanyalah&lt;em&gt; frame&lt;/em&gt; berpikir yang ditanamkan kapitalis untuk melanggengkan tujuannya (penglaris dagangan..!!). So jangan jadi pengekor,jadilah insan kritis yang membuka lahan untuk memilih tentang segala sesuatu. Teringat perkataan seorang dosen,,,jika di negara tropis/berkembang..iklan sabunnya pasti bilang..dengan ekstrak parfum dari Eropa...kalo di Eropa, iklannya pasti bilang..dengan ekstrak minyak tropikal. Kita capek2 mutihin kulit..di sana &lt;em&gt;tanning&lt;/em&gt;....&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mengapa yang indo itu lebih cantik..?&lt;br /&gt;Mengapa ‘yang putih’ itu lebih cantik dari yang sawo matang..?&lt;br /&gt;Mengapa ..dan mengapa..&lt;br /&gt;Jika standar cantik citra berubah apakah harus ramai-ramai operasi plastik ??&lt;br /&gt;Apakah salah seseorang ketika ia diciptakan dengan kondisi yang berbeda ?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Wanita...sesungguhnya sama, yang membedakannya hanyalah apa yang ada di balik jasadnya, yang tersembunyi di balik raganya...hanyalah ketakwaannya&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mu’min, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu’, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar&lt;strong&gt;”(&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;QS Al Ahzab 35)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasul:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Dunia itu adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah seorang wanita yang senantiasa mengingatkan tentang Hari Akhir”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Dalam Hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, malaikat Jibril pernah mendatangi Rasulullah kemudian berkata&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Wahai Rasulullah! Ini Khadijah yang membawa kepadamu satu piring bekas yang terdapat di dalamnya lauk, makanan, atau minuman. Apabila beliau sampai kepadamu, sampaikan salamku kepadanya dan salam dari Tuhannya. Sampaikan berita gembira kepadanya mengenai sebuah rumah di dalam surga yang dibuat dari mutiara, di dalamnya tidak ada kebisingan dan kesusahan&lt;strong&gt;”(&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;HR Bukhari)&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mau jadi seperti Khadijah...bertetangga dengan Rasul di surga?? &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hak cipta milik Alloh swt semata. Jemari ini hanya menuliskan sesuatu yang telah menjadi milik-Nya&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22872034-8207468427426639590?l=azzahrablogs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/feeds/8207468427426639590/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22872034&amp;postID=8207468427426639590' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/8207468427426639590'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/8207468427426639590'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/2009/02/aku-cantik.html' title='Aku Cantik...??'/><author><name>Rany Agustina Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06151837328781852218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-XvLDZTgnOL8/TseNFyCboQI/AAAAAAAAAPU/1_uEYSPMXKU/s220/ucul.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_kajVv3_kSMI/SZLGeCWFKoI/AAAAAAAAAJU/U7Gz4iPL4Wo/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22872034.post-7115398070859290029</id><published>2009-02-04T19:56:00.000-08:00</published><updated>2009-02-09T00:17:14.182-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wanita'/><title type='text'>Kritik Novel Perempuan Berkalung Sorban</title><content type='html'>catatanku hari ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Kritik Novel Perempuan Berkalung Sorban&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penulis : Abidah El Khalieqy&lt;br /&gt;Penerbit : YKF&amp;amp;Ford Foundation, Arti Bumi Intaran&lt;br /&gt;Jumlah Halaman : 320 halaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Terjebak oleh pencarian makna yang lebih dalam dari filmnya...akhirnya ‘terpaksa’ membeli novelnya..(lebih tepatnya dipaksa oleh rasa penasaran sih ).Ga hanya beli novelnya..jadi penasaran sama sosok penulisnya...’terpaksa’ beli novel Geni Jora nya juga. Awalnya sih novel ini mirip dengan filmnya, sama-sama bercerita tentang pembebasan perempuan..tapi lama-lama kok kerasa beda.. novelnya mulai kehilangan makna itu...bahkan menguapkan semua nilai yang ada. Bukannya dapet sesuatu eh malah makin gelisah setelah baca novel ini.. dan yang paling menyedihkan........akhirnya terlalu dipaksakan...ga jelas apa yang sebenarnya diperjuangkan oleh sang tokoh utama. Hanya sekedar memenuhi kebahagiaan hidupnya sendiri, dengan caranya sendiri.........ga ideologis. Kukira....Feminisme salah kaprah&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Berpikir lebih mendalam tentang film ini..terlepas dari segala pro kontra yang ada di masyarakat, terjadi paradoksal cita-cita yang diharapkan dari tokoh perempuan. Menentang seluruh aturan Islam yang seakan menempatkan wanita menjadi makhluk nomor dua, tetapi justru berusaha meraih nilai maskulin itu. Akhirnya menempatkan nature dan nurture pada posisi vis a vis. Aturan Islam banyak ditafsirkan ulang. Kritik terhadap jilbabnya justru menafikan kewajiban jilbab dan kerudung itu sendiri. Mendewakan akal...menempatkan fakta bukan sebagai objek tetapi subjek dalam berpikir.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Stigma pesantren jadi tercemar..seakan-akan memang lumrah jika harus terjadi pembaharuan kurikulum menuju ‘modernisasi’...well..!!&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Mm..makin terasa ada sesuatu di balik pencetakan ulang buku ini....menurutku ini bukan pencerdasan, justru pembodohan !!Ups...&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Kenapa ya yang semakin komersil seringkali harus mengalami kelunturan nilai dan makna..?&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Mengapa buku yang ditulis 8 tahun yang lalu kini dicetak ulang dan difilmkan...??&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Sedikit kontroversial mungkin....apapun yang terjadi, film ini tetap membawa banyak arti untukku... :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hak cipta milik Alloh swt semata. Jemari ini hanya menuliskan sesuatu yang telah menjadi milik-Nya&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22872034-7115398070859290029?l=azzahrablogs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/feeds/7115398070859290029/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22872034&amp;postID=7115398070859290029' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/7115398070859290029'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/7115398070859290029'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/2009/02/kritik-novel-perempuan-berkalung-sorban.html' title='Kritik Novel Perempuan Berkalung Sorban'/><author><name>Rany Agustina Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06151837328781852218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-XvLDZTgnOL8/TseNFyCboQI/AAAAAAAAAPU/1_uEYSPMXKU/s220/ucul.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22872034.post-2685808076359402218</id><published>2009-01-26T05:52:00.000-08:00</published><updated>2009-01-29T17:06:44.753-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wanita'/><title type='text'>Tentang Perempuan Berkalung Sorban</title><content type='html'>catatanku hari ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tentang Perempuan Berkalung Sorban&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Apakah seorang wanita terhina karena ia memiliki rahim?Lantas mengapa wanita tidak boleh bermain kuda...tidak boleh menjadi ketua kelas...Hanya karena ia wanitakah?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_kajVv3_kSMI/SYJSiZ_nEZI/AAAAAAAAAIc/Dq6-qbwYVzA/s1600-h/23mab60.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 148px; height: 160px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_kajVv3_kSMI/SYJSiZ_nEZI/AAAAAAAAAIc/Dq6-qbwYVzA/s400/23mab60.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296886862787842450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seorang kecil Annisa, yang demikian gelisah karena ia ingin bermain kuda namun dilarang oleh sang abi dan aturan ketat pesantren Jombang. Kegelisahan itu kian menjadi dengan meningkatnya benturan pemikiran yang dimilikinya, yang tak pernah dapat ditolerir oleh pesantren. Annisa adalah seorang gadis yang ingin bebas, ingin melihat dunia luar, ingin menyerap semua ilmu. Konflik itu kian menjadi ketika ia dihadapkan pada ‘pilihan’ (paksaan) untuk menikah dengan anak kyai besar sahabat ayahnya. Ternyata bungkus sarjana dan anak kyai yang melekat pada suaminya tidak otomatis membentuk isi kepribadiannya. Pernikahannya bagai neraka yang seakan tak pernah dapat keluar darinya, dari pintu bayangan talak sang suami dan stigma istri durhaka. Hingga sang suami menduakan dan menyiksanya, secara fisik, seksual, dan batin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Mengapa suamimu menikah lagi ? Itu karena kamu tidak memberikan pelayanan yang terbaik baginya. Karena kamu mandul”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(perkataan sang mertua pada Annisa)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga suatu hari ia pergi melarikan diri dengan membawa noda. Berusaha bebas mencari makna yang selama ini hilang dari hidupnya, berdiri dengan kakinya sendiri, bukan diapit ketiak seseorang. Ia belajar dengan tertatih dari kurungan penyiksaan, berdiri dengan nanar, bersandar pada peneduh hati, hingga belajar berlari sendiri membawa angin untuk ikut menari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well,&lt;br /&gt;Menurutku&lt;br /&gt;Film ini....membawa banyak arti..&lt;br /&gt;Walau banyak juga hal yang harus diluruskan. Menjadi perempuan bukanlah sebuah legitimasi untuk dipinggirkan dan dijadikan mesin pelayan serta pencetak anak. Seorang perempuan boleh main kuda, boleh menjadi ketua kelas, boleh kuliah...&lt;br /&gt;Seorang perempuan harus menjaga kemuliaan dan kehormatannya, bahkan dari suaminya. Bingkai pernikahan adalah bil ma’ruf, kedua belah pihak saling menghormati, dan menghargai. Bahkan harus saling menyokong ketika hak dan kewajiban masing2 belum dapat tertunaikan dengan sempurna.&lt;br /&gt;Tidak hitam putih...&lt;br /&gt;Laki-laki memiliki andil&lt;br /&gt;Bukan hanya kesalahan perempuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi perempuan adalah sebuah kemuliaan. Di kakinya lah letak surga. Pilihan perempuan adalah dengan kebebasan, bukan paksaan. Karena kebebasan memilih itulah yang akan menjadikan keikhlasan dan kerelaan dalam berbuat.&lt;br /&gt;Biarkan benturan itu menghantamnya, karena itulah yang akan membuatnya kuat. Biarkan warna berpadu teraduk dengan sempurna, hingga suatu hari ini dapat menemukan hitam dan putih, dan tersenyum menatap abu-abu.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukalah pintu dan kurungan itu perempuan...&lt;br /&gt;Berdirilah dengan kakimu...&lt;br /&gt;Carilah ilmu itu...carilah kebenaran itu...&lt;br /&gt;Karena di tangan kaulah ketenangan pernikahan akan terwujud&lt;br /&gt;Di tangan kaulah generasi Islam akan terbina&lt;br /&gt;Dan di tangan kaulah pondasi negara kan terpancang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Ustadz,  jika seorang wanita berdosa karena meminta cerai pada suaminya yang berpoligami, lantas apakah seorang laki-laki tidak berdosa jika ia menjatuhkan talak, padahal istrinya berusaha mempertahankan pernikahannya ?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(pertanyaan Annisa)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hak cipta milik Alloh swt semata. Jemari ini hanya menuliskan sesuatu yang telah menjadi milik-Nya&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22872034-2685808076359402218?l=azzahrablogs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/feeds/2685808076359402218/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22872034&amp;postID=2685808076359402218' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/2685808076359402218'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/2685808076359402218'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/2009/01/tentang-perempuan-berkalung-sorban.html' title='Tentang Perempuan Berkalung Sorban'/><author><name>Rany Agustina Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06151837328781852218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-XvLDZTgnOL8/TseNFyCboQI/AAAAAAAAAPU/1_uEYSPMXKU/s220/ucul.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_kajVv3_kSMI/SYJSiZ_nEZI/AAAAAAAAAIc/Dq6-qbwYVzA/s72-c/23mab60.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22872034.post-4587896874639059548</id><published>2009-01-08T02:15:00.000-08:00</published><updated>2009-01-29T17:09:12.846-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatanku'/><title type='text'>Belajar tersenyum dan menikmati hidup…</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;catatanku hari ini...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Belajar tersenyum dan menikmati hidup…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Tentang ‘Secret Garden’ &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;“Kutukan telah sirna. Paman belajar tertawa dan aku belajar menangis. Taman rahasia sekarang selalu terbuka, bangkit, dan hidup. Jika kau memandang hidup dengan benar, kau akan lihat bahwa seluruh dunia adalah taman”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Film ini lebih dari sekedar film anak-anak. Saat film anak kini hanya menceritakan tentang petualangan semata, tapi film ini menurutku menceritakan lebih dari itu. Tentang ketegaran, bahagia, dan menikmati hidup. Membuang penjara dan kurungan serta menemukan bahwa sinar mentari dan dunia begitu indah. Tentang Mary dan Collin. Dua karakter yang mungkin pernah ada dalam diri kita. Mary, seorang yang terbuang, tapi mampu bersikap tegar dan keras seperti batu. Ia belajar menghadapi hidup, lepas dari kemanjaannya, dan yang terpenting..ia belajar untuk tersenyum. Bahwa di rumahnya ada keindahan taman yang terlupakan. Di dunia ada bagian kebahagiaan yang enggan kita sentuh dan raih. Ada cinta dan kasih untuknya. Walaupun sebenarnya ia yang mendatangkan seluruh cinta itu di taman dan rumah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Juga tentang Collin, anak laki-laki yang ceria dan periang. Namun terpenjara oleh jendela yang selalu tertutup rapat dan tempat tidur. Kekhawatiran yang berlebihan akan debu membuatnya takut pada angin dan sinar matahari, menjadikannya pucat dan lumpuh- tak ubahnya seperti mayat hidup. Kemanjaannya dan pandangannya akan hidup membuatnya takut melihat senyuman. Apatis terhadap hidup. Padahal ia memiliki sejuta kelebihan dan keceriaan yang terpendam. Mary mengubah hidup Collin dengan membuang kurungan itu, mengajaknya melihat sinar mentari, dan yang terpenting…Mary mengajaknya menyusuri taman rahasia itu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Seringkali kita menganggap hidup begitu kejam dan susah. Terkadang kita menjadi sosok Mary, yang angkuh dan marah. Atau seperti Collin, yang apatis dan tersiksa. Dua karakter ini membawa kita ke sebuah dunia yang sama: tidak menikmati hidup, tidak menikmati seluruh perjalanan dan perjuangan. Hanya menganggapnya sebagai sebuah beban dan tugas yang tak pernah selesai. Hingga memberikan senyuman tulus terasa susah, tertawa susah, marah susah, bahkan menangis pun susah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Tertawalah jika kau ingin tertawa….menangislah ketika kau merasa sedih. Ada dunia di luar sana yang menunggumu memberikan kebahagiaan itu. Hanya kebahagiaan….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hak cipta milik Alloh swt semata. Jemari ini hanya menuliskan sesuatu yang telah menjadi milik-Nya&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22872034-4587896874639059548?l=azzahrablogs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/feeds/4587896874639059548/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22872034&amp;postID=4587896874639059548' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/4587896874639059548'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/4587896874639059548'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/2009/01/belajar-tersenyum-dan-menikmati-hidup.html' title='Belajar tersenyum dan menikmati hidup…'/><author><name>Rany Agustina Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06151837328781852218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-XvLDZTgnOL8/TseNFyCboQI/AAAAAAAAAPU/1_uEYSPMXKU/s220/ucul.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22872034.post-7964579506149293721</id><published>2008-12-22T00:06:00.000-08:00</published><updated>2008-12-22T00:28:48.565-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wanita'/><title type='text'>Wanita..Untuk Dimuliakan Bukan Direndahkan</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Saat Hari Ibu...mereka harus dinistakan...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Nazreen Nawaz, Women’s Media Representative of Hizb ut-Tahrir Britain said, &lt;strong&gt;“The recent report that 28 Muslim women were arrested for alleged ‘religious extremism’, filmed for a pornographic video and then warned that similar videos would be shot if they did not confess to a crime are the&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; latest chapter in the Karimov regime’s brutal campaign against Muslims who speak out against its tyranny and oppression.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“It is now self-evident that millions in Central Asia and &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;across the Muslim world yearn to see the return of the Shariah and Islamic Khilafah state to their lands. Unlike the existing regimes, the Khilafah will liberate the region from dictatorships, safeguard the honour of women and end the collusion with foreign powers in their so called war on terror.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“With Allah’s help and with renewed determination, we w&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;ill ensure that these women do not stand alone in their prison cells but that thousands across the world will keep up an unrelenting campaign to expose their plight, speak on their behalf and expose the debased actions of a regime that will soon be confined to the dustbin of history.”&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_kajVv3_kSMI/SU9PKB1W7-I/AAAAAAAAAH8/d8UfvsxgAYM/s1600-h/captkar10503081542pakistanwome.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 384px; height: 261px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_kajVv3_kSMI/SU9PKB1W7-I/AAAAAAAAAH8/d8UfvsxgAYM/s400/captkar10503081542pakistanwome.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5282527921638404066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/miyuki/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.jpg" alt="" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hak cipta milik Alloh swt semata. Jemari ini hanya menuliskan sesuatu yang telah menjadi milik-Nya&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22872034-7964579506149293721?l=azzahrablogs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/feeds/7964579506149293721/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22872034&amp;postID=7964579506149293721' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/7964579506149293721'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/7964579506149293721'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/2008/12/wanitauntuk-dimuliakan-bukan.html' title='Wanita..Untuk Dimuliakan Bukan Direndahkan'/><author><name>Rany Agustina Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06151837328781852218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-XvLDZTgnOL8/TseNFyCboQI/AAAAAAAAAPU/1_uEYSPMXKU/s220/ucul.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_kajVv3_kSMI/SU9PKB1W7-I/AAAAAAAAAH8/d8UfvsxgAYM/s72-c/captkar10503081542pakistanwome.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22872034.post-1265797100233397801</id><published>2008-12-21T23:26:00.000-08:00</published><updated>2009-01-10T05:05:37.833-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wanita'/><title type='text'>Bunda..selamat hari ibu</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mom..Bunda..Omaji..Mother..Ummi..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 204);font-size:180%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Happy Mother's Day &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="poemtitle"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(115, 198, 79);font-family:Verdana;font-size:130%;"  &gt;&lt;em&gt;a MOTHER'S LOVE&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 0, 204);font-size:130%;" &gt;      &lt;/span&gt;                   &lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 0, 204);"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:webdings;" &gt;A Mother's love is something&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 0, 204);"&gt;  &lt;span style="font-style: italic;font-family:webdings;" &gt; that no on can explain,&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic;font-family:webdings;" &gt; It is made of deep devotion&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic;font-family:webdings;" &gt; and of sacrifice and pain,&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic;font-family:webdings;" &gt; It is endless and unselfish&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic;font-family:webdings;" &gt; and enduring come what may&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic;font-family:webdings;" &gt; For nothing can destroy it&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic;font-family:webdings;" &gt; or take that love away . . .&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic;font-family:webdings;" &gt; It is patient and forgiving&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic;font-family:webdings;" &gt; when all others are fors&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 0, 204);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:webdings;" &gt;aking,&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic;font-family:webdings;" &gt; And it never fails or falters&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic;font-family:webdings;" &gt; even though the heart is breaking . . .&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic;font-family:webdings;" &gt; It believes beyond believing&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic;font-family:webdings;" &gt; when the world around condemns,&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic;font-family:webdings;" &gt; And it glows with all the beauty&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic;font-family:webdings;" &gt; of the rarest, brightest gems . . .&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic;font-family:webdings;" &gt; It is far beyond defining,&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic;font-family:webdings;" &gt; it defies all explanation,&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic;font-family:webdings;" &gt; And it still remains a secret&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic;font-family:webdings;" &gt; like the mysteries of creation . . .&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic;font-family:webdings;" &gt; A many splendoured miracle&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic;font-family:webdings;" &gt; man cannot understand&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic;font-family:webdings;" &gt; And another wondrous evidence&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic;font-family:webdings;" &gt; of God's tender guiding hand.&lt;/span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 128, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Who is a mother?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 128, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 128, 0);font-size:100%;" &gt;Who is a mother?&lt;br /&gt;a mother is a woman,&lt;br /&gt;a wife, a child-bearer&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 128, 0);font-size:100%;" &gt;and a home maker..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Who is a mother?&lt;br /&gt;A mother is a great teacher,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 128, 0);font-size:100%;" &gt;a knowledge passer, a great mentor&lt;br /&gt;and a hope planter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Who is a mother?&lt;br /&gt;a mother is a foreseer&lt;br /&gt;a future builder, a great thinker&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 128, 0);font-size:100%;" &gt;and a role-model.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Who is a mother?&lt;br /&gt;a mother is a motivator,&lt;br /&gt;a creative person, a talent flourisher&lt;br /&gt;and a potential unlocker.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 128, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;Who is a mother?&lt;br /&gt;a mother is a problem solver,&lt;br /&gt;a peace maker, a sensitive person&lt;br /&gt;and a risk taker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Who is a mother?&lt;br /&gt;a mother is a compassionate person,&lt;br /&gt;a shoulder to lean on, and the&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 128, 0);font-size:100%;" &gt;first person to talk to, in times of crises.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102); font-style: italic;font-size:180%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;That's why I'm happy to be a woman...&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Thanks Mom..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 51, 102);"&gt;Izinkan pada suatu hari, aku merasakan pengorbanan itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Says...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_kajVv3_kSMI/SU9NldahwJI/AAAAAAAAAH0/CdTADfZ2ELs/s1600-h/123.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 408px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_kajVv3_kSMI/SU9NldahwJI/AAAAAAAAAH0/CdTADfZ2ELs/s400/123.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5282526193875271826" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 51, 102);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hak cipta milik Alloh swt semata. Jemari ini hanya menuliskan sesuatu yang telah menjadi milik-Nya&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22872034-1265797100233397801?l=azzahrablogs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/feeds/1265797100233397801/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22872034&amp;postID=1265797100233397801' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/1265797100233397801'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/1265797100233397801'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/2008/12/bundaselamat-hari-ibu.html' title='Bunda..selamat hari ibu'/><author><name>Rany Agustina Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06151837328781852218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-XvLDZTgnOL8/TseNFyCboQI/AAAAAAAAAPU/1_uEYSPMXKU/s220/ucul.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_kajVv3_kSMI/SU9NldahwJI/AAAAAAAAAH0/CdTADfZ2ELs/s72-c/123.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22872034.post-3700629024280285452</id><published>2008-12-10T00:04:00.000-08:00</published><updated>2008-12-10T00:18:43.932-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wanita'/><title type='text'>Wajah Rumah Tangga Dalam Dua Peradaban : Barat dan Islam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_kajVv3_kSMI/ST96qPaoRPI/AAAAAAAAAGc/2_L-nT78E7I/s1600-h/59.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 195px; height: 195px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_kajVv3_kSMI/ST96qPaoRPI/AAAAAAAAAGc/2_L-nT78E7I/s400/59.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278072154412827890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-weight: bold; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Wajah Rumah Tangga Dalam Dua Peradaban : Barat dan Islam&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;By: azZahra &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Dari sudut pandang Islam, mempertanyakan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan adalah seperti mendiskusikan kesetaraan antara bunga mawar dan yasmin. Masing-masing memiliki aroma, warna, bentuk, dan keindahan, yang membuat sebuah taman tampak sempurna. Laki-laki dan wanita tidak sama. Masing-masing memiliki ciri dan karakteristik tersendiri dalam kerangka saling melengkapi, bukan saling menggantikan” &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Barat: Berawal dari Feminisme &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Gagasan kesetaraan laki-laki dan perempuan sesungguhnya tidak terlepas dari sejarah kelam misoginis Barat di abad-18 dalam memandang rendah perempuan. Dominasi mitologi filsafat dan teologi gereja saat itu memposisikan perempuan sebagai sumber godaan dan kejahatan. Perempuan direndahkan dan dinistakan. Kemudian, masa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;renaissance&lt;/span&gt; menginspirasi para perempuan untuk memperjuangkan hak-haknya, terutama yang terkait dengan sektor publik. Kaum perempuan mulai menginginkan kesetaraan dan persamaan secara mutlak dengan kaum laki-laki. Akhirnya, mereka bersaing dengan laki-laki untuk memperoleh posisi tawar dalam upaya pelepasan ikatan nilai dan tradisi patriarki yang membelenggu. Namun ternyata kondisi perjuangan mati-matian perempuan di sektor publik dan sektor domestik yang bersamaan, makin membelenggu mereka sendiri. Inilah yang menurut kalangan feminis dianggap sebagai sebuah ketimpangan, ketidakadilan, atau disparitas gender. Untuk itu, salah satu perjuangan feminis radikal adalah menyerang dan menolak institusi keluarga (sektor domestik) dan sistem patriarkal, yang menurut mereka merupakan simbol dominasi laki-laki terhadap perempuan. Berangsur-angsur metode itu mengalami reformasi, karena banyaknya penolakan. Hingga jalan mereka yang lebih realistis kini adalah dengan mengubah struktur pembagian tugas kehidupan dengan kebebasan menentukan tugas antara suami dan istri, seperti yang diusung oleh post-feminisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan suami istri yang ideal menurut feminis dilandaskan pada hubungan kemitraan, atas dasar kerelaan masing-masing pihak dalam menentukan perannya-menjadi seorang ibu atau ayah. Sehingga dengan adanya perombakan peran ini, diharapkan secara perlahan akan mengubah sistem patriarki yang ada di masyarakat dan tercapailah kesetaraan yang dimaksud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Wajah Kelam Pernikahan ala Barat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Sebuah majalah di Amerika, Better Homes and Gardens menggulirkan satu pertanyaan kepada pembacanya: “Apakah Anda pikir kehidupan berkeluarga di Amerika Serikat tengah menghadapi banyak permasalahan?” Sebanyak 7,6% koresponden mengiyakan pertanyaan tersebut dan 85% dari pembacanya menyatakan bahwa harapan mereka untuk merasakan hidup yang bahagia dalam sebuah keluarga belum terpenuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecenderungan bunuh diri di kalangan remaja yang berumur 10 sampai 20 tahun meningkat tiga kali lipat per tahunnya sejak tahun 1950 (TIME, 23 Maret 1987)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diperkirakan 3,2 juta anak-anak Amerika menyaksikan kekerasan rumah tangga setiap tahunnya (Robert AR, Bettered Women and Their Families)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar sepertiga wanita Amerika (31%) dinyatakan mengalami penyiksaan fisik maupun seksual oleh suami atau pacarnya (Commonwealth Fund Survey, 1998)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebanyak 324.000 wanita setiap tahunnya mengalami kekerasan dari pasangannya selama masa kehamilannya (National Violence Against Women Survey, 2000)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga perempat wanita (76%) dilaporkan telah mengalami perkosaan dan atau penganiayaan fisik sejak umur 18 tahun yang dilakukan oleh mantan atau pasangan kumpul kebo, suami, atau pacarnya sekarang (US Department of Justice, 1998)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta-fakta di atas hanyalah cuplikan kecil dari episode kelam rumah tangga yang ada di Barat kini. Peran antara suami dan istri yang hanya dilandasi oleh pembagian tugas tanpa ikatan ideologi yang benar hanya akan membuahkan kebosanan dan kejenuhan. Hal ini akan berujung pada perselingkuhan, tukar pasangan, KDRT, ataupun perceraian. Akhirnya keluarga tak mampu lagi menjadi ‘surga’ bagi ayah, ibu, maupun anak-anak. Lambat laun tak ada lagi ketentraman dan kedamaian yang terasa. Hanya tuntutan tanpa bimbingan dan teladan. Anak-anak merasa kering akan tujuan hidup dan tumbuh di bawah tekanan. Akhirnya terpaksa lingkungan menjadi jawaban pelarian terakhir sang anak. Tak hanya itu, fakta berkembangluasnya bank sperma di Barat menjadi bukti keapatisan masyarakat Barat akan institusi keluarga. Akibatnya nasab (garis keturunan) semakin morat marit, banyak anak yang tidak tahu bapaknya, dan kekacauan semakin menjadi-jadi. Kesetaraan dan kebebasan perempuan yang digencarkan justru membawa kerapuhan dan runtuhnya struktur keluarga, meningkatnya angka perceraian, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;free sex&lt;/span&gt;, dan aborsi, dilema wanita karir, sindrom c&lt;span style="font-style: italic;"&gt;inderella complex&lt;/span&gt;, pelecehan seksual, anak-anak bermasalah, dan sebagainya. Masyarakat yang terbentuk justru adalah masyarakat yang penuh dengan konflik karena tidak adanya ketentraman dan kepastian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pernikahan Islam Ideologis : Berawal dari Keimanan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam Islam, pernikahan haruslah dilandasi akan keimanan (aqidah) yang kokoh, bukan manfaat ataupun kepentingan, semata-mata hanya untuk beribadah kepadanya. Pernikahan adalah ikatan yang teramat berat (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;mitsaqaa ghalizan&lt;/span&gt;), yang terkait dengan hakikat dan tujuan hidup. Kehidupan suami istri bukanlah dalam konteks kemitraan, kontrak kerja atau sosial, maupun kepemimpinan absolut, akan tetapi persahabatan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;shahibah&lt;/span&gt;). Satu sama lain merupakan sahabat sejati dalam segala hal. Persahabatan antara keduanya adalah persahabatan yang mampu melahirkan ketentraman dan kedamaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir” &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(QS ar-Rum 21)&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks ini, syariat Islam telah menjelaskan apa yang menjadi hak istri atas suaminya dan hak suami atas istrinya. Artinya, hak yang dimiliki atas suaminya adalah sama sebagaimana hak suami atas istrinya. Ibnu ‘Abbas pernah bertutur Para istri berhak untuk merasakan suasana persahabatan dan pergaulan yang baik dari suami mereka, sebagaimana mereka pun berkewajiban untuk melakukan ketaatan dalam hal yang memang diwajibkan atas mereka terhadap suami mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula Allah Swt telah memerintahkan para suami agar berlaku baik pada istrinya, tidak membuatnya cemberut, lemah lembut dalam bertutur kata, tidak bertindak keji dan kasar. Sabda Rasulullah Saw : &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Hendaklah kalian bertakwa kepada Allah dalam urusan kaum wanita, karena kalian telah mengambilnya sebagai amanat dari Allah, dan kalian pun telah menjadikan kehormatan mereka halal dengan kalimat Allah”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun dalam bingkai persahabatan, Allah telah menetapkan kepemimpinan rumah tangga berada di tangan suami. Artinya, suami adalah pemimpin istrinya. Allah pun telah menjadikan suami sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;qawwam&lt;/span&gt; (pihak yang bertanggung jawab) atas istrinya,dan seorang istri diperintahkan untuk memberikan ketaatan kepada suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma'ruf. Akan tetapi para suami, mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(QS Al Baqarah 228)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan demikian: Rasulullah saw pernah bertanya kepada seorang wanita, “Apakah engkau sudah bersuami?” Wanita itu menjawab, “Ya”. Beliau lantas berkata, “Sesungguhnya ia (suami) adalah surga atau nerakamu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika seorang istri membangkang kepada suaminya, maka Allah telah memberikan hak kepada suami untuk memberikan pelajaran terhadap istrinya, sebagaimana firman-Nya&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya (pembangkangannya), maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar” &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(QS an-Nisa 34)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukulan yang dimaksud di sini merupakan pukulan yang ringan, yaitu yang tidak membahayakan. Posisi suami sebagai penanggung jawab dan kepemimpinannya atas istri di dalam rumah bukan berarti menjadikan dirinya sebagai orang yang bertindak secara otoriter di dalam rumah atau seperti seorang penguasa yang tidak dapat dilanggar perintahnya. Akan tetapi, kepemimpinan suami di dalam rumah hanya berlaku dalam pengurusan dan pengelolaan urusan-urusan rumah tangga saja, bukan dalam hal kekuasaan dan hak memerintah di dalam rumah tangga. Oleh karena itu, seorang istri berhak menjawab ucapan suaminya, berdiskusi dengannya, dan membahas apa saja yang dikatakannya. Sebab, pada dasarnya keduanya adalah dua orang sahabat, bukan pihak yang memerintah dan yang diperintah, atau penguasa dan bawahan. Keduanya bersahabat karib. Hanya saja, kepemimpinan dalam pengelolaan dan pengurusan rumah tangga keduanya diberikan kepada salah satu di antara mereka berdua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membangun sebuah rumah tangga seperti mengendalikan kapal di lautan. Membutuhkan adanya kepemimpinan dan pembagian fungsi masing-masing, hingga tercapai ketentraman dan ketenangan seluruh penghuni kapal. Keterkekangan adalah sebuah pilihan untuk dijalani dengan keterpaksaan atau kerelaan. Karena hidup butuh pengaturan dan pengekangan, tidak memuaskan naluri begitu saja ataupun mengeliminasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahua'lam bi ash-shawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hak cipta milik Alloh swt semata. Jemari ini hanya menuliskan sesuatu yang telah menjadi milik-Nya&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22872034-3700629024280285452?l=azzahrablogs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/feeds/3700629024280285452/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22872034&amp;postID=3700629024280285452' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/3700629024280285452'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/3700629024280285452'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/2008/12/wajah-rumah-tangga-dalam-dua-peradaban.html' title='Wajah Rumah Tangga Dalam Dua Peradaban : Barat dan Islam'/><author><name>Rany Agustina Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06151837328781852218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-XvLDZTgnOL8/TseNFyCboQI/AAAAAAAAAPU/1_uEYSPMXKU/s220/ucul.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_kajVv3_kSMI/ST96qPaoRPI/AAAAAAAAAGc/2_L-nT78E7I/s72-c/59.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22872034.post-8646931410401727578</id><published>2008-11-25T00:40:00.000-08:00</published><updated>2008-11-25T21:07:01.551-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wanita'/><title type='text'>Terprogram untuk berbeda: Siapa memimpin siapa ?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;catatanku hari ini...(blum jadi inih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laki-laki dan perempuan pada dasarnya terprogram untuk berbeda. Walaupun sejumlah perbedaan itu dihasilkan dari pola asuh dan pengaruh sosial, namun peran perbedaan biologis pun sangat besar. Mengapa seringkali kemudian mempersalahkan soal &lt;span style="font-style: italic;"&gt;nurture&lt;/span&gt; padahal secara &lt;span style="font-style: italic;"&gt;nature&lt;/span&gt; sudah berbeda ? Lantas, apakah kemudian dapat menyalahkan nature bila terdapat ketidakadilan gender ? Apakah kemudian perempuan menjadi rendah hanya karena ia memiliki rahim ?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Edward O. Wilson, ahli sosio-biologi ternama dari Harvard University, melakukan penelitian tentang perbedaan psiko-biologis yang ada pada laki-laki dan perempuan. Dia menemukan bahwa otak perempuan memiliki &lt;span style="font-style: italic;"&gt;corpus callosum&lt;/span&gt;, yaitu sekelompok saraf yang menghubungkan otak belahan kanan dan kiri, yang lebih besar. Jalinan ini, yang menghasilkan saling komunikasi di antara kedua belahan, dimiliki laki-laki lebih kecil sebesar 25% daripada yang dimiliki perempuan. Gampangnya, perempuan memiliki jalan raya superbesar yang menghubungkan antara perasaan mereka dengan percakapan, sedangkan laki-laki memiliki jalan-jalan kecil dengan banyak rambu stop. Lainnya, koneksi yang lebih kuat antara bagian-bagian otak yang berlainan meningkatkan kemampuan perempuan untuk melakukan multitugas. Sedangkan hal yang sebaliknya terjadi pada laki-laki, yang membuat otak mereka terspesialisasi. Stres pada laki-laki relatif lebih mudah diatasi dibandingkan stres pada perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laki-laki dan perempuan memiliki dua jenis otak yang berbeda, yang sama-sama didesain untuk perilaku cerdas. Laki-laki memiliki kira-kira 6,5 kali lebih banyak zat abu-abu daripada perempuan. Perempuan memiliki hampir 10 kali zat putih dibandingkan laki-laki. Pusat pemrosesan informasi terletak pada zat abu-abu. Koneksi di antara pusat pemrosesan ini terdiri dari zat putih. Perbedaan ini menjelaskan mengapa laki-laki lebih menguasai tugas yang melibatkan prosessing local zat abu-abu, seperti matematika, sedangkan perempuan lebih mahir dalam mengintegrasikan dan mengasimilasikan informasi dari area zat abu-abu, akibat banyaknya zat putih yang menghubungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan yang ada antara laki-laki dan perempuan bukanlah merupakan hambatan atau bahkan menjadi legitimasi diskriminasi yang satu dengan lainnya. Justru adanya perbedaan naluriah ini menjadikan keduanya saling melengkapi dan memiliki fungsinya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Laki-laki itu adalah pemimpin bagi perempuan… &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara psiko-biologis jelaslah bahwa antara laki-laki dan perempuan telah terprogram untuk berbeda. Masing-masing relatif memiliki kelebihan dan kekurangan di wilayah yang berbeda. Kita akan dapat melihat kombinasi yang indah antara kedua sifat ini dalam aturan Islam terkait pergaulan antara laki-laki dan perempuan, khususnya pernikahan. Ketika para feminis radikal dan liberal menyerukan perang terhadap patriarki ataupun epistemologi lain tentang penindasan terhadap perempuan (a.k.a pernikahan). Atau ketika feminis gelombang ketiga (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;post-feminist&lt;/span&gt;) menyerukan pernikahan adalah hubungan kemitraan. Aturan Islam datang dengan paradigmanya yang berbeda tentang pernikahan. Dalam Islam, kehidupan suami istri bukanlah suatu kemitraan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;syarikah&lt;/span&gt;), kepemimpinan absolut (diktator), ataupun kontrak sosial. Kehidupan suami istri dalam Islam digambarkan sebagai hubungan persahabatan (s&lt;span style="font-style: italic;"&gt;hahibah&lt;/span&gt;). Mereka tidak dipaksa untuk menjalani pergaulan sepanjang hidupnya. Pergaulan antara keduanya adalah pergaulan dalam konteks persahabatan. Satu sama lain merupakan sahabat sejati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan-kelebihan naluriah yang dimiliki laki-laki mendukungnya untuk menjadi pemimpin.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum perempuan, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka perempuan yang shalih, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Perempuan-perempuan yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar”&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(QS AnNisa 34)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ath-Thabari menafsirkan kata ‘&lt;span style="font-style: italic;"&gt;arrijalu qawwamuna ‘alaa nisaa&lt;/span&gt;’ dengan ‘kaum laki-laki berfungsi mendidik dan membimbing istri-istri mereka dalam melaksanakan kewajiban terhadap Allah dan para suami’. Az-Zamakhsyari menafsirkan dengan ‘kaum laki-laki berfungsi sebagai yang memerintah dan melarang kaum perempuan sebagaimana pemimpin berfungsi terhadap rakyatnya. Dengan fungsi itu laki-laki dinamai qawwam’. Menurut Ibnu Katsir, ‘suami adalah qawwam atas istri dalam arti dia adalah pemimpin, pembesar, penguasa, dan pendidiknya jika sang isteri bengkok’. Sementara itu Al-Alusi menafsirkan bahwa ‘tugas kaum laki-laki adalah memimpin kaum perempuan sebagaimana pemimpin memimpin rakyatnya yaitu dengan perintah, larangan, dan yang semacamnya’. Penafsiran yang sejalan dengan mufasir klasik tersebut juga dikemukakan oleh Muhammad Abduh. Tetapi beliau menambahkan, bahwa tugas pemimpin hanyalah mengarahkan, bukan memaksa, sehingga yang dipimpin tetap bertindak berdasarkan kehendak dan pilihannya sendiri, bukan dalam keadaan terpaksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, dalam bingkai Islam, seorang suami adalah pemimpin bagi keluarga. Istri pun adalah pemimpin dan pengurus urusan rumah tangga. Seringkali, aturan ini dianggap sebagai bentuk penindasan terhadap perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hak cipta milik Alloh swt semata. Jemari ini hanya menuliskan sesuatu yang telah menjadi milik-Nya&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22872034-8646931410401727578?l=azzahrablogs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/feeds/8646931410401727578/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22872034&amp;postID=8646931410401727578' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/8646931410401727578'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/8646931410401727578'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/2008/11/terprogram-untuk-berbeda-siapa-memimpin.html' title='Terprogram untuk berbeda: Siapa memimpin siapa ?'/><author><name>Rany Agustina Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06151837328781852218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-XvLDZTgnOL8/TseNFyCboQI/AAAAAAAAAPU/1_uEYSPMXKU/s220/ucul.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22872034.post-4161728276802864056</id><published>2008-11-18T19:25:00.000-08:00</published><updated>2008-11-18T19:28:09.585-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatanku'/><title type='text'>re-posting...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_kajVv3_kSMI/SSOHqEzZ2wI/AAAAAAAAADo/6yQYiOkomUg/s1600-h/Dropped_in_the_rain_by_humminggirl.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 363px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_kajVv3_kSMI/SSOHqEzZ2wI/AAAAAAAAADo/6yQYiOkomUg/s400/Dropped_in_the_rain_by_humminggirl.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5270205145867213570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;catatanku hari ini...&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;re-posting...tulisan sekitar setahun yang lalu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sepucuk surat cinta untukku ^ ^&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;"Laksana cinta kayu yang telah terbakar menjadi abu sebelum sempat terulas di lisan..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Begitu pula cintaku, Sahabat..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Betapa ingin kuteriakan pada dunia betapa cinta ini begitu besar, walau nyatanya, tak sepatah kata sanggup terucap..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Duhai kau yang menjadi sahabatku.., izinkan aku mengatakan betapa aku sangat mencintaimu..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Maaf jika lirihan kata ini hanya berupa untaian kata sederhana.."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;"Untukmu yang pasti mengetahui untai kata yang kutulis di atas.."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;"Untuk sosokmu yang senantiasa ada di hatiku.., meskipun tak kujumpai saat ini.."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;"Maaf, ku tak mengerti, mengapa bibir ini senantiasa kelu tuk mengucap sepatah kata, 'aku mencintaimu'..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;meskipun demikian, jangan pernah ragukan aku..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Karena cinta yang terpatri begitu dalam di hati tak kan cukup terungkap dengan seribu pena dan sejuta tinta.."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;"Izinkan kubuktikan cinta ini, Sahabat..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Semasa nafasku masih menggema di panggung fana..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Semasa langkahku masih berpijak di bumiNya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Semasa pandangku masih dapat menatap langitNya.."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;"Izinkan kubuktikan cinta ini, Sahabat..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dengan senyum terindah yang kusiapkan khusus untukmu..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Dengan seribu perhatian yang selalu ada jika kau mau..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Dengan ratusan bantuan yang siap sedia jika kau perlu..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Dengan lantunan doa yang senantiasa teruntai untuk dirimu.."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;"Izinkan kubuktikan cinta ini, Sahabat.."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;"Karena, Insya Allah, aku selalu ada bersamamu..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Menapaki rintang perjuangan ini.."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;"Aku bersumpah pada diriku..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tak kan pernah kutinggalkan engkau berjuang sendirian..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Meski nyawaku tertaruh, tak kan kutinggalkan engkau berjuang sendirian..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Karena ikatan mabda' ini tak kan hilang hingga aku mati..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Karena ini pun tanda bukti cintaku padamu..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tanda bukti cintaku padaNya.."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;"Sahabat..,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Jangan pernah kau ragukan aku.."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sejuta kata indah terbungkam dalam seulas senyum termanis teruntuk sahabatku..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Untuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;azZahra&lt;/span&gt; yang selalu ada untukku, karena ia adalah sahabatku..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Aishiteru coz of Allah../\_/\&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Teruntuk Na...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ahabbaki ladzii ahbabtanii lahu...Semoga engkau dicintai Allah, yang karena-Nya engkau mencintaiku....&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Semoga Allah senantiasa memudahkan jalanmu..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Jalan kita untuk senantiasa bersua di ruang rindu hati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Ya Allah...pertemukanlah kami kelak di Jannah-Mu &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hak cipta milik Alloh swt semata. Jemari ini hanya menuliskan sesuatu yang telah menjadi milik-Nya&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22872034-4161728276802864056?l=azzahrablogs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/feeds/4161728276802864056/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22872034&amp;postID=4161728276802864056' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/4161728276802864056'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/4161728276802864056'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/2008/11/re-posting.html' title='re-posting...'/><author><name>Rany Agustina Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06151837328781852218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-XvLDZTgnOL8/TseNFyCboQI/AAAAAAAAAPU/1_uEYSPMXKU/s220/ucul.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_kajVv3_kSMI/SSOHqEzZ2wI/AAAAAAAAADo/6yQYiOkomUg/s72-c/Dropped_in_the_rain_by_humminggirl.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22872034.post-2851824480933953741</id><published>2008-11-18T03:02:00.000-08:00</published><updated>2008-11-18T19:21:33.781-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wanita'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_kajVv3_kSMI/SSOGMBfPMCI/AAAAAAAAADg/Yj-qcfC9rSw/s1600-h/beautiful_pinkie_flower.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_kajVv3_kSMI/SSOGMBfPMCI/AAAAAAAAADg/Yj-qcfC9rSw/s400/beautiful_pinkie_flower.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5270203530069618722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;catatanku hari ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Rasul&lt;br /&gt;orang yang akan merasakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;halwah iman&lt;/span&gt; (manisnya iman) adalah orang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya melebihi apapun,orang yang tidak ingin kembali kepada kekufuran, serta orang yang mencintai seseorang karena Allah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mm...mencintai seseorang karena Allah&lt;br /&gt;betapa indahnya...&lt;br /&gt;hanya berharap yang terbaik untuknya&lt;br /&gt;hanya ingin memberi dan tidak menuntut sesuatu darinya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hak cipta milik Alloh swt semata. Jemari ini hanya menuliskan sesuatu yang telah menjadi milik-Nya&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22872034-2851824480933953741?l=azzahrablogs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/feeds/2851824480933953741/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22872034&amp;postID=2851824480933953741' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/2851824480933953741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/2851824480933953741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/2008/11/catatanku-hari-ini_18.html' title=''/><author><name>Rany Agustina Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06151837328781852218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-XvLDZTgnOL8/TseNFyCboQI/AAAAAAAAAPU/1_uEYSPMXKU/s220/ucul.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_kajVv3_kSMI/SSOGMBfPMCI/AAAAAAAAADg/Yj-qcfC9rSw/s72-c/beautiful_pinkie_flower.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22872034.post-8573202426385264738</id><published>2008-11-15T23:09:00.000-08:00</published><updated>2008-11-15T23:20:33.637-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bioenergi'/><title type='text'>Bioenergi :  Solusi Alternatif vs Konspirasi ?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;catatanku hari ini...(tulisan terbaruku^^)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;By azZahra&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; “The Challenge is to build a new economy and to do it at wartime speed before we miss so many of the nature’s deadlines that the economic system begins to unravel”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Lester Brown, Earth Policy Institute)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bioenergi kini menjadi berita alternatif yang menawarkan solusi di tengah himpitan harga minyak mentah dunia yang terus meningkat. Setiap negara di dunia kini berlomba-lomba meningkatkan pengembangan, dan produksi bioenergi atau bahan bakar nabatinya. Bahan bakar nabati (BBN) dapat berupa biodiesel (bahan bakar pengganti solar), bioetanol (bahan bakar pengganti bensin), atau bio-oil (bahan bakar pengganti kerosen dan minyak bakar). Bio-oil /Pure Plantation Oil (PPO)/Straight Vegetable Oil (SVO) adalah minyak nabati murni, tanpa perubahan kimiawi. Sedangkan biodiesel dibuat melalui reaksi transesterifikasi/metanolisis minyak nabati seperti minyak sawit, kelapa, jarak pagar, kapok, malapari, nyamplung, minyak goreng jelantah, dan sebagainya. Bioetanol merupakan etanol anhidrat dari bahan-bahan bergula atau berpati seperti tetes tebu (mollase), nira sorgum, nira nipah, singkong, ganyong, ubi jalar, dan tumbuhan lainnya. Bioenergi menjadi salah satu energi alternatif yang dilirik karena kemudahannya dalam aplikasi pada kendaraan, selain juga karena tekanan krisis energi berbasis fosil. Penggunaan campuran biodiesel pada solar maupun bioetanol pada bensin, pada kadar tertentu, tidak membutuhkan adanya perubahan spesifikasi pada mesin. Energi yang dihasilkan biodiesel/bioetanol tak berbeda jauh dengan solar/bensin. Dalam proses pembuatannya pun, hanya membutuhkan energi sekitar 1/3nya. Dalam setiap unit energi yang digunakan untuk menghasilkan biodiesel akan dihasilkan 3.2 unit energi. (Tirto, 2006)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus untuk biodiesel, juga memiliki kelebihan-kelebihan yang lain, yaitu dapat terdegradasi dengan mudah (biodegradable), 10 kali tidak beracun dibanding minyak solar biasa, memiliki angka setana yang lebih baik dari minyak solar biasa, asap buangan biodiesel tidak hitam, tidak mengandung sulfur serta senyawa aromatic sehingga emisi pembakaran yang dihasilkan ramah lingkungan serta tidak menambah akumulasi gas karbondioksida di atmosfer sehingga lebih jauh lagi mengurangi efek pemanasan global atau banyak disebut dengan zero CO­­2 emission.(Tirto, 2006)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewasa ini, pengembangan energi alternatif menjadi pilihan penting. Bukan saja untuk mengurangi ketergantungan terhadap BBM yang harganya terus meningkat, namun sekaligus memecahkan masalah kemiskinan dan pengangguran, serta perbaikan lingkungan hidup. Terlebih dalam himpitan ketergantungan terhadap impor minyak akibat krisis. Berlimpahnya kekayaan sumber migas di negeri ini tidak diikuti dengan produksi nasional yang melimpah pula. Bahkan, cadangan energi fosil yang dimiliki Indonesia jumlahnya terbatas, sementara konsumsi energi terus meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produksi minyak dalam negeri kita kini sudah tidak mampu memenuhi konsumsi minyak di dalam negeri. Akhirnya, kita pun harus tergantung pada minyak luar negeri. Impor minyak kita sangat besar. Jika hal ini dibiarkan tanpa solusi, beban negara untuk menyubsidi BBM (bahan bakar minyak) akan semakin berat. Walaupun saat ini saja, harga minyak dunia sudah mengalami penurunan, yaitu sekitar 58,49 dolar AS per barel untuk jenis light sweet (MetroTV, 14/11/08), namun tidak membuat perubahan ekonomi secara signifikan di masyarakat. Berawal dari masalah inilah, di tahun 2006, pemerintah mencanangkan era kebangkitan energi yang ke-2 dimana peranan energi alternatif akan menggantikan minyak bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya krisis energi. Beragam isu lingkungan, seperti ozon depletion, photochemical smog, rain acid, global warming, dan sampah menjadi isu yang kian bersahabat di telinga kita untuk diperangi. Untuk masalah sampah, hingga tahun 2020 mendatang, volume limbah ini di Indonesia diperkirakan akan meningkat lima kali lipat. Tahun 1995, menurut data yang dikeluarkan Asisten Deputi Urusan Limbah Domestik, Deputi V Menteri Lingkungan Hidup, setiap penduduk Indonesia menghasilkan sampah rata-rata 0,8 kilogram per kapita per hari. Sedangkan pada tahun 2000 meningkat menjadi 1 kilogram per kapita per hari. Pada tahun 2020 mendatang diperkirakan mencapai 2,1 kilogram per kapita per hari. (Kompas, 18/09/03). Pemakaian bioenergi yang sangat ramah lingkungan dibandingkan dengan bahan bakar fosil menjadi salah satu faktor pendorong yang kuat agar bioenergi diterapkan di dunia secara masif dewasa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, banyak pihak yang menilai perlu adanya strategi kebijakan energi pemerintah yang didasarkan pada empat komponen penting, yakni intensifikasi, diversifikasi, konservasi, dan indeksasi. Hal ini tertuang dalam Instruksi Presiden No.10/2005 tentang Penghematan Energi. Juga dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional untuk mengembangkan sumber energi alternatif sebagai pengganti Bahan Bakar Minyak (BBM), yang diikuti oleh Instruksi Presiden No. 1 Tahun 2006 (tertanggal 25 Januari) tentang Penyediaan dan Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati (biofuel) sebagai Bahan Bakar Lain. Berbagai regulasi lain juga telah diterbitkan berkenaan dengan masalah lahan, infrastruktur, pabrikasi, pasar, dan pendanaan bioenergi. Langkah yang dilakukan terkait dengan aspek pendanaan adalah pematangan lembaga Indonesia Green Energy Fund (seed-capital dari APBN dan APBD), PKBL dari BUMN untuk budidaya pembibitan dan demplot, fasilitas pajak penghasilan untuk penanaman modal di bidang bio-fuel melalui RPP 148, insentif pajak dan cukai untuk usaha bidang bio-fuel, serta regulasi perbankan dan pasar modal yang kondusif terhadap pembiayaan pengembangan BBN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak beberapa tahun terakhir ini, sejumlah riset dan penelitian terus dilakukan. Di antaranya adalah didirikannya Forum Biodiesel Indonesia, yang dipimpin oleh Bapak Tatang H. Soerawidjaja, beranggotakan sejumlah personel dan tenaga ahli dari berbagai institusi, di antaranya dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit (P2KS), Deptan, Dephub, ITB, IPB, dan lembaga lainnya. Begitu juga dengan pengembangan bioetanol, melibatkan sejumlah lembaga seperti BPPT, ITB, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya itu, persiapan ke arah komersialisasi biodiesel dan bioetanol di dalam negeri pun terus digalakkan. Cetak biru program pendanaan pengembangan BBN pun telah rampung dibuat. Di antaranya terdapat strategi tiga jalur pendanaan, yaitu jalur APBN (Bappenas, Depkeu, Kementerian, DPR), jalur swasta (lembaga perbankan, lembaga non-perbankan, pemerintah), dan jalur gabungan (lembaga perbankan, lembaga non-perbankan, pemerintah, bilateral dan multilateral donors).&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Bioenergi di Berbagai Negara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Our third goal is to promote energy independence for our country, while dramatically improving the environment. I have sent you a comprehensive energy plan to promote energy efficiency and conservation, to develop cleaner technology, and to produce more energy at home.”&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(George W.Bush, 28th January 2003, State of the Union address)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya Indonesia yang demam biodiesel, negeri-negeri lain juga mengalami hal yang serupa, dari mulai negeri paman Sam hingga India. Presiden AS, George W. Bush, berkali-kali menguatkan komitmen pemerintah AS tentang pentingnya peranan biodiesel dan bioetanol pada berbagai kesempatan pidatonya. Presiden Bush pertama kali mengumumkan Kebijakan Nasional tentang Bioenergi semenjak 17 Mei 2001, di antaranya berisi tentang diversifikasi energi AS melalui teknologi batu bara bersih, solar cell dan angin, bioenergi, serta nuklir yang aman. Khusus untuk bioenergi, Bush memiliki program ‘Twenty in Ten’ yaitu target 20% campuran bioetanol dalam bensin pada 10 tahun mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam salah satu kunjungannya ke industri biodiesel di Virginia, Bush mengatakan bahwa biodiesel merupakan sumber energi alternatif yang sangat menjanjikan di masa depan. Dengan mengembangkan biodiesel, rakyat AS telah mengurangi ketergantungan negara ini terhadap minyak luar negeri. Bahkan, untuk mengingatkan rakyatnya bahwa AS sangat tergantung dengan sumber energi dari luar, Bush mengomparasikan data konsumsi energi yang digunakan AS pada tahun 1985 dan tahun 2005. Dijelaskan Bush, pada 1985, 75 persen minyak AS masih dihasilkan dari produksi di dalam negeri, tetapi pada tahun ini, hanya 35 persen saja yang bisa diproduksi di dalam negeri. Selebihnya, AS mengimpor dari luar negeri, khususnya negara-negara Timur Tengah. Karena itu, tidak heran, jika Bush pun serius memperbaiki kebijakan energi di AS dengan memberdayakan sumber daya hayati sebagai bahan baku pembuatan biodiesel dan bioetanol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, keganjilan menyeruak. Bila kita memperhatikan langkah strategis yang dilakukan Bush, justru banyak yang bertentangan dengan apa yang dikatakannya. Apakah ini merupakan salah satu standar ganda dari sang negara adidaya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.    APBN Bush tahun 2006 menunjukkan anggaran sebesar $354 juta untuk Department of Energy’s (DOE) renewable energy program (solar, geotermal, and bioenergi). Jumlah ini menurun sebesar 5,6% dibandingkan APBN tahun 2005.” (Union of Concerned Scientists,  22th February 2005)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.    Bush menandatangani “Energy Policy Act of 2005” pada 8 Agustus 2005, yang tertera untuk memberikan $4.3 milyar sebagai insentif pajak untuk perusahaan minyak berskala besar. (New York Times, 28th July 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.    Bush mengancam untuk memveto Renewable Energy and Energy Conservation Tax Act (H.R. 2776), yang termasuk di dalamnya insentif pajak untuk produsen dan pemilik teknologi bioenergi, dan the New Direction for Energy Independence, National Security, and Consumer Protection Act (H.R. 3221), yang termasuk di dalamnya 15% standar bioenergi elektrik (Statement of Administration Policy, 3th August 2007)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta ini memunculkan sebuah pertanyaan, mengapa yang dilakukan oleh negara adidaya bertentangan dengan yang mereka katakan? Apakah demam investasi asing di Indonesia pada sektor bioenergi merupakan konspirasi negara-negara utara untuk mengeruk SDA negara selatan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya AS, negara seperti India dan Cina juga mendukung program bioenergi ini. Di India, Perdana Menteri Maharashtra mengumumkan pemotongan pajak sebesar 14 sen per galon untuk ekspor etanol ke negara bagian India yang lain, demi tercapainya program E5 (campuran bioetanol 5% dalam bensin). Negara ini merencanakan untuk mengekspor 475 juta gallon etanol ke 11 negara dan 3 wilayah territorial dalam tiga tahun. Di Cina, General Biodiesel mengumumkan akan membuat biodiesel plants di Beijing, Shanghai, Guangzhou, dan Wenzhou dengan jumlah investasi langsung sebesar $100 juta. Pembangunan ini bertujuan untuk mencapai target produksi 200.000 ton pada 2010 dan 2 juta ton pada 2020.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dunia telah ada lebih dari 85 pabrik biodiesel dengan kapasitas 500 - 120.000 ton/tahun dan pada 7 tahun terakhir ini 28 negara telah menguji-coba, 21 di antaranya kemudian memproduksi. Amerika dan beberapa negara Eropa telah menetapkan Standar Biodiesel. Berbagai bahan baku juga telah dipergunakan seperti, minyak rapeseed (kanola) di Eropa, minyak kedelai di Amerika serikat, minyak kelapa di Filipina, minyak sawit (Malaysia), dan lain-lain. Di Hawaii minyak jelantah juga telah dipergunakan oleh Hawaii, Pacific Biodiesel Inc. dengan kapasitas pabrik kecil (40 ton/bln). Di Nagano (Jepang) bahan baku dari 60 fast-food restaurants telah dipakai sebagai bahan bakunya.Sehingga, Biodiesel telah merebut 5% pangsa pasar ADO (automotive diesel oil) di Eropa. Target Uni-Eropa adalah 12% pada tahun 2010. Khusus di Malaysia telah dikembangkan pilot plant biodiesel dengan skala 3000 ton/hari yang telah siap memenuhi kebutuhan solar jika sewaktu-waktu diperlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Berkaca Pada Brazil&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dilakukan oleh pemerintah Brazil dengan program Pro-Alcool menunjukan keterlibatan banyak pihak dalam menyukseskan biofuel sebagai pengganti BBM. Kemudahan untuk usaha di bidang pertanian tebu, subsidi, hingga mesin yang dibuat untuk mengakomodasi keunikan bioetanol dibandingkan dengan BBM. Selain faktor yang terkait langsung dengan objek teknis, seperti mesin mobil, pertanian tebu, serta industri pengolahan tebu menjadi bioetanol, pemerintah Brazil juga melakukan kampanye untuk mengajak masyarakat agar turut berpartisipasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengembangan biodiesel dan bioetanol terkait dengan isu global, yaitu tingginya kebutuhan energi. Di Brasil, sejak 1975, telah dimulai program Pro-Alcool (Program Alkohol Nasional) yang dipicu krisis minyak di negara tersebut dua tahun sebelumnya. Hingga saat ini, program tersebut telah berhasil mengurangi 10 juta mobil berbahan bakar bensin. Pajak yang tinggi bagi bensin dan subsidi pemerintah bagi usaha etanol, menyebabkan industri etanol berkembang dengan subur di Brazil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program Pro-Alcool yang diterapkan Brazil tak hanya sebatas kampanye penanaman tebu serta subsidi, namun juga terkait dengan penggunaan etanol secara meluas. Hal ini tercermin dari pompa bensin yang menyediakan dua jenis bahan bakar, gasoline dan etanol, serta produksi mobil dengan mesin berbahan bakar etanol maupun combo (dua jenis bahan bakar). Apresiasi masyarakat terhadap perubahan ini tampak dari peningkatan pembelian mobil berbahan bakar ethanol. Pada 2007, 86% dari seluruh jumlah mobil yang dijual berbasiskan etanol. Jumlah mobil yang menggunakan E100 (murni etanol) pada tahun 2007 saja sudah mencapai 4,6 juta buah. Brazil kini sudah memiliki 63 pompa pengisian etanol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan Brazil mengindikasikan energi masa depan yang berorientasi pada energi terbarukan. Apakah Indonesia akan mengikuti jejaknya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pro-Kontra Bioenergi: Food vs Fuel ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu yang lalu, kita dikejutkan dengan masalah krisis pangan dunia yang terkait dengan perebutan lahan dengan penanaman tanaman bioenergi. Padahal menurut catatan pemerintah (Sambutan Menko Kesra, 2006) di Indonesia terdapat 25 juta hektar hutan gundul dan lahan kritis, sedangkan jumlah lahan yang rencananya digunakan untuk penanaman bioenergi hanya 6 juta hektar. Lantas apa yang salah? Kenaikan minyak goreng pada waktu yang lalu di Indonesia bisa jadi dipicu karena adanya “perebutan” stock, yang seharusnya untuk pangan menjadi untuk biodiesel. Jumlah lahan kelapa sawit seluas 0,1 juta hektar (2006), 0,4 juta hektar (2007), dan 0,6 juta hektar (2008) yang disiapkan pada ketiga tahun tersebut belum menghasilkan hasil CPO (Crude Palm Oil) yang berarti, sedangkan euphoria biodiesel tengah berlangsung. Bagian untuk pangan akhirnya menjadi ikut terambil. Begitupun dengan hasil panen tanaman kedelai dan jagung yang terjadi di AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus food vs fuel akan selalu menjadi teror ketika jenis tanaman yang dikembangkan berjenis edible-oil (bisa dimakan) seperti kelapa sawit, tebu, atau singkong. Sehingga, untuk menghindari terjadinya kasus ini adalah dengan mempertimbangkan kembali jenis tanaman yang akan dibudidayakan. Walaupun Indonesia berpotensi sebagai produsen kelapa sawit terbesar, namun bukan berarti harus jenis itu yang harus dikembangkan. Kelayakan jumlah lahan, kondisi hara tanah, dan kebutuhan konsumsi pangan masyarakat juga harus menjadi pertimbangan. Indonesia merupakan negara terkaya di dunia akan plasma nutfah di daratan dan lautan. Potensi keanekaragaman hayati tumbuhan Indonesia, memungkinkan untuk ditanami beragam tanaman non-pangan yang mampu tumbuh di lahan kritis/tandus atau rawa pantai, dan sekaligus mampu mengembalikan hara tanah. Tanaman seperti ini contohnya adalah Jarak Pagar (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jatropha curcas&lt;/span&gt;) yang dan Nyamplung (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Callophyllum inophyllum&lt;/span&gt;). 1 Ha tanaman jarak pagar dapat menghasilkan 4-9 ton biji dengan rendemen minyak 20-30%, sehingga dapat diperoleh 0,8-2,7 ton minyak jarak kasar (Departemen Pertanian, 2006). Tanaman ini mulai berproduksi pada usia 6 bulan-9 bulan, dapat tumbuh di lahan tandus dan kritis, dapat menghijaukan lahan tandus, serta hama dan penyakit dapat terkendali (Prihandana, 2006). Bioenergi sebenarnya juga sangat efektif jika diaplikasikan pada limbah industri dan pertanian, seperti ampas tebu (baggase), molase, bungkil jarak, dan sebagainya untuk diproses menjadi bioetanol ataupun biogas. Selain menghasilkan energi, juga sekaligus dapat menyelamatkan lingkungan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana jika kelak lahan darat harus dikerahkan untuk produksi pangan? Bahan bakar hayati pun bisa diproduksi dari budidaya cepat alga mikro yang tumbuh di perairan tawar/asin. Proses ini tidak membutuhkan traktor, penyemaian benih dan panen, serta ‘waktu tanam’ hanya 1 minggu saja. Asupan CO2 untuk alga pun dapat diambil dari emisi bahan bakar fosil. Hanya saja teknologi pemrosesannya masih berharga mahal. Namun, Indonesia sebagai negara bergaris pantai terpanjang di dunia memiliki potensi besar pada pengembangan jenis ini.&lt;br /&gt;Jadi, dengan begitu kayanya Indonesia dengan keanekaragaman hayati, mengapa masih banyak masalah yang timbul? Mengapa justru investasi asing yang ‘ramah’ terhadap tanaman yang potensial, sedangkan APBN hanya memberikan porsi yang sangat sedikit (Lihat Tabel 3)? Sekadar latah dengan kecenderungan biofuel yang menjadi isu global, atau ini merupakan usaha sungguh-sungguh pemerintah untuk mengatasi masalah energi bangsa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Menuju Kemandirian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari benar atau tidaknya krisis energi, kita semua menyadari bahwa sumber energi fosil suatu saat akan habis. Selain itu, kita pun menyadari dampak lingkungan yang diakibatkan oleh minyak fosil selama ini. Oleh karena itu, pengembangan bioenergi ini memang sudah saatnya dilakukan. Hanya saja, bukan berarti kita menjadi teralihkan pandangan begitu saja dari sumber energi fosil, karena saat ini, barang tersebut mutlak dibutuhkan dan menjadi hak bagi umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Manusia itu berserikat (bersama-sama memiliki) dalam tiga hal: air, padang rumput, dan api”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(HR Ahmad dan Abu Dawud)&lt;/span&gt;. Dalam hadist yang diriwayatkan Ibnu Majah dari Ibnu Abbas ada tambahan,&lt;span style="font-style: italic;"&gt;”Dan harganya haram”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi pengembangan bioenergi sendiri merupakan uslub/teknis yang diserahkan kepada kreativitas masing-masing umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Kalian lebih mengetahui tentang urusan dunia kalian”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(HR Muslim, dari ‘Aisyah dan Anas)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga sangat disayangkan jika kita bersusah payah mencari sumber energi baru (bioenergi) yang bersifat mubah (boleh), sedangkan tanpa sadar yang menjadi milik umat sesungguhnya, sudah “dicuri” negara lain. Begitupun pengembangan dan produksi bioenergi harus dikembangkan secara sungguh-sungguh dan tetap berasaskan kemandirian. Demi berlepas diri dari ketergantungan terhadap asing. Program BBN seharusnya diarahkan pada pemenuhan kebutuhan domestik, bukan untuk ekspor. Pendanaan pun harus dalam kerangka nasional, terlebih pada titik-titik strategis. Kebebasan pada investasi asing tanpa memperhatikan kecukupan dan kemandirian nasional, sama saja membuka jalan lain bagi asing untuk mengeruk SDA kita lewat jalur lain. Produksi BBN tidak memerlukan teknologi yang terlalu tinggi, Indonesia sesungguhnya mampu untuk itu. Namun, politik luar negeri yang lemah dan ketidaktegasan pemerintah seakan-akan menjadikan program BBN ini sebagai “demam global” saja. Teknologi negara lain dianggap lebih mampu dalam menyelesaikan permasalahan negeri ini. Padahal, realita dan masalah yang terjadi di negeri ini mungkin tidaklah sama seperti yang terjadi di negara lain. Jika hal ini terus dibiarkan, bioenergi ini bukan menjadi solusi alternatif, tetapi akan menghasilkan masalah yang tak berujung. Seperti halnya mengaduk-aduk dalam lumpur. Padahal Indonesia dan negara muslim lain, terutama yang memiliki iklim tropis, memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah (baik secara jumlah maupun varietas). Sehingga berlepas diri dari ketergantungan asing bukan menjadi suatu hal yang mustahil.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Tidaklah seorang makan makanan yang lebih baik daripada makanan hasil jerih payahnya sendiri”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(HR Ahmad)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah peran partai politik untuk terus menerus memonitor realita yang terjadi di hadapannya. Melihatnya dengan cermat dan mendalam. Partai politik harus melakukan kerja politik, membongkar maksud di balik realita, dan mengungkap kebobrokannya. Dia ibarat ‘terbang’ di alam (suasana) yang lebih tinggi dan mampu melihat realitas masa depan yang harus dicapai oleh umat, yakni mampu melihat kehidupan baru dimana umat akan diubah ke arah keadaan tersebut. Dia juga dapat melihat jalan yang harus dilewatinya dalam mengubah realitas yang ada (AnNabhani, 1953).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahua'lam bish shawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hak cipta milik Alloh swt semata. Jemari ini hanya menuliskan sesuatu yang telah menjadi milik-Nya&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22872034-8573202426385264738?l=azzahrablogs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/feeds/8573202426385264738/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22872034&amp;postID=8573202426385264738' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/8573202426385264738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/8573202426385264738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/2008/11/bioenergi-solusi-alternatif-vs_15.html' title='Bioenergi :  Solusi Alternatif vs Konspirasi ?'/><author><name>Rany Agustina Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06151837328781852218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-XvLDZTgnOL8/TseNFyCboQI/AAAAAAAAAPU/1_uEYSPMXKU/s220/ucul.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22872034.post-7212857809783398545</id><published>2008-11-15T21:32:00.000-08:00</published><updated>2008-11-18T19:18:27.250-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wanita'/><title type='text'>Why Mars and Venus Collide??</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_kajVv3_kSMI/SSOFTum6gMI/AAAAAAAAADY/ZKiQxg1z5l0/s1600-h/20070602231109_pink_flower_blur.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 267px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_kajVv3_kSMI/SSOFTum6gMI/AAAAAAAAADY/ZKiQxg1z5l0/s400/20070602231109_pink_flower_blur.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5270202562928869570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kalimat yang menarik dari buku Why Mars and Venus Collide?? by Dr. Gray. (Sekuel buku Men Are From Mars, Women Are From Venus)&lt;br /&gt;BAB 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Wanita mengharapkan pria bereaksi dan berperilaku seperti wanita, sementara pria selalu saja salah mengerti apa yang sesungguhnya dibutuhkan wanita&lt;br /&gt;• Pria senang memecahkan masalah, tapi ketika usaha mereka salah arah dan tidak mendapat apresiasi, semakin lama mereka semakin tidak tertarik untuk melakukannya lagi&lt;br /&gt;• Hal yang membantu pria dalam melepas stres bisa jadi kebalikan dari hal yang bisa membantu wanita merasa lebih baik. Ketika pria suka menyendiri untuk melupakan masalah, wanita memilih berinteraksi dan mendiskusikan segalanya. Ketika wanita menceritakan perasaan frustasinya, pria menawarkan solusi, tapi yang wanita cari hanyalah empati.&lt;br /&gt;• Wanita menginginkan seseorang yang bersimpati padanya, mau membahas stress sehari-hari, yang mau berbagi tanggung jawab dan domestik&lt;br /&gt;• Sementara pria bertahan dengan ekspektasi lama, wanita menciptakan ekspektasi-ekpektasi baru yang sama-sama tidak realistis&lt;br /&gt;• Dalam pikiran wanita ada daftar panjang hal yang harus dikerjakan&lt;br /&gt;• Di bawah tekanan stress, wanita merasa tertekan akibat daftar panjang hal yang harus dilakukan&lt;br /&gt;• Jangan hanya berharap bahwa pria tahu dengan sendirinya apa yang menurut wanita perlu dikerjakan, lalu bertindak&lt;br /&gt;• Jika wanita tidak banyak bertindak dan membiarkan pria lebih banyak melakukan segala sesuatu untuknya, stress pria akan berkurang&lt;br /&gt;• Setiap kali pria mengeluh, setiap kali dia menuntut, setiap kali dia marah, setiap kali dia meminta bantuan, setiap kali dia kesal untuk meminta bantuan, bisa member kesan bahwa pria telah gagal&lt;br /&gt;• Wanita modern yang lebih mandiri dan dapat memenuhi kebutuhan sendiri menginginkan pria untuk berbagi  hidup tetapi tidak benar-benar membutuhkannya. Kalaupun membutuhkan pria, mereka seringkali menginginkan pria menjadi sosok yang berbeda atau tak mungkin bisa dilakoninya&lt;br /&gt;• Pria ingin merasa dibutuhkan dan yang menghargai apa yang ada padanya&lt;br /&gt;• Wanita perlu menemukan kembali kekuasaan dan kekuatan sisi kewanitaan mereka. Wanita tidak perlu menjadi seperti pria untuk menjadi kuat dan mendapatkan yang diinginkan dan dibutuhkannya. Demikian juga pria tidak perlu menjadi wanita untuk dapat menunjukkan kasih sayang dan memberi dukungan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hak cipta milik Alloh swt semata. Jemari ini hanya menuliskan sesuatu yang telah menjadi milik-Nya&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22872034-7212857809783398545?l=azzahrablogs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/feeds/7212857809783398545/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22872034&amp;postID=7212857809783398545' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/7212857809783398545'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/7212857809783398545'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/2008/11/bioenergi-solusi-alternatif-vs.html' title='Why Mars and Venus Collide??'/><author><name>Rany Agustina Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06151837328781852218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-XvLDZTgnOL8/TseNFyCboQI/AAAAAAAAAPU/1_uEYSPMXKU/s220/ucul.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_kajVv3_kSMI/SSOFTum6gMI/AAAAAAAAADY/ZKiQxg1z5l0/s72-c/20070602231109_pink_flower_blur.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22872034.post-2298219608598368765</id><published>2008-11-04T22:08:00.000-08:00</published><updated>2008-11-04T22:28:11.554-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cat luver'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_kajVv3_kSMI/SRE7jHtQBrI/AAAAAAAAACw/FQTOhuy1KVA/s1600-h/%5Bk%C3%88pPR%C3%9B%C3%B9k%5D_%281216%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_kajVv3_kSMI/SRE7jHtQBrI/AAAAAAAAACw/FQTOhuy1KVA/s400/%5Bk%C3%88pPR%C3%9B%C3%B9k%5D_%281216%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5265054913923122866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_kajVv3_kSMI/SRE7Pnj_9QI/AAAAAAAAACo/z-JdPt9b35g/s1600-h/%5Bk%C3%88pPR%C3%9B%C3%B9k%5D_%281213%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_kajVv3_kSMI/SRE7Pnj_9QI/AAAAAAAAACo/z-JdPt9b35g/s400/%5Bk%C3%88pPR%C3%9B%C3%B9k%5D_%281213%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5265054578876871938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;catatanku hari ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"jauh kau pergi meninggalkan diriku"&lt;/span&gt; (lirih adikku semenjak 5 hari kepergiannya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(&lt;span style="font-style: italic;"&gt;bayangkan...sesama kucing saja bisa saling menyayangi..&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;("&lt;span style="font-style: italic;"&gt;aku rela mati demi anakku...&lt;/span&gt;") by Mince&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WANTED:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TELAH HILANG 5 EKOR KUCING (IBU KUCING dan ANAK2NYA). Terakhir kali terlihat di hari Kamis, 30 Oktoer 2008. Menurut saksi mata, Ibu kucing (aka Mince) diculik oleh seseorang. Barang siapa yang melihat kucing2 di atas...harap segera melapor! Pemilik sangat merasa kehilangan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hak cipta milik Alloh swt semata. Jemari ini hanya menuliskan sesuatu yang telah menjadi milik-Nya&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22872034-2298219608598368765?l=azzahrablogs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/feeds/2298219608598368765/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22872034&amp;postID=2298219608598368765' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/2298219608598368765'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/2298219608598368765'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/2008/11/catatanku-hari-ini.html' title=''/><author><name>Rany Agustina Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06151837328781852218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-XvLDZTgnOL8/TseNFyCboQI/AAAAAAAAAPU/1_uEYSPMXKU/s220/ucul.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_kajVv3_kSMI/SRE7jHtQBrI/AAAAAAAAACw/FQTOhuy1KVA/s72-c/%5Bk%C3%88pPR%C3%9B%C3%B9k%5D_%281216%29.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22872034.post-6749282054089232863</id><published>2008-10-28T05:28:00.000-07:00</published><updated>2008-10-28T05:32:21.800-07:00</updated><title type='text'>Kisruh Makanan Bermelamin</title><content type='html'>catatanku hari ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="m"&gt;&lt;strong&gt;Batal, Pemusnahan Produk Bermelamin&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;strong&gt;Liputan6.com, Jakarta:&lt;/strong&gt; Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Senin (27/10) siang, batal memusnahkan 12 truk produk makanan mengandung melamin hasil razia di Jakarta selama sebulan ini. Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari yang rencananya menyulut api pemusnahan justru mengumumkan pembatalan dengan alasan belum ada izin dari atasnnya. "Kita masih akan menunggu izin yang lebih tinggi lagi," kata Menkes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya itu, Ibu Menteri juga tidak bersedia menunjukkan produk yang bakal dimusnahkan. Padahal sejak pagi, kesibukan sudah tampak di lapangan Kantor BPOM, Jalan Percetakan Negara, Jakarta Pusat. Petugas bersiap untuk acara pemusnahan produk makanan mengandung melamin hasil razia. Bahkan, acara molor satu jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andi Mallarangeng, Juru Bicara Kepresiden, membantah pernyataan Menkes tersebut. "Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tak pernah bicara seperti itu," kata Andi di Istana Negara. "Itu terlalu detil teknis implementasi dari kewenangan seorang menteri".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan lalu, Departemen Kesehatan mengumumkan produk Cina mengandung melamin. Antara lain susu Guozen, Oreo stik wafer dengan kode ML (makanan luar), kembang gula M &amp;amp; M's, cokelat Snickers, kembang gula White Rabbit kemasan biru dan merah. Selain itu, Soybean Drink with Milk kemasan hijau dan kuning, Soyspring Instant Milk Cereal, dan Soyspring Instan Peanut Milk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, pemusnahan susu bermelamin telah dilakukan Pemerintah Cina. Dari 32 ribu ton susu yang dimusnahkan, sepertiga di antaranya produk pabrik susu formula Sanlu. Empat bayi dan lebih dari 3.600 anak menderita gangguan ginjal akibat mengonsumsi produk susu yang tercemar tersebut [baca: &lt;a href="http://www.liputan6.com/luarnegeri/?id=165335"&gt;&lt;strong&gt;Korban Tewas dan Batu Ginjal Bertambah&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;].(BOG/Tim Liputan 6 SCTV)  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="m"&gt;&lt;strong&gt;Pemusnahan Makanan Bermelamin Berlangsung Tertutup&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Liputan6.com, Bekasi:&lt;/strong&gt; Pemusnahan 12 truk produk makanan bermelamin akhirnya dilaksanakan di Tempat Pembuangan Sampah Setu, Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/10) malam. Pemusnahan digelar tertutup, tanpa publikasi dan hanya diawasi petugas Badan Pengawas Obat dan Makanan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Cara seperti ini menuai protes dari Yayasan Konsumen Kesehatan Indonesia. Apalagi sebelumnya rencanan tersebut telah tertunda. Sedianya pemusnahan akan dilangsungkan kemarin siang, namun tiba-tiba Menteri Kesehatan mengumumkan penundaan &lt;strong&gt;&lt;a href="http://www.liputan6.com/sosbud/?id=167246"&gt;[baca: Batal, Pemusnahan Produk Bermelamin]&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Makanan yang dimusnahkan ini adalah hasil razia Badan POM selama satu bulan terakhir. Razia digelar menyusul pengumuman Departemen kesehatan RI yang mengumumkan produk cina mengandung melamin yakni Susu Guozen, Oreo Stik Wafer, Coklat M&amp;amp;M'S, Snickers, Permen White Rabbit, Soybean Drink With Milk, Soyspring Instant Milk Cereal dan Soyspring Instan Peanut Milk. Sebelumnya, susu bermelamin merebak sejak ditemukan di Cina. Dilaporkan empat bayi meninggal dan lebih dari 3.000 anak menderita gangguan ginjal.(IKA/Tim Liputan 6 SCTV)&lt;/p&gt;comment : well..ada unsur politiskah di balik semua ini ??&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hak cipta milik Alloh swt semata. Jemari ini hanya menuliskan sesuatu yang telah menjadi milik-Nya&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22872034-6749282054089232863?l=azzahrablogs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/feeds/6749282054089232863/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22872034&amp;postID=6749282054089232863' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/6749282054089232863'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/6749282054089232863'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/2008/10/kisruh-makanan-bermelamin.html' title='Kisruh Makanan Bermelamin'/><author><name>Rany Agustina Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06151837328781852218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-XvLDZTgnOL8/TseNFyCboQI/AAAAAAAAAPU/1_uEYSPMXKU/s220/ucul.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22872034.post-7192582885146325212</id><published>2008-10-28T05:18:00.000-07:00</published><updated>2008-10-28T05:21:16.737-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='d riset'/><title type='text'>d Research</title><content type='html'>catatanku hari ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;DIASILGLISEROL OIL&lt;br /&gt;TK-40Z1 RESEARCH PROPOSAL AND SEMINAR&lt;br /&gt;Healthy Margarine Production from Coconut Oil&lt;br /&gt;By :'azZahra'&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;ABSTRACT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Margarine is a kind of additional food that has presently been being used widely by the society. Unfortunately, margarine spread in the market nowadays contains high amount of triglycerides. Thus, it will cause negative effects on our body if we consume it in a great quantity. One of the alternatives solving this problem is producing margarine containing 1,3 diglyceride as its main content. This kind of margarine has melting point at 10° C higher than the triglycerides oil has, while their taste, texture, and appearance are nearly the same. The goal of this experiment is to produce the diacylglycerol from the coconut oil. The coconut oil is chosen as it is a second greatest farming product in Indonesia after the palm oil.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;To attain the desired goal, a set of experiments had been done, they are: saponification reaction, acydulation, and esterification of the coconut oil.  Both, a number of temperature variances and comparison mol of fatty acid to glycerol during the esterification reaction, are also completed in the experiments. The temperature variances are 40°, 50°, and 60°C, while the variance of fatty acid-glycerol mol comparisons are 2:1, 3:1, and 4:3. The analyses of the final product of the reaction are run through the column chromatography method and thin layer chromatography (TLC).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Key words: diacyglycerol, esterification, margarine&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan menjadi sedikit sumbangsih untuk umat kelak…bukan justru di’salahgunakan’ oleh ‘pihak2 tertentu’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya masalah sistem pertanian yang melanda pangan dunia. Salah satu masalah pangan adalah edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga dan melengkapi nilai nutrisi pada makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Bagi sebagian besar masyarakat (terutama anak kos ), nutrisi merupakan hal ke-sekian yang diperhatikan dibandingkan rasa enak dan kenyang. Padahal asupan makanan merupakan salah satu faktor penentu kualitas kesehatan seseorang. That’s why banyak sekali kajian ilmiah tentang peningkatan nilai gizi atau cara menurunkan resiko akibat ‘salah nutrisi’ (terutama tentang minyak/lemak). Obesitas sudah menjadi ‘lifestyle’ tersendiri bagi masyarakat negara maju dan juga di negara berkembang kini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin sering kita lihat berbagai macam produk minyak di pasaran kini yang berlabel: Sehat, Kaya Asam Lemak Tak Jenuh, Omega 3..bla..bla. But..but, ternyata oh ternyata, asam lemak tak jenuh ini tetaplah dalam komponen trigliserida…yang notabene, masih bisa ditumpuk dalam tubuh, meningkatkan konsentrasi kolesterol dalam darah, penurunan fluiditas membran dalam tubuh manusia, dan memiliki resiko terkena jantung koroner atau penyakit2 obesitas lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, para ilmuwan (including me) sedang mencari solusi terhadap hal ini. Beberapa peneliti di Jepang menemukan bahwa 1,3 digliserida (diasilgliserol) yang diproses dari trigliserida dapat menekan penimbunan lemak, dan bermanfaat bagi kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, apa itu diasilgliserol??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Digliserida adalah gliserida yang tersusun dari asam lemak bebas dengan molekul gliserol, melalui ikatan ester. Bedanya TAG dan DAG apa…kalo TAG kan punya 3 rantai ester di semua ikatannya, kalo DAG cuma punya 2 ikatan ester, satunya lagi ikatan hidroksil. That’s why karena ada ikatan hidrogen ini, DAG punya beberapa sifat yang beda dengan TAG. Misalnya, DAG punya titik leleh yang lebih tinggi 10-20 derajat. DAG juga lebih tinggi viskositas dan specific gravitynya (tapi ga signifikan), punya flash point yang lebih rendah. Yang hebatnya cuy…minyak DAG punya sifat yang hidrofilik (suka air) karena adanya ikatan hidroksil tea, beda dengan TAG. Dengan adanya sifat ini, akan sangat mudah membuat emulsi air dalam minyak (contoh:margarin)..bahkan TIDAK PERLU PAKE EMULSIFIER.Hmm…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trus bikin DAGnya dari bahan apa??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tumbuhan yang memiliki kandungan TAG yang tinggi adalah kanola, jagung, zaitun, dan kelapa. Kanola dan zaitun gak banyak tumbuh di Indonesia. Kedelai dan jagung lagi mahal…heboh2 masalah harga pangan naik karena dipakai biofuel tea. Kelapa jumlahnya melimpah…n kandungan rantai jenuhnya tinggi (84%), gampang dibuat margarin. So the conclusion is…awalnya mikir begitu..apalagi diperkuat dengan data jumlah produksi kelapa terbesar ke-2 nasional setelah kelapa sawit. Tapi oh tapi, ternyata itu jumlah produksi kopra. Di Indonesia, banyak kopra nganggur dan kebuang2, gara2 ga ada teknologi produksi minyak dari kopra secara massiv (walaupun sebenarnya ada kalo mo diusahain n dibudidayain sama pemerintah). MINYAK KELAPA TERNYATA JARANG ADA DI PASARAN…kata pengrajinnya untuk membuat 1 liter minyak kelapa ternyata dibutuhkan 21 buah kelapa. MAHAL…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kok bisa DAG ga ditimbun dalam tubuh ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mekanismenya gini..kalo kita mengkonsumsi lemak biasa (TAG), enzim lipase dari pancreas kita akan menghidrolisisnya jadi komponen yang lebih kecil yaitu 1,2 DAG dan 2,3 DAG trus jadi 2-MAG. Nah..masalahnya 2-MAG ini akan ditransportasikan dalam aliran darah ke sistem limfatik kita. Kalo yang kita konsumsi bukan TAG, tapi 1,3 DAG, lipase akan menghidrolisisnya menjadi 1,3 MAG trus jadi FFA dan gliserol, sebagian jadi 1,3 DAG lagi. Jadi sedikit banget yang akan ditransportasikan ke sistem limfa. Jadi DAG ini so pastinya sangat bermanfaat buat tubuh manusia..apalagi energi yang dihasilkannya ga jauh beda ama TAG. Cuma beda 0,7 kJ/kg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara produksinya gimana ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1,3 DAG dapat dihasilkan dari TAG melalui 3 rute pilihan: gliserolisis, esterifikasi, atau hidrolisis. Takaaki Watanabe mampu menghasilkan 1,3 DAG melalui rute esterifikasi berkataliskan enzim lipase dari Rhizomucor miehei (immobilized) pada temperature 50 derajat C selama 4 jam, dan menghasilkan yield 81% dan kemurnian 92%. Analisisnya menggunakan kolom kromatografi dan TLC. Metode ini baru diterapkan di minyak kedelai dan kanola.  So, kini metode ini akan dicoba diterapkan pada minyak kelapa. Awalnya berpikir kalo ini adalah metode yang sederhana tapi bisa diharapkan untuk menghasilkan produk yang ekstraordinary. Tapi ternyata bahan2nya sangat mahal. Enzim Rhizomucor 100 mg nya harganya sekitar 7-8 juta. Padahal penelitian ini setidaknya membutuhkan 45 gram. Sepertinya sangat tidak mungkin untuk dilaksanakan. Bayangkan, penelitian ini bisa berharga 3 miliar lebih jika tetap menggunakan enzim tersebut. Akhirnya pake enzim lipase Porcine deh, yang 25 gramnya cuma 8ratus ribu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya, mengapa harga enzim bisa menjadi begitu mahal ??&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hak cipta milik Alloh swt semata. Jemari ini hanya menuliskan sesuatu yang telah menjadi milik-Nya&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22872034-7192582885146325212?l=azzahrablogs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/feeds/7192582885146325212/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22872034&amp;postID=7192582885146325212' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/7192582885146325212'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/7192582885146325212'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/2008/10/d-research.html' title='d Research'/><author><name>Rany Agustina Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06151837328781852218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-XvLDZTgnOL8/TseNFyCboQI/AAAAAAAAAPU/1_uEYSPMXKU/s220/ucul.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22872034.post-9133962451725211191</id><published>2008-10-28T05:14:00.000-07:00</published><updated>2008-10-28T05:17:55.461-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dakwahku'/><title type='text'>Surat cinta untuk saudariku</title><content type='html'>catatanku hari ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat cinta untuk saudariku terkasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakaatuh….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillahirabbil’alamin. Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam, yang telah menciptakan manusia hingga bersuku-suku, beragam bahasa dan kulit warnanya. Hanya kepada-Nya kita memuji dan memohon ampunan. Dan hanya kepada-Nya lah kita berlindung dari keburukan dan dosa2 kita. Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan petunjuk dan agama yang benar, untuk dimenangkan-Nya di atas agama yang lain, walau kaum musyrikin tidak menyukainya.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudariku, mungkin agak aneh ya saya nulis begini. Hehehe..maksudnya apa gitu ya.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enggak, cuma sepertinya sudah lama kita enggak ngumpul semua n ngobrol2… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudariku, waktu tak terasa terus bergulir. Maut kian dekat. Tinggal sedikit waktu kita untuk berkarya. Berkarya untuk kampus, peradaban, Islam, dan Allah. Ya, karya untuk Allah. Mmm..Hanya sama2 mengingatkan, betapa keikhlasan adalah suatu hal yang mungkin sering kita lupakan dalam perjalanan ini. Mungkin seringkali kita hanya terfokus pada kaidah kausalitas apa yang kita lakukan. Mungkin kita sering lupa akan pertolongan Allah yang teramat dekat untuk hamba2Nya. Keikhlasan itu sangat penting dalam berbuat bukan…? Dengan keikhlasan pun, perbuatan akan dikerjakan secara maksimal dan sungguh2. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudariku, bukannya saya meragukan keikhlasan kita semua? Bukan sama sekali. Saya sangat percaya bahwa teman-teman adalah mukhlis, yang senantiasa berbuat hanya untuk Allah saja. Saya hanya ingin mengajak kita semua untuk merenung, tentang keberadaan kita dalam dakwah ini. Apakah selama ini kita berada di sini karena dipaksa, terpaksa, karena keadaan, kasihan, baqa, nau’, atau yang lain? Bukan maksud apa2, tetapi saya khawatir ada perasaan terdzolimi yang dirasakan. Yang saya harapkan selama ini hanyalah pahala, bukan justru dosa karena mendzolimi. Begitupun dakwah dimanapun, membutuhkan orang2 yang benar2 berniat dakwah. Ketika ada yang merasa kasihan atau karena terjebak, saya khawatir justru hanya lelah dan perasaan tersakiti yang teman2 dapatkan. Dan itu menjadi beban tersendiri untuk dakwah. Pekerjaan dakwah sendiri menjadi semakin bertambah berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudariku, gak ada salahnya kita terus memuhasabahi diri kita. Mengevaluasi mengapa dan untuk apa kita di sini serta apa yang kita tuju ? Saya tau saya bukan siapa-siapa yang berhak mengintervensi teman2, tetapi saya adalah seorang muslim yang memiliki kewajiban untuk saling mengingatkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Demi Masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran” (QS Al Ashr 1-3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?”(QS Al Fushilat 33)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin banyak yang ingin diungkapkan oleh teman2. Ada yang tidak setuju…atau mungkin ingin menyampaikan unek2nya. Saya sendiri sadar bahwa saya bukanlah orang yang sempurna untuk teman2, masih minim di organisasi, tidak mengerti banyak tentang kepemimpinan, sering banyak kesalahan dalam berbuat, banyak mendzolimi teman2.. We’re trying to be superteam, not superman. Being superteam is visible than being superman, right? Dan kuncinya adalah saling memperhatikan urusan yang lainnya. Saling menasihati dan menguatkan,,, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tau teman2 adalah orang2 yang spesial, yang selalu menginginkan yang terbaik, karena selalu menjadi yang terbaik. Saya tau kondisi dakwah kini mungkin tidak sepenuhnya sesuai dengan yang dibayangkan atau diharapkan. Begitulah perjalanan saudariku. Butuh banyak kesabaran, keikhlasan, dan kerja keras dalam melaksanakannya. Langkah besar tidak akan dimulai tanpa langkah2 kecil. Bisa jadi langkah2 kecil itu tidak bisa menjadi langkah besar, karena kita yang lupa akan pertolongan Allah. Bersabarlah saudariku… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman2 adalah orang2 yang tidak biasa, yang memiliki banyak potensi untuk umat. Bersabarlah…bekerja dan berdoa. Kemenangan itu dekat wahai saudariku!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.”(QS Al Baqarah 214)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung.”(QS Mujadillah 22)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan ingatlah (hai para muhajirin) ketika kamu masih berjumlah sedikit, lagi tertindas di muka bumi (Mekah), kamu takut orang-orang (Mekah) akan menculik kamu, maka Allah memberi kamu tempat menetap (Madinah) dan dijadikan-Nya kamu kuat dengan pertolongan-Nya dan diberi-Nya kamu rezeki dari yang baik-baik agar kamu bersyukur”(QS Anfal 26)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Musa berkata kepada kaumnya: "Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah; sesungguhnya bumi (ini) kepunyaan Allah; dipusakakan-Nya kepada siapa yang dihendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa."(QS Al A’raaf 128) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakaatuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan penuh cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudarimu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hak cipta milik Alloh swt semata. Jemari ini hanya menuliskan sesuatu yang telah menjadi milik-Nya&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22872034-9133962451725211191?l=azzahrablogs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/feeds/9133962451725211191/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22872034&amp;postID=9133962451725211191' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/9133962451725211191'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/9133962451725211191'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/2008/10/surat-cinta-untuk-saudariku.html' title='Surat cinta untuk saudariku'/><author><name>Rany Agustina Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06151837328781852218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-XvLDZTgnOL8/TseNFyCboQI/AAAAAAAAAPU/1_uEYSPMXKU/s220/ucul.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22872034.post-112779285920836512</id><published>2008-10-13T19:46:00.000-07:00</published><updated>2008-10-13T20:01:26.876-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='panganku'/><title type='text'>Tantangan pangan #1: WC vs SS</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Karena kita bukan hanya berbicara tentang hari ini, tetapi juga apa yang akan kita lakukan esok hari. Kita bukanlah orang2 apatis yang berlindung di bawah ketiak romantisme sejarah, tetapi kita adalah orang2 yang melihat benar dan sadar akan kebobrokan realita, serta melihatnya dari tempat yang lebih tinggi dari tempat orang2 yang biasa melihatnya. Kita adalah orang2 yang menginginkan perubahan revolusioner dengan cara yang benar. Setiap pertanyaan adalah satu langkah menuju jawaban dan perubahan. Karena tidak akan ada jawaban tanpa pertanyaan...” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Have u ever heard about WC (Washington Consensus) vs SS (Structural Synthesis) ? Kedua kubu berselisih paham mengenai liberalisasi perdagangan. As we know, WC yang dimotori IMF, World Bank, dan WTO mempropagandakan : penghapusan kontrol atas finansial global, privatisasi,hambatan tarif menggantikan hambatan kuota. Intinya perubahan revolusioner menuju liberalisasi global. Sebaliknya, SS menyatakan: privatisasi tidak akan dengan sendirinya meningkatkan produktivitas, foreign direct investment tidak serta merta menciptakan proses alih teknologi. Intinya SS berpendapat kalau liberalisasi keuangan akan menyebabkan ketidakstabilan. Solusi yang ditawarkan: perubahan kebijakan ekonomi harus dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan peran kelembagaan di masing2 negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi WC atau SS ? atau ada alternatif solusi revolusioner lain ??&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hak cipta milik Alloh swt semata. Jemari ini hanya menuliskan sesuatu yang telah menjadi milik-Nya&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22872034-112779285920836512?l=azzahrablogs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/feeds/112779285920836512/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22872034&amp;postID=112779285920836512' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/112779285920836512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/112779285920836512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/2008/10/tantangan-pangan-1-wc-vs-ss.html' title='Tantangan pangan #1: WC vs SS'/><author><name>Rany Agustina Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06151837328781852218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-XvLDZTgnOL8/TseNFyCboQI/AAAAAAAAAPU/1_uEYSPMXKU/s220/ucul.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22872034.post-2258762928503382669</id><published>2008-09-23T21:57:00.000-07:00</published><updated>2008-10-09T04:29:44.642-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='panganku'/><title type='text'>Pangan di Bawah Kuasa Globalisasi : Tanya Kenapa ?</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CAxioo%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CAxioo%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CAxioo%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:EN-GB; 	mso-fareast-language:EN-GB;} p 	{mso-style-priority:99; 	mso-margin-top-alt:auto; 	margin-right:0in; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0in; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0in; 	mso-para-margin-right:0in; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt;“Kolonialisasi lama hanya merampas tanah, sedangkan kolonialisasi baru merampas seluruh kehidupan”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;(Vandana Shiva)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"   lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt;Tanpa pangan manusia tak bisa hidup dan berpikir. Padahal kebangkitan manusia ditentukan dari pemikiran. Pangan turut menentukan kebangkitan seseorang. Pangan pun amat menentukan hidup matinya sebuah bangsa. Karena pangan, dengan segenap fungsi yang melekat padanya, bisa berubah menjadi senjata mematikan. Lihat saja bagaimana penghentian ekspor gandum oleh AS dapat menceraiberaikan kekuatan Rusia pada masa perang dingin dan kasus lainnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"   lang="EN-GB"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"   lang="EN-GB"&gt;Di Indonesia, permasalahan pangan bukan hanya karena negeri ini sudah salah urus, tetapi juga karena sudah terjebak oleh permainan globalisasi pertanian. Lewat program &lt;i style=""&gt;structural adjustment&lt;/i&gt; dari &lt;i style=""&gt;Agreement on Agriculture&lt;/i&gt; (AoA) WTO, IMF dan Bank Dunia, mendesak tarif bea masuk pasar domestik yang sangat ramah impor, dan menyulap Indonesia menjadi negara berkembang paling liberal di dunia. Impor pun melonjak tinggi, sebaliknya, ekspor komoditas pertanian merosot. Sejak tahun 1994 Indonesia jatuh dari &lt;i style=""&gt;net food exporter country&lt;/i&gt; menjadi &lt;i style=""&gt;net importer country&lt;/i&gt;. Dari hari ke hari, angka ketergantungan impor atas berbagai komoditas pangan terus menanjak. &lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"   lang="EN-GB"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"   lang="EN-GB"&gt;Skenario globalisasi menghancurkan pasar pertanian Indonesia, dan menggeser basis produksi pangan, dari produksi mandiri menjadi lebih pada impor. Enam tahun setelah AoA disepakati&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"   lang="EN-GB"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"   lang="EN-GB"&gt; impor beras melonjak sampai 664%. Impor gula, dalam kurun waktu yang sama, meroket sampai 356%.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"   lang="EN-GB"&gt; Di sisi lain, produktivitas dalam negeri semakin menurun karena adanya ‘keharusan’ pencabutan subsidi &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"   lang="IN"&gt;pupuk, benih, &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt;dan &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"   lang="IN"&gt;pestisida&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="color:red;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt;Tak hanya itu, kini petani semakin terbebani untuk membayar paten varietas tanaman yang ditanamnya. Hal ini karena tuntutan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;AoA terhadap &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"   lang="IN"&gt;UU No.13/1997 &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt;pasal 7 &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"   lang="IN"&gt;tentang pate&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt;n/&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt;TRIPs &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"   lang="IN"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt;T&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"   lang="IN"&gt;rade &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt;R&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"   lang="IN"&gt;elated &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt;A&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"   lang="IN"&gt;spect on &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt;I&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"   lang="IN"&gt;ntellectual &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt;P&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"   lang="IN"&gt;rop&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"   lang="IN"&gt;erty &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt;R&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"   lang="IN"&gt;ights&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"   lang="IN"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt;. UU ini &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"   lang="IN"&gt;membuka jalan &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt;seluas-luasnya bagi para pemilik modal &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"   lang="IN"&gt;untuk&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt; melakukan&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"   lang="IN"&gt; monopoli. Ironis negeri penyedia plasma nutfah kedua di dunia, setelah India&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt;,&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"   lang="IN"&gt; harus membayar paten&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt; terhadap kekayaan alamnya sendiri&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"   lang="IN"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt;Sebuah penelitian pada tahun 1995 mengungkapkan bahwa 76% paten tanaman dunia dikuasai oleh AS, &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt;dan bahwa negara-negara industri&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt; (Uni Eropa, AS, Kanada, Jepang, Australia, Selandia Baru, dan Isarel) menguasai hampir sebagian besar paten. Sementara itu, korporasi menguasai 79% paten tanaman. Sedangkan negara-negara Selat&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt;an sama sekali tidak terhitung, padahal merekalah pemilik kekayaan itu sejatinya&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt;(&lt;i style=""&gt;Enclosures of the Mind&lt;/i&gt;, 2004)&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"   lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"   lang="IN"&gt;Lantas bagaimana sikap Indonesia di dunia internasional menghadapi kondisi ini? &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt;P&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"   lang="IN"&gt;ada KTM V WTO di Cancun, Indonesia menjadi inisiator G-33 yang &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt;justru &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"   lang="IN"&gt;menyetujui &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt;mekanisme &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"   lang="IN"&gt;globalisasi perdagangan&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"   lang="IN"&gt;namun dengan syarat &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"   lang="IN"&gt;adanya SP (&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt;S&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"   lang="IN"&gt;pecial &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt;P&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"   lang="IN"&gt;roduct&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"   lang="IN"&gt;) dan SSM (&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt;S&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"   lang="IN"&gt;p&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"   lang="IN"&gt;ecial &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt;S&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"   lang="IN"&gt;afeguard &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt;M&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"   lang="IN"&gt;echanism&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"   lang="IN"&gt;) pada 4 jenis komoditas. Namun pada faktanya, aliansi &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt;yang kompromistis &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"   lang="IN"&gt;ini hampir tak terdengar suaranya&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt;. Hal tersebut &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"   lang="IN"&gt;terkalahkan oleh aliansi G-21 &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt;(Brazil, China, dan India) &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"   lang="IN"&gt;yang menawarkan agar liberalisasi dilakukan total atau tidak s&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt;a&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"   lang="IN"&gt;ma sekali. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt;Karena mereka khawatir yang akan terjadi adalah&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"   lang="IN"&gt; dominasi negara maju, tak ubahnya kolonialisme abad 19. Namun tent&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"   lang="IN"&gt;unya tawaran ini ditolak mentah&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt;-mentah&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"   lang="IN"&gt; oleh negara&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt;-negara&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"   lang="IN"&gt; maju&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt;. Mereka justru&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"   lang="IN"&gt; memberikan &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt;p&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"   lang="IN"&gt;roteksi dan subsidi besar&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt;-besar&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"   lang="IN"&gt;an pada &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt;p&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"   lang="IN"&gt;etani dalam negerinya. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt;Negeri maju ini melahirkan regulasi untuk memproteksi adanya efek dari hambatan non tarif WTO. AS menerbitkan &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"   lang="IN"&gt;Bioterrorism act&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"   lang="IN"&gt;Uni Eropa menerbitkan &lt;i style=""&gt;White Paper on Food Safety&lt;/i&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt;sedangkan &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"   lang="IN"&gt;Australia Bio Security Act&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"   lang="IN"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt;Sehingga dengan alasan lingkungan ataupun standar keamanan pangan yang diterapkan, negara tersebut dapat menolak impor pangan dari negara lain secara sepihak. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt;Terlihat bahwa terjadi ketimpangan dalam sistem globalisasi pertanian ini&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"   lang="IN"&gt;. Mengapa justru negeri&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt;-negeri&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"   lang="IN"&gt; yang lemah menjadi pro perdagangan bebas dan negeri maju sangat protektif&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt; ? &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"   lang="IN"&gt;Tanpa adanya bantuan dan subsidi ini, &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt;p&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"   lang="IN"&gt;etani di negeri maju tak akan mam&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt;p&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"   lang="IN"&gt;u bersaing dengan negara &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt;p&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"   lang="IN"&gt;rodusen beras di Asia. Contohnya ongkos &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt;p&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"   lang="IN"&gt;roduksi padi &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt;per &lt;i style=""&gt;acre&lt;/i&gt; di Amerika hampir 4 kali lipat dibandingkan Cina dan India.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"   lang="EN-GB"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"   lang="EN-GB"&gt;Untuk melawan globalisasi pertanian dan seluruh efek buruk yang ditimbulkannya, kata kuncinya adalah kemandirian. Kita harus bertumpu pada sumber daya dan berbagai perangkat sistem kehidupan (ekonomi, hukum, politik luar negeri, dsb). Ketahanan pangan bermakna ketersediaan pangan di pasar dunia, namun lebih jauh lagi kedaulatan pangan bermakna hak umat untuk memiliki kemampuan guna memproduksi kebutuhan pokok pangan secara mandiri, tidak bergantung pada makanan ataupun pertanian impor. Karena itu, negara tersebut haruslah mandiri dalam kebijakan pertanian yang dijalankan, kapasitas produksi makanan lokal di tingkat lokal, dan perdagangan di wilayahnya. Negara harus mandiri dalam menentukan kebijakannya sendiri, bukan di bawah bayang-bayang badan perdagangan internasional ataupun korporasi kapitalisme global. Menuju kemandirian pangan berarti bebas dari penjajahan!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;by :&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Rany Agustina&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;sub majoring Food Technology Chemical Engineering ITB&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"   lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hak cipta milik Alloh swt semata. Jemari ini hanya menuliskan sesuatu yang telah menjadi milik-Nya&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22872034-2258762928503382669?l=azzahrablogs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/feeds/2258762928503382669/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22872034&amp;postID=2258762928503382669' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/2258762928503382669'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/2258762928503382669'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/2008/09/pangan-di-bawah-kuasa-globalisasi-tanya.html' title='Pangan di Bawah Kuasa Globalisasi : Tanya Kenapa ?'/><author><name>Rany Agustina Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06151837328781852218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-XvLDZTgnOL8/TseNFyCboQI/AAAAAAAAAPU/1_uEYSPMXKU/s220/ucul.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22872034.post-362831703104548691</id><published>2008-08-28T02:01:00.000-07:00</published><updated>2008-09-23T22:20:16.347-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://femaleofhati.blogspot.com/2008/08/psikologi-hawa.html"&gt;Psikologi Hawa...&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;  &lt;div class="post-body entry-content"&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_LYP30WUj2oc/SKdDtvVZ4YI/AAAAAAAAABY/FhYexGRzniQ/s1600-h/akhwat.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_LYP30WUj2oc/SKdDtvVZ4YI/AAAAAAAAABY/FhYexGRzniQ/s400/akhwat.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5235227544920908162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;i style=""&gt;It’s for you galz, for our team….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Allah menciptakan manusia masing-masing dengan potensi yang sama, akal dan potensi hidup yang sama. Sama-sama dapat merasakan lapar, mengantuk, marah, cinta, maupun menghormati sesuatu yang lebih kuat darinya. Tidak ada yang membedakan antara satu dengan lainnya kecuali ketakwaannya, pilihan jalan yang dipilih seseorang berdasarkan akalnya. Akal yang hanya dibimbing oleh naluriahnya semata ataukah berdasarkan aturan yang telah Allah tetapkan. Aturan Allah bersifat universal untuk seluruh manusia, tanpa pandang bulu. Namun terdapat beberapa fitrah yang ada pada manusia, yang mengakibatkan perbedaan, contohnya yang ada pada laki-laki dan perempuan. That’s why terdapat aturan yang berbeda dapat antara kedua jenis makhluk ini…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Kepribadian (&lt;i style=""&gt;syakhsiyah&lt;/i&gt;) seseorang ditentukan dari bagaimana ia berpikir dan menyikapi suatu fakta maupun perkara. Bagaimana dia berpikir untuk memenuhi potensi hidup yang ada pada dirinya. Seseorang yang ber&lt;i style=""&gt;syakhsiyah&lt;/i&gt; Islam pastinya senantiasa menyandarkan hal ini terhadap hukum Allah semata. Dalam dunia dakwah kaum hawa, di area luar berhadapan dengan &lt;i style=""&gt;tsaqafah&lt;/i&gt; dan &lt;i style=""&gt;syakhsiyah&lt;/i&gt; asing, namun di area dalam…benturan karakter psikologis yang berbeda bisa menjadi salah satu kendala yang besar, di samping proses pembentukan &lt;i style=""&gt;syakhsiyah&lt;/i&gt;. Terutama dalam tim kita…iya kan &lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;:)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Dalam buku &lt;i style=""&gt;Female Brain&lt;/i&gt; tulisannya Louann Brizendine’s, disebutkan beberapa faktor yang dapat mempengaruhi karakter psikologis seseorang. Di antaranya, bekal fisik (otak dan hormon), pola asuh dan pendidikan, dan pengalaman. Pada fitrahnya ternyata memang perempuan memiliki perbedaan dari segi otak dan hormonal. SEBAGIAN perempuan memiliki wilayah otak: &lt;i style=""&gt;indecision nukleas (a.k.a &lt;/i&gt;plin plan&lt;i style=""&gt;), chocolate centre &lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;:)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;, jealousy, shopping &lt;/i&gt;(kok jelek2 semua ya….!), &lt;i style=""&gt;telephone skill, need for commitment hemisphere, listening, sense of direction neuron PARTICLE&lt;/i&gt;. Secara hormonal, &lt;i style=""&gt;amygdala&lt;/i&gt; pada perempuan lebih mudah diaktifkan oleh nuansa emosi, memiliki &lt;i style=""&gt;cortex prefrontal&lt;/i&gt; (pusat kendali emosi) dan &lt;i style=""&gt;hippocampus&lt;/i&gt; (pusat memori emosi) yang lebih besar, dan katanya otak perempuan itu seperti kumparan kawat yang saling berhubungan. Bisa nyimpulin kan, gimana perempuan itu ?&lt;/p&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_LYP30WUj2oc/SKdDtuwnVAI/AAAAAAAAABg/lblp8Barbhw/s1600-h/Australian+Muslimahs1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_LYP30WUj2oc/SKdDtuwnVAI/AAAAAAAAABg/lblp8Barbhw/s400/Australian+Muslimahs1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5235227544766600194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Btw, tapi ini bukan kitab suci yang serba benar, cuma sedikit tulisan Brizendine tentang perempuan. Ini juga bukan menjadi legitimasi kita saat mengedepankan emosi dan perasaan. Cuz kita memiliki panduan baku untuk ber&lt;i style=""&gt;syakhsiyah&lt;/i&gt; dan proses berpikir bukan ? &lt;i style=""&gt;Ibroh&lt;/i&gt; lain dari buku ini adalah banyak terungkapnya potensi perempuan yang bisa dikembangkan, katanya :perempuan sangat mudah memperhatikan hal detail, terutama menyangkut emosi; &lt;i style=""&gt;multitasking&lt;/i&gt;; mudah melihat adanya masalah; ingin berkomitmen; banyak bicara dll…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;So &lt;i style=""&gt;galz&lt;/i&gt;,, mudah-mudahan sedikit tulisan ini bisa menambah &lt;i style=""&gt;ma’lumat sabiqoh&lt;/i&gt; kita tentang seperti apa karakteristik perempuan secara umum.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;Hopefully&lt;/i&gt;, makin empati yak. Pesan terakhir tips untuk menghindari dan mengatasi masalah : 1)Komunikasi, komunikasi, dan komunikasi 2) &lt;i style=""&gt;Stay calm and focus on THE BEHAVIOR, NOT THE PERSON&lt;/i&gt; 3) Kembalikan ke tujuan dakwah..Kita adalah satu tim yang bergerak demi kemenangan dakwah, bukan kepuasan naluriah&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;“&lt;span class="gen"&gt;Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="gen"&gt;(&lt;b style=""&gt;TQS. Al Ahzab 35&lt;/b&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;“&lt;span class="gen"&gt;Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="gen"&gt;(&lt;b style=""&gt;TQS. At Taubah 71&lt;/b&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i style=""&gt;“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka”&lt;/i&gt; &lt;b style=""&gt;(TQS. An Nisaa 34)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="sidebar-wrapper"&gt;&lt;div class="sidebar section" id="sidebar"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hak cipta milik Alloh swt semata. Jemari ini hanya menuliskan sesuatu yang telah menjadi milik-Nya&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22872034-362831703104548691?l=azzahrablogs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/feeds/362831703104548691/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22872034&amp;postID=362831703104548691' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/362831703104548691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/362831703104548691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/2008/08/psikologi-hawa.html' title=''/><author><name>Rany Agustina Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06151837328781852218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-XvLDZTgnOL8/TseNFyCboQI/AAAAAAAAAPU/1_uEYSPMXKU/s220/ucul.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_LYP30WUj2oc/SKdDtvVZ4YI/AAAAAAAAABY/FhYexGRzniQ/s72-c/akhwat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22872034.post-5863454979231632475</id><published>2008-08-28T01:30:00.000-07:00</published><updated>2008-09-21T22:36:14.728-07:00</updated><title type='text'>20th</title><content type='html'>just thinking...if twenty years ago...i thought&lt;br /&gt;"twenty years from now you will be more dissappointed by the things that u didn't do than by the ones u did do&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;so throw off the bowlines. Sail away from the safe harbour. Catch the trade winds in ur sails. Explore. Dream.Discover""&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hak cipta milik Alloh swt semata. Jemari ini hanya menuliskan sesuatu yang telah menjadi milik-Nya&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22872034-5863454979231632475?l=azzahrablogs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/feeds/5863454979231632475/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22872034&amp;postID=5863454979231632475' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/5863454979231632475'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/5863454979231632475'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/2008/08/20th.html' title='20th'/><author><name>Rany Agustina Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06151837328781852218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-XvLDZTgnOL8/TseNFyCboQI/AAAAAAAAAPU/1_uEYSPMXKU/s220/ucul.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22872034.post-8119481073040513361</id><published>2008-08-06T03:01:00.000-07:00</published><updated>2008-08-06T03:04:10.900-07:00</updated><title type='text'>Militansi…(part one)</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0in; font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; color: rgb(102, 51, 0); font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt; Sudah tingkat akhir kuliah, semua tampak berbeda. Orientasi perkuliahan makin terasa sangat pragmatis dan dangkal. Semua orang sibuk mengejar ambisi mereka, hingga banyak yang mengorbankan idealitas mereka. Banyak yang berguguran…sedih rasanya.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; color: rgb(102, 51, 0); font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; color: rgb(102, 51, 0); font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt; Teringat masa-masa sekitar 5-6 tahun yang lalu. Gejolak semangat aktivis sekolah yang seakan2 akan terus menyala hingga tetes bakar terakhir. Riuhnya mushala akhwat saat dhuha dan dzuhur, semilir angin di masjid atas saat membuat forum2  kajian, rapat2 saat istirahat dan pulang sekolah…walau beda gerakan. Gelombang khimar dan tilawah membudaya dari kelas ke kelas.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; color: rgb(102, 51, 0); font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; color: rgb(102, 51, 0); font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt; Katanya, semakin sedikit sesuatu…bila didera angin yang sama besarnya, akan semakin teruji kekokohannya. Jadi teringat dulu…saat masih benih. Rapat diam2, dikejar2 guru karena baju yang aneh, sebar opini yang ekstrim (katanya!!), liqa2 ilegal (katanya!!)…mungkin itu pandangan orang dulu. Tapi cobaan itu benar2 menempa dan menguji kekonsistenan.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; color: rgb(102, 51, 0); font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; color: rgb(102, 51, 0); font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt; Lantas, setelah lolos uji, menjadi jaminan kekokohan seterusnyakah ?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; color: rgb(102, 51, 0); font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; color: rgb(102, 51, 0); font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt; Aneh…kata orang kampus terbaik,yang melahirkan sosok2 besar di negeri ini, tapi tunduk hanya karena selembar transkrip duniawi. Bukankah di hari akhir kelak kita akan menerima transkrip besar …di tangan kanankah atau di tangan kiri ?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; color: rgb(102, 51, 0); font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; color: rgb(102, 51, 0); font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt; Banyak yang berguguran di jalan dakwah, jalan perjuangan menegakkan kebenaran, apa yang salah ??  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; color: rgb(102, 51, 0); font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; color: rgb(102, 51, 0); font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt; Yang berguguran itu..pernahkah terbesit dalam pikiran mereka dulu…mengapa mereka pernah bergerak ? merasa mendapatkan petunjuk memahami ideologikah atau hanya sebatas mendapatkan komunitas ? Atau akibat kekecewaan dan keputusasaan dalam bergerak?  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; color: rgb(102, 51, 0); font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; color: rgb(102, 51, 0); font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt; Dalam buku &lt;i&gt;Structuring the Party&lt;/i&gt;, digambarkan seperti apa proses terbentuknya gerakan yang shahih. Pertama adalah adanya sel awal yang memiliki perasaan yang peka dan kemampuan berpikir yang tinggi. Dari bekal ini, sel awal akan bergelut dalam memahami ideologi, dan akhirnya akan tertunjuki dengan ideologi itu. Pemikiran ini akan merasuk dan ‘menghantui’ seluruh dirinya. Pembelahan sel kemudian akan dilakukan oleh sel awal ini, demi terwujudnya suatu penyebaran ideologi. Ya…penyatu mereka satu2nya hanyalah ideologi. Bukan yang lain. Bukan kepentingan sesaat, ikatan emosi semata, kekuasaan, materi, dll.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; color: rgb(102, 51, 0); font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; color: rgb(102, 51, 0); font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt; Namun, penyebaran ini bukanlah sesuatu yang sederhana dan tanpa benturan. Ideologi yang diemban oleh orang2 ini bukanlah opini yang lazim ada di masyarakat. Justru bisa dikatakan terasing. Pemikiran yang ada di masyarakat berbeda dengan ideologi ini, walaupun pada hakikatnya perasaan masyarakat masih condong pada ideologi ini. Ibaratnya dalam tubuh manusia, ideologi ini adalah protein asing yang akan merangsang tubuh untuk melakukan proteksi dengan sistem imun untuk mengusir ‘barang aneh’ ini keluar. Jika ideologi belum terkristal benar dalam diri orang2 ini…maka bukan tidak mungkin ideologi ini menjadi kompromis dan akhirnya termasuki dengan zat2 asing. Bahkan bukan tidak mungkin jika ideologi ini kemudian bermutasi menjadi barang lain.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; color: rgb(102, 51, 0); font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; color: rgb(102, 51, 0); font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt; So, dengan benturan yang demikian dahsyat, perjuangan ini membutuhkan orang2 yang kokoh pula, dan bergerak hanya karena ideologi. Orang2 ini adalah orang yang terpilih. Bagaimana tidak ? Pemikirannya mendalam dan memiliki solusi permasalahan yang sangat mengakar dan mendasar. Orang2 ini seperti tidak hidup dalam kondisi kekinian. Namun bukan berarti mereka menjadi orang2 yang terpisah dari masyarakat…seperti halnya para intelektual yang sudah terbutakan pemikiran dan terpisah dari perasaannya. Orang2 ini tidak terjebak dan terbentur dengan tembok dan benteng2 realita. &lt;i&gt;Dia ibarat terbang di alam yang lebih tinggi dan mampu melihat realita masa depan yang harus dicapai oleh umat, yakni mampu melihat kehidupan baru di mana umat akan diubah ke a rah keadaan tersebut&lt;/i&gt;. Dalam benaknya, solusi dari permasalahan kini bukan hanya berbicara masalah sekarang, tapi besok dan lusa. Mengubah realita tidak bisa dalam koridor realita atau fakta belaka. Realita hanya dipandang sebagai objek kacamata ideologi. Bukan kacamata itu sendiri. Jika begitu, maka cara pandang yang digunakan adalah pukul rata yang keliru. Standar penilaian akan berubah2 sesuai dengan kepentingan. Inilah yang terjadi di masyarakat kita bukan..?? Betapa berat kerja dari orang2 ini…&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; color: rgb(102, 51, 0); font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; color: rgb(102, 51, 0); font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt; Bagaimana cara menjaga agar ‘kacamata’ ini tetap terjaga ? Tidak lain adalah dengan adanya kaidah penjagaan aktivitas yang tetap. Adanya metode baku dalam menentukan target dan tujuan aktivitas, dan terkristalnya ideologi akan menjaga semangat beraktivitas orang2 ini. Dengan adanya &lt;i&gt;charge&lt;/i&gt; pemikiran dan &lt;i&gt;reflux&lt;/i&gt; tujuan…akan menjaga ideologi di diri orang2 ini untuk menaklukan realita. Terbayang kan jika aktivitas ini terhenti…? Bukan tidak mungkin jika kacamata itu kian berubah, hingga sama seperti yang dipakai masyarakat kebanyakan. Tidak memiliki kaidah berpikir dan tujuan berbuat. Hanya disandarkan pada realita dan sangat individualistis. Masyarakat dipengaruhi oleh keadaan. Sedang orang2 ini harus menjadi subjek peubah.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; color: rgb(102, 51, 0); font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; color: rgb(102, 51, 0); font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt; Target dan tujuan aktivitas orang2 ini haruslah terarah. Disandarkan atas pengawasan yang sangat hati2. Salah dalam menentukan keputusan, memperbesar peluang terjadinya penyusupan pemikiran atau kehancuran dari dalam. Mereka harus jeli dalam menentukan cara (&lt;i&gt;uslub&lt;/i&gt;) maupun pola cara (&lt;i&gt;khithah&lt;/i&gt;), dengan landasan metode baku yang telah ditetapkan. Jangan sampai upaya penyatuan dengan masyarakat menjadi terhalang akibat ketidakmampuan melihat karakteristik masyarakat. Perubahan cara dan pola cara bukan sesuatu yang dapat melunturkan ideologi yang diemban, selama masih berpegang pada metode baku pergerakan dan pemikiran ideologis tentunya…&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hak cipta milik Alloh swt semata. Jemari ini hanya menuliskan sesuatu yang telah menjadi milik-Nya&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22872034-8119481073040513361?l=azzahrablogs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/feeds/8119481073040513361/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22872034&amp;postID=8119481073040513361' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/8119481073040513361'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/8119481073040513361'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/2008/08/militansi.html' title='Militansi…(part one)'/><author><name>Rany Agustina Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06151837328781852218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-XvLDZTgnOL8/TseNFyCboQI/AAAAAAAAAPU/1_uEYSPMXKU/s220/ucul.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22872034.post-4157755693890097033</id><published>2008-08-06T02:50:00.000-07:00</published><updated>2008-08-06T03:01:20.693-07:00</updated><title type='text'>KRISIS PANGAN DUNIA : SALAH SIAPA ?</title><content type='html'>&lt;p class="western" style="margin-bottom: 0in; widows: 0; orphans: 0; text-align: left;" lang="it-IT"&gt; &lt;span style=";font-family:Verdana,sans-serif;font-size:78%;"  &gt;artikel lama..blum diaplot ^ ^&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="western" style="margin-bottom: 0in; widows: 0; orphans: 0; text-align: left;" lang="it-IT"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,sans-serif;font-size:78%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="western" style="margin-bottom: 0in; widows: 0; orphans: 0;" align="center" lang="it-IT"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;b&gt;KRISIS PANGAN DUNIA : SALAH SIAPA ?&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="western" style="margin-bottom: 0in; widows: 0; orphans: 0;" align="center" lang="it-IT"&gt; &lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Oleh :  azZahra&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="margin-bottom: 0in; widows: 0; orphans: 0;" align="justify"&gt; &lt;span lang="it-IT"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;&lt;i&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;“Skandal terbesar global bukanlah kelaparan, bahkan kelaparan tetap akan ada walau kita memiliki cara untuk menghilangkannya. Skandal terbesar global adalah mendiamkan isu kelaparan dan tidak berbuat apa-apa. Saatnya untuk mengambil aksi. Kelaparan tidak bisa menanti!”(&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Deklarasi Konferensi 55 Negara Menjelang Sidang Majelis Umum ke-60 PBB di New York, AS, 20 September 2004)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; widows: 0; orphans: 0;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="en-GB"&gt; Dunia kelaparan. Berkurangnya pasokan di pasar komoditi internasional yang disinyalir menyebabkan kenaikan harga makanan pokok di banyak negara, menyebabkan kekacauan dunia&lt;/span&gt;. &lt;span lang="en-GB"&gt;Berdasarkan data dari Bloomberg dan FAO, dalam kurun waktu setahun terakhir (terhitung Maret 2007-Maret 2008) tercatat kenaikan harga jagung mencapai 31%, beras 74%, kedelai 87%, dan gandum hingga 130%, di samping sejumlah bahan pokok lainnya. Kenaikan harga tersebut membuat sebagian besar penduduk dunia kalang kabut memenuhi kebutuhan pokok mereka itu. Terlebih bagi 2,8 milyar orang yang hanya berpenghasilan US$ 2 atau kurang tiap harinya. Kini, &lt;/span&gt;semakin banyak saja manusia yang memiliki keterbatasan akses pangan.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; widows: 0; orphans: 0;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt; Kegalauan publik ini pun ditunjukkan dengan adanya &lt;span lang="en-GB"&gt;gelombang protes yang muncul di mana-mana. Di Kamerun, 24 orang meninggal dan 1.600 orang diamankan pada Februari lalu menyusul aksi menolak &lt;i&gt;tax slashed&lt;/i&gt; terhadap tekanan impor dan gaji sektor publik sebanyak 15%. Di Mesir, tujuh orang meninggal akibat berkelahi dan akibat kekelahan saat mengantri mendapatkan roti bersubsidi. Di Pakistan, ribuan tentara disebar untuk mengawal truk-truk yang mengangkut gandum dan terigu. Sementara di Burkina Faso, terjadi pemberontakan di tiga kota karena kegagalan pemerintah memenuhi janjinya dalam mengontrol harga bahan makanan. Yang terheboh adalah peristiwa di Haiti yang akhirnya mendesak parlemen untuk menurunkan perdana menteri mereka. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; widows: 0; orphans: 0;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="en-GB"&gt; &lt;/span&gt;Menurut laporan Bank Dunia (&lt;i&gt;World Bank&lt;/i&gt;) saat ini 37 negara terancam instabilitas politik akibat &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;krisis pangan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt; ini. Direktur Bank Dunia Robert Zoellick menyatakan bahwa &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;krisis pangan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;ini mengakibatkan 100 juta orang di negara miskin terancam kelaparan. &lt;span lang="en-GB"&gt;Berdasarkan data FAO, di seluruh dunia terdapat sebanyak 845 juta orang yang kekurangan pangan. Yang lebih mengenaskan, lima juta balita meninggal tiap tahunnya karena gizi buruk. &lt;/span&gt;Program Pangan Dunia PBB atau WFP memperkirakan sudah ada 20 juta orang yang terpukul krisis pangan. Sekitar 100 juta orang lagi kini sudah memasuki kategori kelaparan. Enam bulan lalu mereka belum memasuki kategori itu. Krisis pangan mirip serangan tsunami. Direktur Eksekutif WFP Josette Sheeran di London, Rabu (23/4), mengatakan, krisis pangan mirip serangan tsunami yang diam (&lt;i&gt;silent tsunami&lt;/i&gt;). Tsunami ini telah menebar bencana kelaparan di mana-mana.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="western" style="margin-bottom: 0in; widows: 0; orphans: 0;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt; Begitu pun yang terjadi pada tahun-tahun silam. Prakarsa dunia mengatasi kelaparan global ini tidak mengalami kemajuan berarti dari masa ke masa. Pada tahun 2002, 815 juta penduduk di negara-negara berkembang mengalami kelaparan, 300 juta di antaranya adalah anak-anak. Dalam konferensi menjelang Sidang Majelis Umum ke-60 PBB di New York, 21 September 2004, terungkap jumlah penduduk kelaparan meningkat menjadi satu miliar (Kompas, 28 September 2004). Data FAO menyebutkan bahwa satu dari tiap lima penduduk dunia kekurangan gizi. Sementara 777 juta penduduk lainnya menderita kelangkaan pangan, satu langkah lagi menuju kelaparan (Kompas, 17 Juni 2002).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="western" style="margin-bottom: 0in; widows: 0; orphans: 0;" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="western" style="margin-bottom: 0in; widows: 0; orphans: 0;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="western" style="margin-bottom: 0in; widows: 0; orphans: 0;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Negeri Subur Kurang Pangan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="western" style="margin-bottom: 0in; widows: 0; orphans: 0;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt; Orang kelaparan tidak semata-mata karena tidak ada makanan. Ketika makanan berlimpah pun kelaparan bisa saja terjadi. Banyak laporan yang menyebutkan produksi pangan yang terus meningkat. Setelah bertahun-tahun tidak berswasembada, BPS memperkirakan tahun 2004 Indonesia bisa berswasembada beras (Suara Pembaruan, 2 Nopember 2004). Diperkirakan produksi padi nasional hingga Desember 2004 mencapai 54,34 juta ton gabah kering giling, sama dengan 34 juta ton beras, naik 4,23% dari tahun 2003, melebihi kebutuhan beras domestik, yakni 31 juta ton. Surplus ±2 juta ton, itu setara dengan jumlah impor pada tahun 2004. Namun kelaparan tetap merupakan problem kronis. Di tengah surplus pangan, antara 1996-2001 neraca pangan kita tumbuh positif (antara US$ 1,4 miliar-2,95 miliar)(Suryana, 2002), namun penduduk yang rawan pangan di tahun 2002 sampai 31,75 juta (15,16%). Sedangkan 84,80% penduduk konsumsi energinya di bawah rekomendasi (2.200 kkal/kapita/hari). Di bawah tahun 2000, terdapat 138 kabupaten/kota atau 42,59% yang rawan pangan beresiko tinggi dan mencapai lebih tinggi pada tahun 2001 (126 kabupaten/kota atau 40,5%)(Departemen Pertanian,2004). Bahkan di tahun 2005, kita dikejutkan oleh kabar kelaparan kronis yang melanda 10 kabupaten di NTT. Kondisi ini terus berulang tanpa koreksi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="western" style="margin-bottom: 0in; widows: 0; orphans: 0;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="western" style="margin-bottom: 0in; widows: 0; orphans: 0;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt; Di bidang ketahanan pangan, berdasarkan data produksi padi nasional menunjukkan bahwa kita tidak hanya mengalami surplus di tahun 2004, namun juga di tahun 2007 dengan produksi sebesar 57,05 juta ton gabah kering giling atau 33,43 juta ton beras, meningkat 2,59 juta ton gabah kering giling atau 4,76% dibanding produksi tahun 2006. Pencapaian angka produksi padi tersebut merupakan angka tertinggi yang pernah dicapai sejak dua belas tahun terakhir. Data BPS juga menunjukkan kenaikan pada komoditas jagung, tebu dan sapi. Produksi jagung tahun 2007 naik 14,39 % dibandingkan tahun 2006. Adapun pada tahun 2007 produksi tebu dan daging berturut-turut naik sebesar 4,91 % dan 2,20 % dibanding produksi tahun 2006. Begitu juga terjadi kenaikan produksi padi di tahun 2008 dibandingkan tahun 2007 sebesar 2,13% (Lihat Tabel 1). Namun mengapa harus ada kasus kelaparan dan kerawanan pangan pada tahun-tahun ini ?  Apakah ini yang dinamakan dengan kutukan SDA ?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="margin-bottom: 0in; widows: 0; orphans: 0;" align="justify"&gt; &lt;b&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="western" style="margin-bottom: 0in; widows: 0; orphans: 0;" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;Masalah Pangan di Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="western" style="margin-bottom: 0in; widows: 0; orphans: 0;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt; Baik miskin harta atau miskin pemahaman akan gizi, adalah penyebab utama kerawanan pangan, yang angkanya di Indonesia mencapai 110 juta, separuh dari penduduk Indonesia (Kompas, 24 Januari 2002). Karena kelaparan atau kurang gizi terjadi bukan karena tak ada makanan, tetapi karena orang tidak bisa memiliki makanan. Ditariknya subsidi BBM oleh pemerintah terbukti justru meningkatkan jumlah orang miskin di negeri ini. Begitupun dengan kebijakan pro-liberal lainnya yang justru menyengsarakan rakyat.  Kenaikan harga BBM, konversi minyak ke gas, kenaikan tarif dasar listrik justru semakin meningkatkan jumlah antrian masyarakat miskin di negeri ini. Begitupula halnya dengan adanya &lt;span lang="sv-SE"&gt;privatisasi kesehatan yang kian menambah panjang daftar pengeluaran masyarakat. Adanya Bantuan Langsung Tunai (BLT) pemerintah kepada masyarakat dan subsidi kesehatan yang rendah tidak mampu menutupi masalah yang timbul. &lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Menurut data BPS awal tahun 2007 pengangguran terbuka mencapai 10,55 juta orang, sementara angkatan kerja baru tahun ini diperkirakan 2,1 juta. Padahal pada tahun 2006, 1% pertumbuhan ekonomi hanya berkolerasi dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 48 ribu orang. Dengan demikian tahun 2008 akan terjadi ledakan kemiskinan&lt;/span&gt;, &lt;span lang="id-ID"&gt;yang pada tahun 2006 saja jumlahnya mencapai 128,94 juta orang&lt;/span&gt;. Padahal 80 % pengeluaran penduduk miskin hanya untuk memenuhi kebutuhan pangannya saja, dimana 60% dari jumlah tersebut digunakan untuk beras. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; widows: 0; orphans: 0;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt; Ini memang negeri paradoks, dimana kelaparan di tengah kelimpahan pangan bukanlah hal baru. Jika pada tahun 1984 lalu, Indonesia memperoleh predikat swasembada beras, saat ini menjadi negara importir beras terbesar di dunia. Prestasi ini makin lengkap dengan predikat sebagai negara importir kedelai terbesar di dunia, dan importir gula kedua terbesar di dunia setelah Rusia. Ironis, sebagai negara agraris, tanah kita dikenal sangat subur, bisa ditanami sepanjang tahun, sumber daya alam dan plasma nutfahnya melimpah. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; widows: 0; orphans: 0;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt; Lalu apakah yang terjadi selama ini adalah semata-mata karena produksi Indonesia yang menurun dari tahun ke tahun? Kejadian kelangkaan minyak goreng pada tahun lalu membuktikan hal sebaliknya. Indonesia merupakan negara penghasil CPO (&lt;i&gt;Crude Palm Oil&lt;/i&gt;) terbesar kedua di dunia. Jumlah produksi minyak sawit indonesia sebesar 13,5 juta ton per tahun, dari angka tersebut 9 juta ton diantaranya diperuntukan untuk diekspor ke Uni Eropa, China dan India. Jumlah ini meliputi &lt;i&gt;palm oil&lt;/i&gt; maupun &lt;i&gt;palm kernel oil&lt;/i&gt;. Namun toh Indonesia pun saat itu tidak sanggup menjaga kestabilan harga minyak goreng saat terjadi kenaikan harga di tingkatan global akibat euforia biodiesel sedang marak di dunia. Bukankah saat itu Indonesia berada pada posisi memiliki kemampuan untuk mempengaruhi pasar, paling tidak pasar nasional? Namun toh hasilnya tidak jauh berbeda dengan kondisi saat ini. Semua kejadian ini menimbulkan pertanyaan yang mengganjal di dalam hati, apakah Indonesia sudah sedemikian inferiornya sehingga semua kejadian di tingkat nasional ini hanya merupakan ekses dari kejadian global tanpa mampu berbuat apa-apa terhadapnya? &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="sdfootnote-western" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt; Walaupun produksi bukanlah masalah pangan mendasar di negeri ini, namun ini tetap menjadi faktor yang harus diselesaikan pula. Pada tahun 2005 saja indonesia telah mengimpor gula sebanyak 1,6 juta ton sementara produksi indonesia pada tahun yang sama hanya sebesar 1,8 juta ton. Produksi gula dalam negeri tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan domestik, bahkan memiliki kecenderungan produksi yang menurun dari tahun ke tahun (Lihat Gambar 1). Begitupula dengan nilai rendemen gula yang diproduksi kian menurun (Lihat Gambar 2). Minimnya perhatian dari pemerintah terhadap perkembangan industri, teknologi, dan pertanian di Indonesia merupakan faktor penyebab industri pertanian di Indonesia harus rela mengalah dengan produk pertanian impor yang sangat murah. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="margin-bottom: 0in; widows: 0; orphans: 0;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Masalah Distribusi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="western" style="margin-bottom: 0in; widows: 0; orphans: 0;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="western" style="margin-bottom: 0in; widows: 0; orphans: 0;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;i&gt;“Dewasa ini, 826 juta orang menderita kekurangan pangan yang sungguh kronis dan juga serius, kendati dunia sebenarnya mampu memberi makan 12 miliar orang (dua kali lipat dari jumlah penduduk sekarang) tanpa masalah sedikit pun”(&lt;/i&gt;Rahman, Shukor, 2001, New Straits of Malaysia Times)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; widows: 0; orphans: 0;" align="justify"&gt; &lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;&lt;i&gt; ”Kelaparan adalah persoalan distribusi yang timpang (&lt;/i&gt;maldistribution&lt;i&gt;) dan masalah ketidakadilan bukan masalah kekurangan pangan. Makanya, meskipun ada kelimpahan, kelaparan tetap saja menghantui”(&lt;/i&gt;WHO, 2001, &lt;i&gt;Determinant of Malnutrition&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="western" style="margin-bottom: 0in; widows: 0; orphans: 0;" align="justify"&gt; &lt;span lang="en-GB"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt; Apakah dunia kekurangan suplai pangan sementara jumlah penduduk terus meningkat sebagaimana ramalan Malthus dalam &lt;i&gt;Essay on the Principle of Population&lt;/i&gt;? Ternyata tidak. Pada kenyataannya walau penduduk dunia ini telah meningkat sekitar enam kali lipat dibandingkan penduduk dunia pada saat Malthus menulis paper-nya, produksi pangan pun turut meningkat seiring perkembangan teknologi pertanian. Sebagaimana ditegaskan Amartya Zen (1998), sepanjang sejarah tidak pernah terjadi kekurangan bahan pangan. Masalahnya terletak pada distribusi yang tidak merata hingga krisis kerap terjadi. Belum lagi belakangan ini sebagian produksi pangan dialihkan penggunaannya untuk biofuel. Tercatat sebesar satu milyar ton dari 2,1 milyar ton produksi &lt;i&gt;grain &lt;/i&gt;dunia dialihfungsikan untuk biofuel (FAO). Hal ini cukup berperan besar melambungkan harga pangan dunia, yang otomatis memperkecil akses sebagian penduduk. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;    &lt;p class="western" style="margin-bottom: 0in; widows: 0; orphans: 0;" align="justify"&gt; &lt;b&gt;&lt;span lang="en-GB"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="western" style="margin-bottom: 0in; widows: 0; orphans: 0;" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="en-GB"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;Liberalisasi Pangan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="western" style="margin-bottom: 0in; widows: 0; orphans: 0;" align="justify"&gt; &lt;span lang="en-GB"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt; Masalah krisis pangan Indonesia ini tidak hanya karena negeri ini sudah salah urus, tetapi juga karena Indonesia sudah terjebak oleh permainan globalisasi pertanian. Lewat program &lt;i&gt;structural adjustment&lt;/i&gt; dari &lt;i&gt;Agreement on Agriculture&lt;/i&gt; (AoA), IMF, Bank Dunia, dan WTO, mendesak tarif bea masuk pasar domestik yang sangat ramah impor, dan menyulap Indonesia menjadi negara berkembang paling liberal di dunia. Impor pun melonjak tinggi, sebaliknya, ekspor komoditas pertanian merosot. Sejak tahun 1994 Indonesia jatuh dari &lt;i&gt;net food exporter country&lt;/i&gt; menjadi &lt;i&gt;net importer country&lt;/i&gt;. Dari hari ke hari angka ketergantungan impor atas pelbagai komoditas pangan terus menanjak. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="western" style="margin-bottom: 0in; widows: 0; orphans: 0;" align="justify" lang="en-GB"&gt; &lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="western" style="margin-bottom: 0in; widows: 0; orphans: 0;" align="justify"&gt; &lt;span lang="en-GB"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt; AoA menghancurkan pasar pertanian Indonesia, dan menggeser basis produksi pangan, dari dalam negeri menjadi lebih pada impor. Enam tahun setelah AoA disepakati impor beras melonjak sampai 664%. Impor gula, dalam kurun waktu yang sama, meroket sampai 356%. Kebijakan pangan pemerintah bukan bertumpu pada lahan, tetapi pada pasar dunia (baca:oligopoli perdagangan). Sistem produksi pangan dalam negeri lantas rusak, dan sarana serta prasarana produksi selama beberapa masa tidak berguna (Khudori, 2004). Dengan membuka pasar domestik lebar-lebar, sama saja memaksa petani kita yang gurem, miskin, dan tradisional untuk bertarung dengan petani negara-negara maju yang kaya dan ditopang beragam proteksi serta subsidi besar-besaran dari negaranya. Pertanian di AS saja didukung lebih dari 100 jenis undang-undang. Mulai dari &lt;i&gt;Sugar Act 1774&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Homestead Act 1862&lt;/i&gt; yang membuat petani memperoleh lahan pertanian lebih dari 65 hektar, dan sebagainya.(Pakpahan, 2004). Begitulah standar ganda sistem liberalisasi pertanian. Di negeri ketiga memaksa untuk melonggarkan proteksi, sedang di negeri maju melakukan perlindungan dan subsidi besar-besaran. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="western" style="margin-bottom: 0in; widows: 0; orphans: 0;" align="justify" lang="en-GB"&gt;   &lt;/p&gt; &lt;p class="western" style="margin-bottom: 0in; widows: 0; orphans: 0;" align="justify"&gt; &lt;span lang="en-GB"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt; Mata rantai perdagangan pangan, baik di negara maju maupun di negara berkembang, saat ini sudah tidak lagi dikontrol oleh negara, tetapi oleh &lt;i&gt;corporate&lt;/i&gt;. Sepuluh perusahaan mengontrol 32% dari bibit yang diperdagangkan senilai US$ 32 miliar, dan 100% dari pasar bibit transgenik. Hanya lima perusahaan yang mengontrol perdagangan biji-bijian  (Shiva, 2000). Pada tahun 1998, bisnis pestisida yang bernilai sekitar US$ 31 juta, 73%-nya dikontrol oleh sepuluh perusahaan pertanian transnasional (&lt;i&gt;New Internationalist&lt;/i&gt;, 2000). Ekspor gula hanya terkonsentrasi pada sedikit negara dan pengekspor gula hanya terpusat pada 7 perusahaan transnasional seperti Cargill, T&amp;amp;L, Man, Dryfus, dan Cubazukar. Mereka menguasai 83,2% pangsa pasar dunia (Nodeco, 1996). Studi CAFOD di Burkino Paso menyimpulkan bahwa control jaringan pasar yang sangat kuat dari perusahaan mengakibatkan tidak jelasnya hubungan antara harga global dan harga konsumen (Saragih, 2004). Adanya kartel perusahaan pangan ini sangat memungkinkan terjadinya spekulasi harga pangan dunia.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="western" style="margin-bottom: 0in; widows: 0; orphans: 0;" align="justify" lang="en-GB"&gt; &lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="western" style="margin-bottom: 0in; widows: 0; orphans: 0;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="en-GB"&gt; &lt;/span&gt;Krisis pangan di awal tahun 2008 ini menunjukkan bahwasanya tesis tentang pasar bebas itu tidak berlaku untuk keselamatan umat manusia, terutama dalam hal pangan. Bahkan sejak aktifnya perdagangan bebas ini dipromosikan WTO, angka kelaparan di dunia semakin meningkat dari 800 juta jiwa (1996) menjadi 853 juta jiwa (2007).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="margin-bottom: 0in; widows: 0; orphans: 0;" align="justify"&gt;&lt;span lang="en-GB"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;Dari fakta di atas, terlihat bahwa akar masalah krisis pangan di dunia ini adalah adanya permasalahan sistem distribusi, liberalisasi pertanian, dan adanya kartel perusahaan pangan yang pada akhirnya memberi peluang yang sangat besar bagi spekulan untuk mempermainkan harga pasar.  Hal ini pasti terjadi dalam sistem ekonomi yang menempatkan &lt;i&gt;scarcity &lt;/i&gt;atau faktor kelangkaan sebagai masalah ekonomi yang utama (baca:kapitalisme), dan melandaskan pertumbuhan ekonominya pada penguasaan sektor non real. Otomatis solusi yang dikedepankan melulu soal produksi dan produksi, sebesar-besarnya dan sebanyak-banyaknya. Aspek pendistribusian yang merata tidak diperhatikan, sehingga yang kuat semakin kuat, dan yang lemah tak bisa berbuat apa-apa. Makanan dalam pandangan kapitalisme tak ubahnya seperti komoditas ketika berhadapan dengan sistem lain dalam kehidupan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="western" style="margin-bottom: 0in; widows: 0; orphans: 0;" align="justify"&gt; “&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;Makanan adalah kebutuhan jasmani yang tak terelakkan bagi umat manusia (&lt;/i&gt;the primary determinants of survival&lt;i&gt;) maka pangan menjadi barang yang langka (&lt;/i&gt;scarcity&lt;i&gt;) ketika dihadapkan dengan sistem-sistem ekonomi dan politik yang lebih luas”&lt;/i&gt;(Melville J.Herskovitas)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="western" style="margin-bottom: 0in; widows: 0; orphans: 0;" align="justify"&gt; &lt;span lang="en-GB"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="western" style="margin-bottom: 0in; widows: 0; orphans: 0;" align="justify"&gt;&lt;span lang="en-GB"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Membangun Kedaulatan Pangan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="western" style="margin-bottom: 0in; widows: 0; orphans: 0;" align="justify"&gt; &lt;span lang="en-GB"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt; Pangan merupakan masalah besar bagi setiap individu, tak peduli ia miskin atau kaya. Bagaimanapun pangan termasuk kebutuhan pokok yang wajib dipenuhi demi keberlangsungan kehidupan. Bagaimana bisa seseorang berkreasi dan menghasilkan karya intelektual bila pada saat yang sama ia kelaparan? Bagaimana pula suatu bangsa berharap dapat maju dan bangkit bila persoalan pangan rakyatnya saja belum diselesaikan? &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="margin-bottom: 0in; widows: 0; orphans: 0;" align="justify"&gt; &lt;span lang="en-GB"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt; Dalam Islam, pangan merupakan salah satu kebutuhan primer seorang warga negara yang harus dipenuhi oleh negara. Tanggung jawab pemerintah adalah memastikan terpenuhinya kebutuhan tiap individu. Sebagaimana halnya yang pernah dilakukan Khalifah Umar r.a. Beliau bahkan memanggul sendiri gandum untuk keluarga miskin yang diketahui tak terpenuhi kebutuhan pangannya. Itulah gambaran tanggung jawab dan dedikasi berlandaskan keimanan dari seorang pemimpin pada rakyatnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="western" style="margin-bottom: 0in; widows: 0; orphans: 0;" align="justify" lang="en-GB"&gt; &lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="western" style="margin-bottom: 0in; widows: 0; orphans: 0;" align="justify"&gt; &lt;span lang="en-GB"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt; Negara harus dapat menyelesaikan permasalahan ketidakmampuan individu dalam negerinya untuk membeli kebutuhan pangan. Adanya kenaikan harga bahan pokok bisa jadi terjadi karena adanya penimbunan barang atau karena kelangkaan barang tersebut. Apabila tidak adanya barang tersebut karena terjadi penimbunan, maka daulah akan segera menindaknya dengan sistem hukum yang tegas., karena penimbunan tersebut jelas diharamkan oleh Allah. Begitupun adanya spekulan pasar yang dapat menaikkan harga dengan begitu mudahnya, diharamkan dalam Islam, seperti yang diriwayatkan Ma’qal bin Yassar bahwa Rasulullah saw berkata :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="margin-bottom: 0in; widows: 0; orphans: 0;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="en-GB"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;“Siapa saja yang terlibat dalam sesuatu yang berupa harga bagi kaum muslimin, agar dia bisa menaikkan harga tersebut kepada mereka, maka kewajiban Allah untuk mendudukanmu dengan sebagian besar (tempat duduknya) dari neraka, kelak pada hari kiamat nanti”  &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; widows: 0; orphans: 0;" align="justify"&gt; &lt;span lang="en-GB"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;Apabila barang tersebut tidak ada karena barangnya memang langka, maka khalifah diharuskan untuk melayani kebutuhan umum tersebut. Di masa Umar bin Khaththab, pernah terjadi masa panceklik (&lt;i&gt;amur ramadah&lt;/i&gt;) yang terjadi hanya di Hijaz, sebagai akibat langkanya makanan pada tahun tersebut. Maka karena langkanya makanan di sana, harga makanan tersebut membumbung tinggi. Namun beliau tidak mematok harga tertentu untuk makanan tersebut, bahkan sebaliknya, beliau mengirim dan menyuplai makanan dari Mesir dan negeri Syam ke Hijaz. Sehingga di pasar menjamin ketersediaan pasokan pangan. Dari peristiwa ini terlihat bahwa khalifah harus berusaha mencukupi barang tersebut di pasar , dan mengusahakannya dari kantong-kantong pusat barang tersebut (lumbung beras). Dengan cara seperti itu, harga yang membumbung tinggi dapat dihindari. Tentunya mengupayakan adanya lumbung-lumbung beras di wilayah strategis Indonesia bukanlah hal yang terlampau sulit. Di Sukabumi, Jawa Barat terdapat sebuah daerah yang tidak pernah kekurangan pangan karena adanya lumbung beras yang selalu menyediakan cadangan beras untuk warganya. Warga daerah tersebut tidak pernah kekurangan beras karena beras yang dihasilkan oleh warganya tidak pernah dijual dan disimpan untuk kebutuhan bersama (Suara Pembaruan, 16 Agustus 2004). &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; widows: 0; orphans: 0;" align="justify"&gt; &lt;span lang="en-GB"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt; Membangun kedaulatan pangan tidaklah mustahil, kata kuncinya adalah kemandirian, bertumpu pada sumber daya dan berbagai perangkat sistem kehidupan (ekonomi, hukum, politik luar negeri, dsb). Ketahanan pangan bermakna ketersediaan pangan di pasar dunia, namun lebih jauh lagi kedaulatan pangan bermakna hak umat untuk memiliki kemampuan guna memproduksi kebutuhan pokok pangan secara mandiri, tidak bergantung pada makanan ataupun pertanian impor. Kedaulatan pangan merupakan prasyarat keamanan pangan. Karena itu, negara tersebut haruslah mandiri dalam kebijakan pertanian yang dijalankan, kapasitas produksi makanan lokal di tingkat lokal, dan perdagangan di wilayahnya. Negara harus mandiri dalam menentukan kebijakannya sendiri, bukan di bawah bayang-bayang badan perdagangan internasional ataupun korporasi kapitalisme global.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; widows: 0; orphans: 0;" align="justify"&gt; &lt;span lang="en-GB"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt; Sistem ekonomi Islam bertumpu pada sektor ekonomi &lt;i&gt;real&lt;/i&gt;, dan menghindarkan sistem &lt;i&gt;non real &lt;/i&gt;yang penuh dengan ketidakpastian. Dalam Islam memang tidak ada pematokan harga oleh negara, karena harga ditentukan oleh kesetimbangan mekanisme pasar (adanya permintaan dan penawaran). Namun Islam melarang adanya monopoli ataupun kartel terhadap pasar. Subsidi yang dapat mendukung pemenuhan kebutuhan primer pun akan diberikan kepada masyarakat. Sistem hukum dan administrasi Khilafah pun akan menghindarkan terjadinya penyelundupan ataupun penimbunan bahan pangan. Begitupun dengan perkembangan ilmu dan teknologi, khususnya bidang pangan dan rekayasa genetika, yang sangat didukung oleh negara dengan sistem pendidikan Islam. Begitupun sistem pertanian Islam akan mengembangkan potensi lahan Indonesia sebesar-besarnya demi kemaslahatan umat.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; widows: 0; orphans: 0;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt; &lt;span lang="id-ID"&gt;Syaikh Abdurrahman al-Maliki dalam kitab &lt;i&gt;As-Siyâsah al-Iqtishâdiyyah al-Mustlâ&lt;/i&gt; mengungkap&lt;/span&gt;k&lt;span lang="id-ID"&gt;an, dalam Islam, pada dasarnya politik pertanian dijalankan untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Untuk hal ini bisa ditempuh dua jalan. Pertama: dengan jalan intensifikasi (peningkatan produksi), seperti melakukan berbagai usaha untuk meningkatkan produktivitas tanah. Kedua: dengan ekstensifikasi (perluasan), seperti menambah luas area yang akan di tanam.&lt;/span&gt; Lahan pangan harus dijaga keberadaan dan produktivitasnya oleh khalifah, bukan justru dialihfungsikan menjadi gedung perkantoran ataupun pusat perbelanjaan. &lt;span lang="id-ID"&gt;Dari data Departemen Pertanian, lahan sawah setiap tahunnya berkurang sekitar 40 ribu hektar hingga 100 ribu hektar pertahun. (Republika, 15/02/2007).&lt;/span&gt; Selain itu, i&lt;span lang="id-ID"&gt;ntensifikasi pertanian dapat dicapai dengan menggunakan obat-obatan, penyebarluasan teknik-teknik modern di kalangan para petani, dan membantu pengadaan benih serta budidayanya, termasuk melakukan bioteknologi untuk bidang pertanian. Salah satunya adalah bioteknologi transgenik, yakni dengan menghasilkan varietas yang lebih unggul.&lt;/span&gt; Kemandirian produksi merupakan tujuan strategi pertanian ini dan &lt;span lang="id-ID"&gt;melakukan impor besar adalah tindakan yang kontraproduktif.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span lang="id-ID"&gt;Adapun ekstensifikasi pertanian bisa dicapai dengan mendorong agar masyarakat menghidupkan tanah yang mati. Caranya, Pemerintah memberikan tanah secara cuma-cuma kepada mereka yang mampu bertani tetapi tidak memiliki tanah. Sebaliknya, Pemerintah harus mengambil tanah secara paksa dari orang-orang yang menelantarkannya selama tiga tahun berturut-turut. Dalam hal ini, Rasulullah saw. pernah bersabda:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; widows: 0; orphans: 0;" align="center"&gt; &lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;«&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;مَنْ كَانَتْ لَهُ أَرْضٌ فَلْيَزْرَعْهَا أَوْ لِيَمْنَحْهَا أَخَاهُ فَإِنْ أَبَى فَلْيُمْسِكْ أَرْضَهُ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;»&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; widows: 0; orphans: 0;" align="center"&gt; “&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Siapa saja yang memiliki sebidang tanah, hendaklah dia menanaminya, atau hendaklah ia memberikan kepada saudarnya. Apabila ia mengabaikannya, hendaklah tanahya diambil&lt;/span&gt;”&lt;/i&gt; &lt;span lang="id-ID"&gt;(HR &lt;/span&gt;Bukhari dan Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; widows: 0; orphans: 0;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="en-GB"&gt;  &lt;/span&gt;Gambaran bagaimana sistem ekonomi Islam yang diterapkan oleh Khalifah dalam menangani krisis seperti sekarang, dengan akan terlihat dengan penerapan beberapa instrumen syariah seperti reformasi pengaturan penggunaan tanah. Reformasi ini akan dilakukan dengan mendistribusikan ulang tanah yang menganggur. Hal ini dilakukan untuk menciptakan kompetisi di sektor pertanian yang didukung oleh dana investasi dari negara dalam pengembangan infrastruktur pertanian, seperti penelitian dan perbaikan mutu benih-benih unggulan. Menarik untuk diingat bahwa di tahun 1950-an, Korea dan Taiwan, sebagai macan ekonomi Asia, membangun roda perekonomiannya diawali dengan reformasi pengaturan penggunaan tanah dan investasi pertanian, sehingga mampu memperbaiki tingkat pendapatan dari pertumbuhan sektor pertanian.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; widows: 0; orphans: 0;" align="justify"&gt; &lt;span lang="en-GB"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt; Pangan adalah suatu kebutuhan yang paling vital bagi seorang manusia. Karena itu, negara akan benar-benar menaruh perhatian dan mendahulukan akan hal ini. Pengabaian akan hal ini, misalnya dengan memperumit jalur distribusi dan birokrasi ataupun menyepelekannya merupakan dosa. Jika terjadi kelaparan, tidak hanya negara, seorang individu muslim pun memiliki kewajiban untuk memenuhi hak tetangganya dan saudara muslim yang lain.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="western" style="margin-bottom: 0in; widows: 0; orphans: 0;" align="justify"&gt; “&lt;span lang="en-GB"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;Penduduk negeri manapun yang berada di pagi hari, sementara di tengah-tengah mereka ada orang yang kelaparan maka jaminan Allah telah lepas dari mereka”&lt;/i&gt;(HR Ahmad, al-Hakim,dan Abu Ya’la)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="western" style="margin-bottom: 0in; widows: 0; orphans: 0;" align="justify" lang="en-GB"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="western" style="margin-bottom: 0in; widows: 0; orphans: 0;" align="justify"&gt; “&lt;span lang="en-GB"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;Tidak sempurna iman seseorang kepadaku yang bermalam dalam kondisi kenyang, sementara tetangganya kelaparan di sisinya dan ia mengetahuinya”(&lt;/i&gt;HR ath-Thabrani dan al Bazar)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="western" style="margin-bottom: 0in; widows: 0; orphans: 0;" align="justify" lang="en-GB"&gt;   &lt;/p&gt; &lt;p class="western" style="margin-bottom: 0in; widows: 0; orphans: 0;" align="justify"&gt; &lt;span lang="en-GB"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt; Dengan mekanisme pengaturan pangan dan pertanian yang sinergis dalam kerangka aturan Islam menyeluruh seperti inilah, Khilafah Islamiyah mampu menghidupi warga negaranya seluas 2/3 wilayah dunia. Bahkan Khalifah pernah mendapatkan surat ucapan terima kasih dari pemerintah AS atas bantuan pangan yang dikirimkan Khilafah kepada AS saat dilanda kelaparan pasca perang dengan Inggris pada abad ke-18.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="western" style="margin-bottom: 0in; widows: 0; orphans: 0;" align="justify" lang="en-GB"&gt; &lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Wallahu a’lam bish shawab&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                              &lt;p class="western" style="margin-bottom: 0in;" align="center"&gt; &lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b&gt;LAMPIRAN&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="western" style="margin-bottom: 0in;" align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="western" style="margin-bottom: 0in;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tabel 1. Data produksi padi Indonesia tahun 2004-2008&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="western" style="margin-bottom: 0in; widows: 0; orphans: 0;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;center&gt;  &lt;table style="color: rgb(255, 0, 0);" border="1" cellpadding="7" cellspacing="0" width="513"&gt;   &lt;col width="54"&gt;   &lt;col width="168"&gt;   &lt;col width="67"&gt;   &lt;col width="77"&gt;   &lt;col width="75"&gt;   &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;    &lt;td bg="" style="color: rgb(239, 211, 210);" width="54"&gt;     &lt;p class="western" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Year&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/td&gt;    &lt;td bg="" style="color: rgb(239, 211, 210);" width="168"&gt;     &lt;p class="western" style="margin-bottom: 0.2in;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Harvested     Area&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;     &lt;/p&gt;     &lt;p class="western" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;(Ha)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/td&gt;    &lt;td bg="" style="color: rgb(239, 211, 210);" width="67"&gt;     &lt;p class="western" style="margin-bottom: 0.2in;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Yield     Rate&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;     &lt;/p&gt;     &lt;p class="western" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;(Qu/Ha)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/td&gt;    &lt;td bg="" style="color: rgb(239, 211, 210);" width="77"&gt;     &lt;p class="western" style="margin-bottom: 0.2in;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Production&lt;/b&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;     &lt;/p&gt;     &lt;p class="western" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;(Ton)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/td&gt;    &lt;td bg="" style="color: rgb(239, 211, 210);" width="75"&gt;     &lt;p class="western" style="margin-bottom: 0.2in;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Production&lt;/b&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;     &lt;/p&gt;     &lt;p class="western" style="margin-bottom: 0.2in;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Growth&lt;/b&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;     &lt;/p&gt;     &lt;p class="western" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;(%)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr valign="top"&gt;    &lt;td bg="" style="color: rgb(239, 211, 210);" width="54"&gt;     &lt;p class="western"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2004&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/td&gt;    &lt;td width="168"&gt;     &lt;p class="western" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;11.922.974&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/td&gt;    &lt;td bg="" style="color: rgb(239, 211, 210);" width="67"&gt;     &lt;p class="western" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;45,41&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/td&gt;    &lt;td width="77"&gt;     &lt;p class="western" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;54.088.468&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/td&gt;    &lt;td bg="" style="color: rgb(239, 211, 210);" width="75"&gt;     &lt;p class="western" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;3,74&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr valign="top"&gt;    &lt;td bg="" style="color: rgb(239, 211, 210);" width="54"&gt;     &lt;p class="western"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/td&gt;    &lt;td bg="" style="color: rgb(239, 211, 210);" width="168"&gt;     &lt;p class="western" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;11.839.060&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/td&gt;    &lt;td bg="" style="color: rgb(239, 211, 210);" width="67"&gt;     &lt;p class="western" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;45,74&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/td&gt;    &lt;td bg="" style="color: rgb(239, 211, 210);" width="77"&gt;     &lt;p class="western" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;54.151.097&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/td&gt;    &lt;td bg="" style="color: rgb(239, 211, 210);" width="75"&gt;     &lt;p class="western" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;0,12&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr valign="top"&gt;    &lt;td bg="" style="color: rgb(239, 211, 210);" width="54"&gt;     &lt;p class="western"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2006&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/td&gt;    &lt;td width="168"&gt;     &lt;p class="western" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;11.786.430&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/td&gt;    &lt;td bg="" style="color: rgb(239, 211, 210);" width="67"&gt;     &lt;p class="western" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;46,20&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/td&gt;    &lt;td width="77"&gt;     &lt;p class="western" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;54.454.937&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/td&gt;    &lt;td bg="" style="color: rgb(239, 211, 210);" width="75"&gt;     &lt;p class="western" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;0,56&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr valign="top"&gt;    &lt;td bg="" style="color: rgb(239, 211, 210);" width="54"&gt;     &lt;p class="western"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2007*)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/td&gt;    &lt;td bg="" style="color: rgb(239, 211, 210);" width="168"&gt;     &lt;p class="western" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;12.124.827&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/td&gt;    &lt;td bg="" style="color: rgb(239, 211, 210);" width="67"&gt;     &lt;p class="western" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;47,05&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/td&gt;    &lt;td bg="" style="color: rgb(239, 211, 210);" width="77"&gt;     &lt;p class="western" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;57.051.679&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/td&gt;    &lt;td bg="" style="color: rgb(239, 211, 210);" width="75"&gt;     &lt;p class="western" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;4,77&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr valign="top"&gt;    &lt;td bg="" style="color: rgb(239, 211, 210);" width="54"&gt;     &lt;p class="western"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2008**)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/td&gt;    &lt;td width="168"&gt;     &lt;p class="western" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;12.299.391&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/td&gt;    &lt;td bg="" style="color: rgb(239, 211, 210);" width="67"&gt;     &lt;p class="western" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;47,38&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/td&gt;    &lt;td width="77"&gt;     &lt;p class="western" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;58.268.796&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/td&gt;    &lt;td bg="" style="color: rgb(239, 211, 210);" width="75"&gt;     &lt;p class="western" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2,13&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;  &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;/center&gt; &lt;p class="western" style="margin-bottom: 0in; widows: 0; orphans: 0;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;Sumber : &lt;i&gt;www.bps.go.id&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="western" style="margin-bottom: 0in; widows: 0; orphans: 0;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="western" style="margin-bottom: 0in; widows: 0; orphans: 0;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="western" style="margin-bottom: 0in; widows: 0; orphans: 0;" align="center"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="western" style="margin-bottom: 0in; widows: 0; orphans: 0;" align="center"&gt; &lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="western" style="margin-bottom: 0in; widows: 0; orphans: 0;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hak cipta milik Alloh swt semata. Jemari ini hanya menuliskan sesuatu yang telah menjadi milik-Nya&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22872034-4157755693890097033?l=azzahrablogs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/feeds/4157755693890097033/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22872034&amp;postID=4157755693890097033' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/4157755693890097033'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/4157755693890097033'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/2008/08/krisis-pangan-dunia-salah-siapa.html' title='KRISIS PANGAN DUNIA : SALAH SIAPA ?'/><author><name>Rany Agustina Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06151837328781852218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-XvLDZTgnOL8/TseNFyCboQI/AAAAAAAAAPU/1_uEYSPMXKU/s220/ucul.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22872034.post-5568965960707178679</id><published>2008-04-08T04:04:00.000-07:00</published><updated>2008-08-06T02:59:31.295-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-family:georgia;color:#663300;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Politik Luar Negeri Indonesia : Akan Kemana?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;&lt;br /&gt;“Negara adalah persekutuan dari  keluarga dan desa guna memperoleh hidup yang sebaik-baiknya. “ (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aristoteles&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;&lt;br /&gt;Seorang individu ataupun sekelompok masyarakat kecil tidak akan mampu mencapai  kesejahteraan hidup tanpa adanya negara, karena ia adalah institusi yang mampu menjaga dan menciptakan keteraturan di antara mereka. Ketika keteraturan tercipta maka rakyat dapat memenuhi kebutuhan fisik dan naluriah mereka dengan sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;&lt;br /&gt;Juga sudah menjadi kepastian bahwa suatu negara tidak begitu mudahnya saja berdiri, tetapi harus memenuhi persyaratan. Secara &lt;span style="font-style: italic;"&gt;de facto&lt;/span&gt;, sesuatu dikatakan sebagai negara jika ia memiliki wilayah, rakyat, dan pemerintahan yang berdaulat (merdeka). Sedangkan secara  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;de jure&lt;/span&gt;, suatu negara harus mendapat pengakuan hukum dari negara lain.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;&lt;br /&gt;Dalam khasanah hubungan internasional, salah satu unsur penting dari negara merdeka adalah kedaulatan yang oleh Grotius didefinisikan sebagai kemampuan untuk melakukan tindakan atas kemauan sendiri, bukan di bawah kontrol atau telunjuk orang lain. (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ahli-ahli pemikir besar tentang Negara dan hukum, 1962, Dr.J.J.Von Schmid&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, negara memiliki dua fokus, yaitu ke dalam dan ke luar. Suatu negara harus mampu melakukan pengaturan urusan rakyat di dalam negeri dengan menerapkan ideologi sebagai haluan negaranya (politik dalam negeri), dan mengadakan hubungan dengan berbagai negara, bangsa, dan umat lain, serta menyebarkan ideologi ke seluruh dunia (politik luar negeri). Kebangkitan, eksistensi, dan keberpengaruhan sebuah bangsa sangat ditentukan oleh kedua macam politik ini. Terlebih oleh politik luar negeri, yang menjadi perpanjangan tangan dari politik dalam negeri.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;“Kami mempunyai kekuatan untuk membantu menentukan masa depan dunia, terutama untuk membantu Amerika dan rakyat Amerika, dengan cara menciptakan lebih banyak transaksi perdagangan, lebih banyak pekerjaan, kesejahteraan yang lebih baik, dan bangsa yang lebih aman…Bila itu adalah tujuan kami, bila itu adalah visi kami, maka kebijakan luar negeri jelas merupakan prioritas”(&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Thomas R. Pickering, Under Secretary for American Political Affair, 2001&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Politik luar Negeri Indonesia &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“Politik luar negeri bebas aktif diawali dengan usaha pencarian jawaban atas pertanyaan konkret: Sudahkah rakyat Indonesia memilih perjuangan atas nama kemerdekaan, dibandingkan terjebak pada pilihan menjadi Rusia atau Amerika? Sudah saatnya Indonesia tidak lagi menjadi pihak pasif di kancah internasional, melainkan menjadi agen aktif yang berdiri atas kakinya sendiri. Kebijakan Republik Indonesia harus dihasilkan dan dilaksanakan atas situasi dan kondisi yang sedang dihadapi)  (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;B&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ung Hatta, Jurnal Internasional Foreign Affairs (vol 51/3, 1953&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;B&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;))&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;Adagium politik bebas aktif Indonesia yang dicetuskan Bung Hatta ini menjadi mercusuar politik luar negeri  Indonesia.  Bebas maksudnya adalah Indonesia bebas menentukan sikap dan kebijaksanaan terhadap permasalahan internasional. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;Sedangkan aktif berarti berperan serta dalam upaya menyelesaikan berbagai konflik, sengketa, dan permasalahan dunia lainnya, demi mewujudkan perdamaian  dunia. Pendulum pelaksanaan politik bebas aktif dapat bergerak ke kiri dan ke kanan, sesuai dengan kepentingan nasional pada masa-masa tertentu. Lihat saja pergerakan arah pendulum politik bebas aktif ini sepanjang era Orde Lama, Orde Baru, hingga masa pemerintahan reformasi, dari Habibie, Gus Dur, Megawati, dan SBY.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;Pada era Soekarno (1945-1965), pendulum politik bebas-aktif lebih condong bergerak ke kiri, dengan garis poros Pyongyang-Peking-Pnompenh-Jakarta nya, dan tampak garang terhadap AS dan sekutu Baratnya. Hal ini tercermin dari politik konfrontasi dengan Malaysia, penolakan keras Soekarno terhadap bantuan keuangan Barat, dan pengunduran diri Indonesia dari keanggotaannya dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Landasan pemikiran Soekarno adalah Indonesia harus menolak perluasan imperialisme dan kembalinya kolonialisme. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;Pada masa Orde Baru (Orba), pendulum itu bergerak ke kanan. Hal ini tidak terlepas dari keterlibatan asing yang membantu berdirinya rezim Orde Baru melalui sepak terjang sayap demokrasi dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI), yang merupakan hasil gemblengan AS dan CIA via &lt;span style="font-style: italic;"&gt;American Field Service Student Exchange&lt;/span&gt;. Tak heran jika politik anti-Tiongkok jendral Suharto tersebut adalah sejalan dengan politik ‘China Containment’ dari Amerika Serikat dalam rangka perang dinginnya melawan blok Soviet. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;Pada era Habibie (Mei 1998 – Oktober 1999), kebijakan luar negeri RI praktis tidak banyak mengalami perubahan, karena pada saat itu pun yang ditunjuk menjadi Menlu adalah Ali Alatas, orang yang juga menjadi Menlu pada era Suharto. Lepasnya TimTim dari Indonesia, melalui campur tangan PBB merupakan ‘prestasi’ politik luar negeri tersendiri pada masa pemerintahan awal reformasi.  Begitupun tidak berubahnya nasib kebijakan luar negeri Indonesia saat pemerintahan Gus Dur. Walaupun ide pembentukan poros Jakarta-Beijing-New Delhi yang dilontarkan sempat mengejutkan Barat, namun ternyata RI tidak akan mengorbankan hubungannya dengan AS dan negara maju lainnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;Di bawah Megawati (dengan Hassan Wirayudha, seorang diplomat karier, sebagai Menlu), politik luar negeri RI semakin tampak kembali bergeser ke kanan. Ini ditandai dengan dijadikannya AS sebagai negara non-Asia pertama yang dikunjungi Megawati. Kini, pendulum politik Indonesia tetap berada di sisi kanan, bahkan mungkin mencapai titik amplitudonya. Hal ini dapat dilihat dari membaiknya hubungan militer Indonesia dengan AS, yang ditandai dengan kerjasama militer permanen AS Indonesia, dan ditunjuknya Indonesia menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Krisis Politik Luar Negeri Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;               Inilah yang hilang dalam politik luar negeri Indonesia: kegagalan melihat realitas yang ada di dalam masyarakat Indonesia dan kegagalan membaca realitas dunia. Kebijakan politik Indonesia tidak  memberikan solusi mendasar apapun terhadap kondisi dalam maupun luar negeri. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;Pada konteks internasional, Indonesia justru mendukung Resolusi PBB No. 1747 tentang nuklir Iran dan bersikap abstain terhadap masalah Myanmar. Indonesia hanya mampu menyampaikan rasa prihatin terhadap kekacauan di Thailand Selatan dan Philipina. Tentara Indonesia melalui PBB pun tak dapat menolong kondisi Lebanon dan Irak, bahkan pada hakikatnya semakin memperburuk kondisi. Indonesia mendukung kemerdekaan Palestina  namun membiarkan Yahudi Israel yang tengah menjajah Muslim Palestina melakukan aktivitasnya di Indonesia. Utusan Israel telah menyampaikan ketertarikannya untuk memasuki bisnis kilang minyak dan bahan bakar nabati di Nusa Tenggara Timur (NTT) kepada menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro pada akhir Agustus lalu (Republika, 7/9/2007). Rencana investasi oleh Merhavv Group dari Israel senilai 700 juta dolar AS atau sekitar Rp6 triliun. Sebelumnya (5/9/2007), Menteri Perindustrian (Menperin) Fahmi Idris tidak keberatan dengan rencana Israel untuk masuk ke bisnis kilang dan bahan bakar nabati di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan Indonesia dengan AS pun kian mesra. Pemerintah SBY membiarkan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf melakukan kunjungan kerja langsung ke AS. Tujuannya, mendapatkan dukungan internasional dan Pemerintah AS untuk membantu kelanjutan proses rehabilitasi rekonstruksi di Aceh setelah masa tugas BRR di Aceh berakhir pada pertengahan 2009 mendatang. Jelas, ini merupakan sikap yang menjadikan AS, yang sedang menjajah beberapa negeri Muslim, sebagai wali (pendukung/penolong). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;Selain itu, hasilnya seperti kata Irwandi (12/9/2007) adalah: (1) spekulan pasar uang dunia, George Soros yang juga penyokong Israel, berencana akan menanamkan investasi dalam bidang perkebunan kelapa sawit seluas 20.000 hektar di Aceh. Serambi Makkah siap dimasuki Soros; (2) Maryland Port Administartion – perusahaan pelabuhan di Baltimore, Maryland – siap mengajak Aceh membuat pelabuhan kembar. Pelabuhan Maryland merupakan salah satu yang modern di dunia. Kalau ini terjadi, berarti Selat Malaka dapat dikontrol oleh AS. Namun, arah yang dikehendaki negara besar itu adalah jauhnya masyarakat Indonesia termasuk Aceh dari Syariat Islam. Ingat, Ketua Badan pelaksana (Bapel) BRR NAD-Nias, Kuntoro Mangkusubroto pernah menyatakan bahwa Syariat Islam sebagai penghambat proses Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh pascabencana tsunami (21/9/2007).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;Jelaslah, politik bebas aktif Indonesia hanya sekedar retorika belaka. Pendulum politik kian bergerak ke kanan, walau sesekali menengok ke kiri. Ia pun tak memberikan solusi mendasar apapun pada kondisi dalam negeri dan internasional, bahkan mempengaruhinya pun tidak. Jadi sudah terwujudkah Indonesia yang bebas menentukan sikap atas permasalahan dunia ? Sudah terwujudkah Indonesia yang ikut aktif dalam menyelesaikan sengketa demi mewujudkan perdamaian dunia ?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kekuatan Politik Luar Negeri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Politik Luar Negeri Indonesia sekarat. Penyebabnya antara lain :&lt;br /&gt;1)      Ketidakjelasan Konsep Politik Luar Negeri&lt;br /&gt;Konteks historis diusungnya politik luar negeri bebas aktif sesungguhnya menunjukkan bahwa bebas aktif adalah sebuah positioning yang negatif. Artinya, posisi tersebut muncul sebagai sebuah reaksi, bukan aksi. Sebagai sebuah reaksi, politik luar negeri bebas aktif akan bergantung pada konteks internasional yang tertentu pula. Berubahnya konteks internasional tentunya dapat mengubah relevansi reaksi tersebut.  Dengan demikian, tampaknya perlu ada redefinisi yang jauh lebih mendalam tentang politik luar negeri Indonesia. Ia tidak bisa hanya sebatas bebas dan aktif. Politik luar negeri Indonesia harus lebih akurat dan tajam. (&lt;/span&gt;&lt;a style="font-style: italic;" href="http://www.kompas.com/kompas-cetak/0509/19/opini/2054757.htm"&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;http://www.kompas.com/kompas-cetak/0509/19/opini/2054757.htm&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;2)      Mengekor Strategi AS&lt;br /&gt;Apakah Indonesia dapat dikatakan mengekor pada AS? Bukankah kini Indonesia menjalin hubungan baik militer dengan Rusia? Walhasil, jika upaya mengurangi dominasi AS dengan berhubungan dengan Rusia, maka pada hakikatnya hanyalah memalingkan sejenak permasalahan bukan menyelesaikan permasalahan. Alih-alih mempunyai bargaining, yang ada justru semakin ditekan. Baik langsung oleh AS maupun lewat Rusia itu sendiri. Kita tahu bahwa, walau Rusia kelihatan berseberangan dengan AS namun pada kenyataannya Rusia berada dalam pengaruh AS. Sebagai contoh bidang ekonomi, Rusia pasca Gorbacevh sangat tergantung pada AS, karena memang sejatinya yang menggulingkan institusi Uni Soviet adalah AS. Atau fakta kekinian terkait dengan permasalahan di Irak dan Afghanistan, Rusia hanya bisa ‘melontarkan pendapat’ bahwa dia tidak setuju dengan kebijakan AS yang menganeksasi negera-negara tersebut. Rusia pun akan ‘mengancam’ mengeluarkan hak veto. Namun tatkala AS melangkah sendiri menjajah Irak dan Afghanistan, Rusia diam beribu bahasa karena memang ‘tidak berani’. Atau ini memang strategi Rusia untuk meningkatkan image yang selama ini memang sudah luluh lantak?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;3)      Terjebak Kerangka Sistem Internasional yang Dibangun Barat&lt;br /&gt;Sebagai contoh, keikutsertaan Indonesia ke dalam Lembaga HAM Internasional lalu justru menjadi bumerang bagi Indonesia. Atas nama pengadilan HAM, negara-negara maju yang digawangi oleh AS dan Eropa Barat menekan Indonesia untuk mengadili pelaku kejahatan HAM di Timor Timur, hingga terbentuklah komnas HAM yang nantinya akan mengadili beberapa pejabat sipil dan militer Timor Timur. Ketika ternyata beberapa orang divonis bebas, reaksi negara-negara maju semakin keras untuk membawa masalah ini ke pengadilan internasional. Tak heran, TimTim akhirnya berpisah dengan Indonesia.&lt;br /&gt;Tentunya reaksi negara-negara maju untuk menginternasionalisasi permasalahan internal suatu negara sarat akan kepentingan. Perjanjian-perjanjian ataupun perundingan yang dilakukan di meja internasional hanyalah kemasan cantik yang mengemas ide untuk melindungi kepentingan mereka. Negosiasi itu hanyalah formalitas, karena draftnya sudah disusun dengan tujuan untuk disepakati. Kehadiran negara-negara lemah di forum ini merupakan partisipasi semu yang tidak berdampak apapun terhadap hasil perundingan. Bagi negara lemah, tak didengar pun tidak menjadi masalah, asalkan sudah dapat duduk di kursi perundingan internasional. Oleh karena itu, keikutsertaan Indonesia dalam perjanjian internasional perlu dipertanyakan. Apa memang segala amandemen undang-undang  dan ratifikasi perjanjian internasional merupakan jawaban dari kebutuhan rakyat ataukah karena keterpaksaan sebagai konsekuensi dari komunitas internasional?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;Mengenai kiprah Indonesia di kancah internasional pada tahun 2007 ini, Menlu antara lain menegaskan bahwa “Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2007-2008, akan memberikan prioritas pada masalah perdamaian di Timur Tengah khususnya Palestina. Indonesia akan  berperan dalam ikut mencari penyelesaian  konflik Israel-Palestina, termasuk dalam membantu proses rekonsiliasi pihak-pihak di Palestina, khususnya faksi Hamas dan Fatah, dalam membangun pemerintah persatuan di Palestina.” (Sumber: Deplu RI - &lt;/span&gt;&lt;a style="font-style: italic;" href="http://www.deplu/"&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;www.deplu&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;Akan dibawa kemana politik luar negeri Indonesia oleh PBB? Mengapa Indonesia tak jua belajar dari pengalaman ?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;4)      Pragmatisme Politik Luar Negeri Indonesia&lt;br /&gt;“Presiden selalu mengatakan ekuilibrium, tapi ada istilah lain yang digunakan presiden, all direction forum policy. Berarti semua orang kita temani dan dari semua orang kita petik manfaat dari kemitraan atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;partnership&lt;/span&gt;“. (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dino Patti Jalal, Jubir Kepresidenan, September 2007&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;Inilah sebenarnya paradigma yang sedang dianut. Melalui paradigma ini wajar jika apapun dilabrak, yang penting semua pihak ditemani asalkan ada manfaatnya. Manfaat seperti apa, tentu manfaat menurut kepentingan penguasa. Atau lebih tepatnya mengedepankan pragmatisme daripada sebuah idealisme. Yang terpenting, ketika dalam suatu hubungan ada ‘sedikit manfaat’ maka akan diambil. Tidak perduli berhubungan dengan siapa. Berdasarkan hal ini wajar muncul sikap dan kebijakan yang ditempuh tanpa lagi mempertimbangkan ’rasa keadilan’ umat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;                Oleh karena itu, sumber kekuatan politik negara diperlukan untuk mengokohkan politik luar negeri Indonesia, di antaranya:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;1)      Basis Ideologi&lt;br /&gt;Suatu negara haruslah memiliki pandangan yang khas tentang haluan negaranya. Politik bebas-aktif yang dimiliki Indonesia sesungguhnya hanyalah politik pragmatis belaka. Haluannya dapat bergerak ke arah yang sesuai dengan kondisi internasional dan kepentingan dalam negeri (baca:penguasa). Politik luar negeri Indonesia haruslah dibangun atas idealisme ideologis, bukan pragmatisme.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;2)      Basis Politik dan Ekonomi&lt;br /&gt;Ketergantungan negara-negara dunia ketiga akan hutang dan pinjaman luar negeri, membuat asing dengan mudah dapat mengobok-obok kebijakan politik dalam negerinya. Pencabutan subsidi untuk rakyat dan privatisasi BUMN merupakan contoh pemberlakukan Post Program Monitoring IMF kepada Indonesia, sebagai konsensus hutang Indonesia. Sehingga, untuk mengokohkan politik luar negeri, Indonesia haruslah mampu mandiri dalam bidang ekonomi, dan menihilkan intervensi asing dalam perpolitikan dalam negeri.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;3)      Basis Militer&lt;br /&gt;Kekuatan militer suatu negara turut menentukan posisi negara tersebut di kancah internasional. Penguasaan kekuatan militer yang dahsyat dimaksudkan untuk menjadi sarana yang efektif untuk mencegah terjadinya perlawanan dari pihak lain yang berupaya mengacaukan negara tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;                 Politik Luar Negeri Daulah Khilafah&lt;br /&gt;Mengapa negara-negara dunia ketiga, yang memiliki politik luar negeri yang lemah, didominasi oleh negara-negara muslim? Apakah memang kaum Muslim memilih untuk didominasi, ataukah sebaliknya, harus mendominasi bangsa-bangsa lainnya?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan Al Quran itu tidak lain hanyalah peringatan bagi seluruh umat&lt;/span&gt;”&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(TQS al-Qalam:52)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui&lt;/span&gt;”&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(TQS Saba’:28)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;Penyebarluasan risalah Islam dan penyebarluasan aqidah Islam merupakan landasan dalam menentukan kebijakan luar negeri &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Daulah Khilafah&lt;/span&gt;. Tujuannya adalah untuk menerapkan Islam atas seluruh umat manusia sekaligus agar mereka melihat dan merasakan bagaimana Islam benar-benar hidup di dalam realitas kehidupan, bukan sekadar kata-kata ataupun topik yang diseminarkan. Metode (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;thoriqoh&lt;/span&gt;) yang dilakukan oleh Daulah adalah metoda yang telah dijalankan oleh Rasulullah saw, yaitu&lt;span style="font-style: italic;"&gt; dakwah &lt;/span&gt;dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;jihad fi sabilillaah. Jihad&lt;/span&gt; bertujuan untuk menghilangkan penghalang fisik dakwah Islam. Dalam Shahih Muslim, diriwayatkan oleh Abu Said al-Khudri bahwa para shahabat pernah bertanya, “Apa itu jihad?”Kemudian Rasulullah saw menjawab: “Berperang untuk menegakkan agama Allah”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;Dakwah Islam ke luar negeri yang dilakukan Daulah Islamiyah melalui jihad menunjukkan bahwa asal dari hubungan luar negeri Daulah Islamiyah dengan darul kufur (negara-negara kafir) adalah al-harb (perang). Kondisi perang, baik muhâriban hukman atau muhâriban fi‘lan, ini menjadi basis hubungan luar negeri, sampai darul kufur tunduk pada pemerintahan Islam dan sampai umat manusia dibiarkan menganut apa yang mereka yakini tanpa ada paksaan atau tekanan. Pemahaman ini adalah pemahaman para fuqaha dan kaum Muslim terdahulu (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lihat: al-Mughni, jld. 8/345; al-Mabsûth, jld. 10/2; al-Umm, jld. 3/160; Bidâyah al-Mujtahid, jld. I/308&lt;/span&gt;).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;Sikap Daulah Islamiyah seperti ini membawanya terjun ke dalam dua jenis pergulatan, yaitu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ash-shirâ‘ al-fikrî&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ash-shirâ‘ as-siyasî &lt;/span&gt;(pergulatan pemikiran dan politik) dengan seluruh negara-negara yang ada di dunia, di samping &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ash-shirâ‘ al mâdî ad-dumuwwî&lt;/span&gt; (pergulatan fisik dan darah) dengan negara-negara yang berperang dengannya. Namun demikian, bukan berarti bahwa kondisi ini mengharuskan diumumkannya perang secara sekaligus atau serentak kepada seluruh dunia, karena hal itu tidak mungkin dilakukan secara praktis. Pergulatan dengan seluruh negara-negara di dunia akan mengakibatkan negara-negara tersebut berkumpul dalam satu aliansi yang sangat kuat untuk melawan Daulah Islamiyah. Hal ini tidak akan memberi kebaikan bagi Daulah Islamiyah sedikitpun. Pergulatan politik merupakan perkara yang harus dilakukan dan tidak dapat ditawar-tawar lagi karena sudah menjadi tabiat Islam yang vis-a-vis dengan ideologi-ideologi yang ada di dunia seluruhnya. Konsekuensinya, Daulah Islamiyah harus terjun dalam pergulatan politik dengan seluruh negara yang ada. Pergulatan politik sangat berbeda dengan pergulatan fisik (militer) yang amat dipengaruhi oleh situasi dan kondisi. Pergulatan fisik merupakan cara paling akhir yang dipakai jika cara-cara lain telah gagal. Simpul itu wajib dipecahkan dengan ‘pedang’ ketika sulit diuraikan dengan cara lain.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;أَدْعُهُمْ إِلَى اْلإِسْلاَمِ فَإِنْ أَجَابُوْكَ فَاقْبَلْ مِنْهُمْ وَكُفَّ عَنْهُمْ، ثُمَّ أَدْعُهُمْ إِلَىالتَّحَوُّلِ مِنْ دَارِهِمْ إِلَى دَارِ اْلمُهَاجِرِيْنَ وَأَخْبِرْهُمْ أَنَّهُمْ إِنْ فَعَلُوْا ذَلِكَ فَلَهُمْ مَا&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt; لِلْمُهَاجِرِيْنَ وَعَلَيْهِمْ مَاعَلَى اْلمُهَاجِرِيْنَ، فَإِنْ أَبَوْا أَنْ يَّتَحَوَّلُوْا مِنْهَا فَأَخْبِرْهُمْ أَنَّهُمْ يَكُوْنُوْنَ كَأَعْرَابِ اْلمُسْلِمِيْنَ يَجْرِيْ عَلَيْهِمْ حُكْمُ اللهِ الَّذِيْ يَجْرِيْ عَلَى اْلمُؤْمِنِيْنَ وَلاَ يَكُوْنُ لَهُمْ فِيْ الفَيْءِ وَالْغَنِيْمَةِ شَيْءٌ إِلاَّ أَنْ يُجَاهِدُوْا مَعَ اْلمُسْلِمِيْنَ، فَإِنْ هُمْ أَبَوْا فَسَلْهُمُ اْلجِزْيَةَ، فَإِنْ أَجَابُوْكَ فَاقْبَلْ مِنْهُمْ وَكُفَّ عَنْهُمْ، وَإِنْ أَبَوْا فَاسْتَعِنْ بِاللهِ وَقَاتِلْهُمْ&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ajaklah mereka ke jalan Islam. Apabila mereka menerima seruanmu itu maka terimalah hal itu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; dari mereka dan hentikanlah peperangan. Kemudian, ajaklah mereka untuk mengubah negara mereka menjadi Darul Muhajirin. Beritahukan kepada mereka, bahwa jika mereka menerima hal itu maka mereka memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan orang-orang Muhajirin. Jika mereka menolak untuk mengubah negara mereka menjadi Darul Islam maka beritahukan kepada mereka, bahwa kedudukan mereka seperti orang-orang Arab Badwi dari kaum Muslim, yaitu diterapkan hukum Allah atas mereka sebagaimana diterapkan atas kaum Muslim, dan mereka tidak mendapatkan sedikitpun dari fai’ dan ghanîmah, kecuali jika mereka turut berjihad dengan kaum Muslim. Apabila mereka menolaknya maka pungutlah atas mereka jizyah. Jika mereka menerima hal itu maka janganlah engkau memerangi mereka. Namun, apabila mereka menolak maka mohonlah pertolongan kepada Allah dan perangilah mereka&lt;/span&gt;. (HR Muslim dan Ahmad, dengan lafal Muslim)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;Dengan kata lain, sebelum melakukan perang (jihad fi sabilillah), Daulah Islamiyah terlebih dahulu menawarkan beberapa alternatif: (1) Memeluk Islam; (2) Bergabung dan tunduk terhadap Daulah Islamiyah serta bagi ahl adz-dzimmah diberi kebebasan untuk menganut agamanya masing-masing dengan membayar jizyah; (3) Jika dua pilihan tersebut ditolak, berarti secara syar‘î, Daulah Islamiyah berhak memerangi mereka dengan jihad fi sabilillah.&lt;br /&gt;Jihad ini merupakan metode (thoriqoh) politik luar negeri Daulah Islamiyah yang khas dan tidak berubah. Sedangkan strategi  peperangan merupakan cara (uslub) dapat berubah-ubah sesuai dengan kondisi. Contoh langkah-langkah strategis politik luar negeri yang pernah dilakukan Rasulullah saw, yakni membuat perjanjian dengan sebagian kabilah dan memerangi sebagian lainnya. Itu dilakukan tatkala beliau menandatangani Perjanjian Hudaibiyah agar dapat berkonsentrasi untuk memukul kekuatan Yahudi yang masih bercokol di Khaibar serta senantiasa mengancam eksistensi dan kepentingan Daulah Islamiyah. Demikian juga ketika beliau mengikat perjanjian dengan kabilah-kabilah yang berada di seputar wilayah Quraisy agar dapat terfokus menyerang Quraisy. Orang yang mengikuti sirah Rasulullah saw. akan melihat bahwa beliau pertama-tama mengikat perjanjian gencatan senjata dengan kabilah-kabilah di sekitar Quraisy untuk memukul Quraisy. Setelah itu, beliau membuat perjanjian dengan Quraisy untuk memukul Khaibar. Setelah Quraisy dapat dikunci posisinya, beliau mempersiapkan serangannya untuk memukul Romawi yang merupakan negara adidaya di dunia saat itu. Semua ini terjadi dalam waktu kurang dari sepuluh tahun. Dengan itu, Rasulullah saw mampu mengangkat pamor Daulah Islamiyah, dari negara yang bersifat lokal menjadi negara yang menyaingi negara-negara besar. Semua itu dilakukan dalam rangka mengemban dakwah Islam yang memang wajib beliau kembangkan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;Dengan politik luar negeri Islam, sepanjang sejarah, pasukan muslim merupakan kekuatan yang disegani dan dihormati. Bahkan selama berabad-abad, negara-negara lain, termasuk Eropa, beranggapan bahwa pasukan Muslim adalah pasukan yang tidak dapat dikalahkan.Seorang pakar militer yang terkenal sekaligus Panglima Divisi III Pasukan Jerman, Jenderal Aaron Rommel, mengatakan bahwa rahasia keberhasilan taktiknya dalam peperangan adalah meniru taktik peperangan Khalid bin Walid.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Khatimah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;               Politik luar negeri Indonesia terbukti berada di persimpangan jalan. Tak hanya Indonesia, negeri-negeri muslim lain pun mengalami masalah yang serupa. Mereka tak lagi berpengaruh dalam kancah internasional. Hal ini sangat bertentangan dengan kondisi puluhan tahun yang lalu saat negeri muslim dalam naungan daulah khilafah mampu menjadi kampiun dunia.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;Mengapa kaum muslim kini terpuruk padahal mereka dianugerahi jutaan nikmat dan potensi oleh Allah swt? Umat  Islam memiliki paling tidak 5,5 juta pasukan operasional, sekitar 4 juta pasukan cadangan, sekitar 18 juta warga negara yang siap menjalani wajib militer (yang jumlahnya meningkat setiap tahun seiring terjadinya pertumbuhan kaum muslim). Selain itu, kaum Muslim juga menguasai sedikitnya 5.000 pesawat tempur, sekitar 27.000 tank, divisi-divisi infantri, sejumlah besar fregat, kapal selam, kapal-kapal kelas perusak, berbagai misil balistik, misil berhulu ledak konvensional, non-konvensional, sampai  thermo-nuklir. Belum lagi sejumlah lokasi pangkalan angkatan laut dan pangkalan angkatan udara yang paling strategis di dunia.(&lt;span style="font-style: italic;"&gt;The Military Balance&lt;/span&gt;, 1989,1990). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;Kaum muslim juga menguasai sumber daya yang dibutuhkan untuk menjadikan mereka sebagai pionir dalam teknologi militer. Umat Islam memegang kendali atas 60% deposit minyak dunia, 49% deposit boron, 50% fosfat, 27% stronsium, 22% timah, dan uranium. Umat Islam juga mempunyai sumber daya intelektual dan tenaga ahli yang melimpah. Sebagai contoh, Mesir mempunyai lebih dari 500.000 ilmuwan dan insinyur, Turki sekitar 330.000, Malaysia 300.000, Pakistan 140.000, Indonesia 100.000, dan lain-lain, hingga mencapai 1,2 juta ilmuwan ditambah sekitar 32.000 pakar riset dan pengembangan.(&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Some Elementary Scientometric Studies; A Study of Science and Technology Manpower Patterns vis-a-vis Population and GNP in the Muslim World, oleh M.M. Qurayshi dan S.M. Jafar, 1978&lt;/span&gt;)                 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;&lt;br /&gt;Lantas mengapa kembalinya seluruh negeri muslim, dengan segala potensinya, dalam pangkuan Daulah Khilafah Islamiyah bukan merupakan sebuah keniscayaan ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;                Wallahu a’lam bish shawab.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hak cipta milik Alloh swt semata. Jemari ini hanya menuliskan sesuatu yang telah menjadi milik-Nya&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22872034-5568965960707178679?l=azzahrablogs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/feeds/5568965960707178679/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22872034&amp;postID=5568965960707178679' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/5568965960707178679'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/5568965960707178679'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/2008/04/politik-luar-negeri-indonesia-akan.html' title=''/><author><name>Rany Agustina Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06151837328781852218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-XvLDZTgnOL8/TseNFyCboQI/AAAAAAAAAPU/1_uEYSPMXKU/s220/ucul.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22872034.post-6516201888972843883</id><published>2007-07-14T01:00:00.000-07:00</published><updated>2008-12-11T08:53:30.620-08:00</updated><title type='text'>Kampusku tercinta.....(kangen juga!!)</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_kajVv3_kSMI/RpiE6dv6bPI/AAAAAAAAAAk/12krFNod1MQ/s1600-h/IMG_0085.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5086961919067843826" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_kajVv3_kSMI/RpiE6dv6bPI/AAAAAAAAAAk/12krFNod1MQ/s400/IMG_0085.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_kajVv3_kSMI/RpiE6dv6bPI/AAAAAAAAAAk/12krFNod1MQ/s1600-h/IMG_0085.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#003300;"&gt;Kampusku tercinta.....&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#993399;"&gt;jejas tapak kakiku saat melangkah sendiri&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#993399;"&gt;di tepian jalan itu.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hak cipta milik Alloh swt semata. Jemari ini hanya menuliskan sesuatu yang telah menjadi milik-Nya&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22872034-6516201888972843883?l=azzahrablogs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/feeds/6516201888972843883/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22872034&amp;postID=6516201888972843883' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/6516201888972843883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/6516201888972843883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/2007/07/kampusku-tercintakangen-juga.html' title='Kampusku tercinta.....(kangen juga!!)'/><author><name>Rany Agustina Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06151837328781852218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-XvLDZTgnOL8/TseNFyCboQI/AAAAAAAAAPU/1_uEYSPMXKU/s220/ucul.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_kajVv3_kSMI/RpiE6dv6bPI/AAAAAAAAAAk/12krFNod1MQ/s72-c/IMG_0085.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22872034.post-5487902904805294846</id><published>2007-06-20T00:20:00.000-07:00</published><updated>2007-06-20T00:22:41.385-07:00</updated><title type='text'>Bergerak...</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Semua bergerak&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;. Yang tidak bergerak hanyalah mati. Semua berubah. &lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Yang tidak mau berubah hanyalah benda mati.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;Bergerak adalah salah satu ciri seorang makhluk dikatakan hidup&lt;/span&gt;. Bergerak adalah ciri kehidupan.&lt;span style="font-size:180%;"&gt; &lt;strong&gt;Orang yang tak tak mau bergerak adalah orang yang mati&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;. &lt;span style="color:#009900;"&gt;Tidak hanya mati untuk dirinya, tapi juga membawa bencana bagi banyak orang&lt;/span&gt;. Air yang tergenang tidak hanya akan membawa keburukan bagi air itu, namun juga membawa penyakit dan bahaya bagi orang lain. &lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#ff0000;"&gt;Berubah adalah tujuan dari bergerak. Berubah menjadi lebih baik adalah sebuah kepastian yang harus dilakukan, bukan lagi menjadi sebuah pilihan. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hak cipta milik Alloh swt semata. Jemari ini hanya menuliskan sesuatu yang telah menjadi milik-Nya&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22872034-5487902904805294846?l=azzahrablogs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/feeds/5487902904805294846/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22872034&amp;postID=5487902904805294846' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/5487902904805294846'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/5487902904805294846'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/2007/06/bergerak.html' title='Bergerak...'/><author><name>Rany Agustina Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06151837328781852218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-XvLDZTgnOL8/TseNFyCboQI/AAAAAAAAAPU/1_uEYSPMXKU/s220/ucul.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22872034.post-8337641623594425736</id><published>2007-06-20T00:16:00.000-07:00</published><updated>2007-06-20T00:19:01.631-07:00</updated><title type='text'>Sonata Kepedihan</title><content type='html'>&lt;em&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Rabb,kini bolehkah aku meminta bau surgamu&lt;br /&gt;Agar aku tau bahwa aku sudah mendekat padanya&lt;br /&gt;Rabb, bolehkah aku meminta potret jannahMu&lt;br /&gt;Agar aku tau keterasingan ini bukanlah sia-sia&lt;br /&gt;Rabb, bolehkah aku meminta dan memohon mata air surgaMu&lt;br /&gt;Agar aku tau betapa aku sangat kehausan dalam menantikannya&lt;br /&gt;Terakhir&lt;br /&gt;Rabb, bolehkah aku meminta surgaMu yang asli..lengkap satu paket dengan ridhoMu...&lt;br /&gt;Karena aku tau Kau akan membeli seluruh peluhku dan tangisku dengan surga itu&lt;br /&gt;Tapi...benarkah aku telah menjual perjuanganku padaMu????&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hak cipta milik Alloh swt semata. Jemari ini hanya menuliskan sesuatu yang telah menjadi milik-Nya&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22872034-8337641623594425736?l=azzahrablogs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/feeds/8337641623594425736/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22872034&amp;postID=8337641623594425736' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/8337641623594425736'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/8337641623594425736'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/2007/06/sonata-kepedihan.html' title='Sonata Kepedihan'/><author><name>Rany Agustina Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06151837328781852218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-XvLDZTgnOL8/TseNFyCboQI/AAAAAAAAAPU/1_uEYSPMXKU/s220/ucul.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22872034.post-3956268433915982178</id><published>2007-06-19T23:55:00.000-07:00</published><updated>2008-12-11T08:53:31.176-08:00</updated><title type='text'>Menjadi Pembina Sejati  episode 1</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_kajVv3_kSMI/RnjQdNQR6JI/AAAAAAAAAAM/UUew7lIrRSk/s1600-h/cantikkkkk.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#990000;"&gt;Kusadari aku bukanlah yang sempurna&lt;br /&gt;Namun sakinah dalam majlis itu terasa sangat nikmat&lt;br /&gt;Saat kusaksikan kuncup-kuncup bunga bermekaran dalam jejak perjuangan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;     Terkadang manusia memang ingin sendiri dalam dunianya. Manja dalam penyesalan ataupun khayalan tak berujung, membangun benteng2 dari dunia luar. Namun pada fitrahnya manusia tak dapat sendiri. Saat ia baru menghirup udara dunia, merangkak, berjalan, berlari, hingga bungkuk, dan akhirnya terbaring....ia selalu membutuhkan tangan lain untuk membantunya. Begitulah Allah menciptakan keunikan manusia sebagai makhuk yang terkadang menjadi penyendiri dan berjamaah.&lt;br /&gt;     Satu hal yang sangat penting dalam berhubungan dengan pihak luar adalah komunikasi. Tidak terhitung dalam sehari semalam berapa orang yang kita ajak berkomunikasi. Terlebih bagi seorang pengemban dakwah...berapa orang dalam sehari yang ia ajak berdiskusi. Dalam dakwah fardliyahnya, dalam liqo, halaqah, dauroh, jalasah ruhiyah, usroh, mentoring.... Khusushon lagi bagi para murabbi, musyrifah, mentor, atau apapun itu namanya, komunikasi adalah hal yang teramat penting untuk menjaga keberhasilan tatsqif murakazznya.&lt;br /&gt;Sebelum beralih ke masalah komunikasi, tidak ada salahnya juga kita intip metode tatsqif yang dicontohkan oleh Rasulullah saw saat melakukan pembinaan kepada para shahabat di rumah Arqam bin Abi Arqam.&lt;br /&gt;     Sejenak ketika kita melihat kualitas para shahabat, yang notabene merupakan hasil pembinaan Rasul, rasa penasaran itu pasti muncul. Seperti apakah kaidah tarbiyah Rasul, bagaimanakah proses pendidikannya, hingga seperti apakah uslub atau cara2 teknis yang digunakan oleh Rasul. Wajar saja jika pertanyaan2 seperti itu sering mampir di benak kita. Bagaimana tidak, tarbiyah Rasul mampu mencetak para shahabat yang mampu menjadi penunggang yang gesit dan singa padang pasir di siang hari, dan para rahib di malam hari. Mereka saling mengutamakan saudara yang lain karena kecintaan yang teramat besar kepada Allah. Amar ma’ruf nahi munkar adalah poros aktivitas mereka. Dzikir senantiasa membasahi lisan mereka. Mereka adalah generasi ummat yang terbaik yang terlahir sebagai penyeru dan penolong agama Allah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;em&gt;     Pendidikan adalah proses manusia untuk menjadi sempurna, yang dirihoi oleh Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;    Walaupun para shahabat tampak seperti manusia setengah dewa, namun mereka tetaplah seorang manusia. Rasul mendidik mereka sebagai seorang manusia. Tarbiyah Rasul adalah proses perubahan para shahabat menjadi lebih baik dalam koridor ridho-Nya. Tujuan akhir tetaplah proses pembelajaran bukan hasilnya. Yang dihisab oleh-Nya hanyalah wilayah yang dapat diupayakan oleh manusia, bukan wilayah yang menguasai manusia.&lt;br /&gt;     Proses pembinaan haruslah dapat membentuk nafs yang berkualitas. Cara pembentukan ini dimulai dari proses pelepasan mental dari berbagai penyakit. Penyakit2 ini bentuknya bermacam-macam. Bisa jadi sesuatu yang zhohir oleh mata kita seperti khurafat maupun yang bathin seperti rasa dengki karena persaingan, saling memusuhi maupun rasa kesombongan. Kemudian dengan menanamkan kepuasan dan keyakinan pada prinsip pendidikan mental dan konsistensi perilaku. Seringkali penanaman kembali tsaqafah pada adik, walaupun adik sudah mengetahuinya, sangat penting untuk dilakukan agar adik sadar dan akhirnya puas betul dengan pemahaman yang dimilikinya. Hal ini juga bertujuan untuk menjaga keistiqomahan dan keistimroran amal. Terakhir adalah dengan menanamkan kecintaan dan kepercayaan adik pada pendidik. Hal ini tentunya sangat membantu dalam menanamkan kepuasan dan keyakinan.&lt;br /&gt;     Dalam proses pembimbingan, berikanlah materi ataupun saran yang aplikatif, sesuai dengan apa yang dibutuhkan adik saat itu. Saat memberikan amanah pun, senantiasa cek dan ricek, apakah yang kita berikan memang sesuai dengan kemampuan adik atau tidak. Jangan sampai kita sedikit memberikan amanah sehingga banyak waktu adik yang tersia untuk hal yang mubah dan adik tidak terus termotivasi untuk beramal shalih. Dan jangan pula terlalu mendzolimi adik hingga adik merasa tercekik dan terbebani oleh amanah dakwah. Bukankah tujuan adik adalah dibina untuk menjadi hamba Allah yang lebih baik bukan menjadi seperti sapi perahan? Jika sekiranya kita merasa adik harus melaksanakan banyak amanah untuk meningkatkan kualitas diri, namun secara kemampuan adik tidak sanggup, maka berikanlah amanah yang terpenting dari yang penting. Oleh karena itu, kepekaan dan keterampilan ’tarik ulur’ pendidik sangat dibutuhkan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;     Saat memberikan amanah pada adik pun jangan lupa untuk senantiasa menyampaikan tsaqafah Islam. Mengapa amanah itu begitu penting, mengapa harus ia yang melakukannya, mengapa dan mengapa...toh kita tidak mengetahui secara pasti apakah adik telah memiliki mafhum bukan sekedar ma’lumat. Saat penyampaian materi ini pun, pendidik harus senantiasa ”down to earth”, menyeru sesuai dengan tingkat pemahaman adik. Pendekatan kepada adik yang ”baru” tentunya akan berbeda dengan pendekatan kepada adik ”lama”. Walaupun nasihat sangat diperlukan terutama dalam masa penyampaian tsaqafah, namun jika terlalu banyak dan tidak pada timing yang tepat, lama-lama adik akan merasa jenuh dan ”eneg”. Kebosanan akan menjadi badai hebat dalam dirinya. Salah satu parameter adik merasa bosan adalah gerak gerik dan raut mukanya. Jika pendidik sudah melihat ada gelagat kebosanan, maka alihkan topik pembicaraan. Kisah motivasi bisa menjadi alternatif untuk menurunkan kebosanan adik namun sekaligus dapat menaikkan semangat adik untuk beramal shalih.&lt;br /&gt;     Menjadi seorang pendidik memang bukanlah hal yang mudah. Ia tidak hanya menjadi sekedar penyampai materi saja namun ia juga adalah seorang pembina. Ia harus dapat menjadi guru, ibu, kakak, dan teman. Ia harus dapat menjadi tempat curahan hati sekaligus teman berdiskusi. Ia juga harus dapat memotivasi, mengingatkan, menyanjung sebagai bentuk penghargaan atas kerja kerasnya, dan jika adik terus menyengaja kesalahan, perlu juga untuk memarahinya. Ia harus memiliki rasa sabar yang tak berbatas. Ia harus dapat membuka tangan yang teramat lebar untuk memaafkan kesalahan-kesalahan kecil yang dilakukan adik. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hak cipta milik Alloh swt semata. Jemari ini hanya menuliskan sesuatu yang telah menjadi milik-Nya&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22872034-3956268433915982178?l=azzahrablogs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/feeds/3956268433915982178/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22872034&amp;postID=3956268433915982178' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/3956268433915982178'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/3956268433915982178'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/2007/06/menjadi-pembina-sejati-episode-1.html' title='Menjadi Pembina Sejati  episode 1'/><author><name>Rany Agustina Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06151837328781852218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-XvLDZTgnOL8/TseNFyCboQI/AAAAAAAAAPU/1_uEYSPMXKU/s220/ucul.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22872034.post-2396240876338292077</id><published>2007-04-14T22:09:00.000-07:00</published><updated>2007-04-14T22:12:53.136-07:00</updated><title type='text'>Hmm…Nikah Dini, Pengen atau Siap ??!!</title><content type='html'>&lt;em&gt;(tanpa maksud....hanya tulisan untuk memenuhi amanah buletin ^ ^)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;                  Menikah di kala kuliah enak gak ya? Setelah capek, berkutat dengan buku kuliah, 'killer'-nya dosen, tugas-tugas yang gak bosan menanti, labtek yang bikin tampang kita super kucel , tapi saat di rumah bisa segar lagi. Kebayang, ada istri yang menanti, anak yang ribut cerita-cerita, lalu makan bareng, wah...uenak tenan!!!&lt;br /&gt;                 Tapi ada juga yang sebaliknya, nah lho! Udah capek di kampus, pulang-pulang ke rumah, rumah laksana kapal pecah, anak-anak pada berantem, nangis, wah...kaya' ginian sepet nih. Belum lagi saat tibanya masa ujian, wuaah, hiks...hiks...jadi ingin nangis. Perasaan, kok nikah malah jadi sengsara ya.&lt;br /&gt;                 Jadi idealnya gimana dong? Nyelesaikan kuliah dulu, baru menikah, atau sambil kuliah juga menikah. Ada lho yang berhasil, dalam artian 'berani menikah' dan prestasi tetap dapat diraih. Tapi ya...itu, ada pula yang sebaliknya. Gedubrak! Jadi bingung deh! Masalahnya cinta tak kenal waktu lho, ia hadir begitu saja, gak peduli dengan status kita sebagai mahasiswa.&lt;br /&gt;Ada pula contoh kasus lain, aktivis dakwah kampus, karena 'dipanas-panasin' ama sesama aktivis, berani menikah, prestasi kuliah pun bagus, namun futur di jalan dakwah. Lainnya, belum berani menikah dengan alasan menikah akan mengganggu kuliah dan aktivitas dakwah. Hmm...bingung ya. Duh...cinta...cinta, kok gak tau sih kalau saya masih kuliah!&lt;br /&gt;               Ikhwah fillah yang disayang Allah Subhanahu wa Ta'ala.&lt;br /&gt;Cinta adalah hal fitri yang ada pada seluruh makhluk. Semua juga pengen merasakan dicintai dan mencintai oleh lawan jenis (ups!!). Namun saat Allah mengharamkan aktivitas pacaran, maka solusi bagi qta adalah ghodul bashor (menundukkan pandangan) dan shaum. Dan saat menundukkan pandangan menjadi begitu sulit, karena sistem kehidupan yang terus mengumbar pemicu syahwat, maka solusinya adalah menikah.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untumu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang yang berpikir&lt;strong&gt;”(&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;QS ar Ruum 21)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;                 So, gak jadi masalah kalo kamu berpikir untuk nikah dini. Malah bagus-bagus aja untuk mempercepat lahirnya generasi-generasi penerus yang handal. But jangan sampai pikiran itu cuma dilandasi oleh keinginan, bukan kesiapan. Keinginan lebih didasari hawa nafsu yang bersifat emosional (sesaat) karena adanya rangsangan, sedangkan kesiapan lebih dilandasi oleh kematangan diri dan kemantapan hati. Ada seabrek persiapan yang kudu disiapkan menjelang memasuki lembaga pernikahan, diantaranya :&lt;br /&gt;1)&lt;strong&gt;Kematangan visi keislaman&lt;/strong&gt;. Mahligai rumah tangga bukanlah permainan. Ikatan pernikahan adalah ikatan yang teramat berat (mitsaqan ghalizhan), laksana beratnya perjanjian Allah dengan Rasul-Nya. Pernikahan adalah ajang buat beribadah dan menambah pahala. Cuz dari sinilah generasi rabbani, penerus perjuangan menegakkan dienullah tercipta. So, menciptakan rumah tangga yang sakinah mawaddah wa rahmah bukanlah hal yang sangat mudah. Penguasaan tsaqafah (wawasan) Islam kudu en mesti dimiliki. &lt;br /&gt;2)&lt;strong&gt;Kematangan kepribadian&lt;/strong&gt;. Kekuatan pola pikir dan pola sikap Islami pun benar-benar dibutuhkan. Cuz kalo tidak, ada masalah dikit aja akan mudah mengeluh dan putus asa. Hal ini juga sangat penting, especially for kaum hawa, sebagai langkah untuk menerima adanya seorang pemimpin (qawwam) yang harus senantiasa dihormati dan ditaati.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3Kesiapan psikologis.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;4)&lt;strong&gt;Kematangan fisik.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;5)&lt;strong&gt;Persiapan sosial&lt;/strong&gt;. Bukan berarti orang yang baru menikah ngerasa dunia cuma milik berdua, yang lain ngontrak. Nantinya kudu juga peka dan aktif dalam kegiatan antarkeluarga dan masyarakat.&lt;br /&gt;                So, dari sini, kita bisa menilai diri, apakah memang benar-benar sudah siap menikah atau sekedar dorongan keinginan. Sebab Rasulullah menganjurkan umatnya untuk menikah hanya bagi mereka yang udah siap bin mampu. Sebaliknya, Rasulullah pun tidak menyukai bagi mereka yang sudah mampu tapi nggak segera nikah.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Barangsiapa telah mempunyai kemampuan menikah kemudian ia tidak menikah maka ia bukan termasuk umatku”(&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;HR Thabrani dan Baihaqi)&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;                 Kalau memang dalam diri kita baru terbesit keinginan, selayaknya kita bersegera mengubah keinginan itu menjadi kesiapan. Makanya, mumpung saat ini kita masih memiliki banyak waktu, belum terikat oleh kesibukan rumah tangga, upayakan buat menuntut ilmu sebanyak-banyaknya guna persiapan menghadapi rumah tangga kelak. Sehingga sewaktu-waktu jodoh itu datang kita benar-benar siap menyambut ajakan menyempurnakan dien kita.&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji, dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik…”&lt;strong&gt;(&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;QS an-Nur 26)&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hak cipta milik Alloh swt semata. Jemari ini hanya menuliskan sesuatu yang telah menjadi milik-Nya&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22872034-2396240876338292077?l=azzahrablogs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/feeds/2396240876338292077/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22872034&amp;postID=2396240876338292077' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/2396240876338292077'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/2396240876338292077'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/2007/04/hmmnikah-dini-pengen-atau-siap.html' title='Hmm…Nikah Dini, Pengen atau Siap ??!!'/><author><name>Rany Agustina Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06151837328781852218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-XvLDZTgnOL8/TseNFyCboQI/AAAAAAAAAPU/1_uEYSPMXKU/s220/ucul.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22872034.post-3623836052354420718</id><published>2007-04-02T00:01:00.000-07:00</published><updated>2007-07-11T02:35:48.116-07:00</updated><title type='text'>Mmmm..intermezo</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;”Saat jenuh menatap&lt;br /&gt;Nanar menatap jalan esok&lt;br /&gt;Gelisah, penat, jenuh&lt;br /&gt;Muak akan kehidupan”&lt;br /&gt;Hanya satu yang akan menuntunmu pergi&lt;br /&gt;Cahaya yang tetap membuat kau tegap berdiri&lt;br /&gt;Keimanan...kerinduan akan jannah Illahi&lt;br /&gt;Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hatimu akan menjadi tentram&lt;br /&gt;Ingatlah, janji Allah yang takkan pernah ingkar&lt;br /&gt;Sesungguhnya pertolongannya amatlah dekat&lt;br /&gt;Katakanlah apa yang kau rasa pada-Nya&lt;br /&gt;Saat lambungmu jauh dari tempat tidur di kebisuan malam&lt;br /&gt;Tahanlah gejolak amukan tak berarti&lt;br /&gt;Lewat shaummu di terik mentari&lt;br /&gt;Agar rasa Bilal menjadi nyata&lt;br /&gt;Agar peluh Mush’ab merasuk jiwa&lt;br /&gt;Agar darah Sumayah melebur raga&lt;br /&gt;Bila hidupmu terasa sulit&lt;br /&gt;Ingatlah selalu akan kenikmatan surga&lt;br /&gt;Dan cinta-Nya yang tak mengenal lelah....&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kelas PID,Kampus Gajah Duduk, Maret 2007&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hak cipta milik Alloh swt semata. Jemari ini hanya menuliskan sesuatu yang telah menjadi milik-Nya&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22872034-3623836052354420718?l=azzahrablogs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/feeds/3623836052354420718/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22872034&amp;postID=3623836052354420718' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/3623836052354420718'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/3623836052354420718'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/2007/04/mmmmintermezo.html' title='Mmmm..intermezo'/><author><name>Rany Agustina Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06151837328781852218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-XvLDZTgnOL8/TseNFyCboQI/AAAAAAAAAPU/1_uEYSPMXKU/s220/ucul.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22872034.post-2433501003041252440</id><published>2007-04-01T23:54:00.000-07:00</published><updated>2007-04-02T00:00:26.473-07:00</updated><title type='text'>Ujian</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color:#666600;"&gt;Kehidupan laksana roda yang berputar. Adakalanya posisi kita berada di atas; merasakan kegemilangan dan kesuksesan, merasakan kegembiraan dan kemudahan, mendapatkan kebanggaan dan sanjungan. Namun adakalanya kita berada di bawah; merasakan kejenuhan dan kepenatan, merasakan kegagalan dan kebuntuan, merasakan kepahitan dan kesunyian. Mungkin hampir semua orang telah mengetahui peribahasa itu. Namun tidak banyak orang yang mengetahui filosofinya. Dan lebih tidak banyak orang yang memahami dan mencari kehakikiannya dalam kehidupan.&lt;br /&gt;          Kehidupan laksana roda yang berputar. Saat di atas, kita merasakan kebahagiaan yang sangat. Dunia seolah dalam genggaman. Tak jarang, saat itu kita merasa sangat sempurna dan menafikan konsep rizki. Kemudian kegemilangan memudar dan digantikan posisi yang sedikit demi sedikit menurun. Lalu sampailah kita pada titik nadir, tempat berkumpulnya kejenuhan dan kepenatan dalam ruang kaca. Saat ingin bergerak maju, menapaki langkah demi langkah untuk mengulangi kembali gambaran kesuksesan, ternyata banyak penghalang yang menghadang. Bisa jadi penghalang itu berupa kerikil-kerikil kecil, namun bisa jadi batu yang cukup besar untuk menghentikan putaran roda sesaat. Ya, penghalang itu adalah ujian kehidupan.&lt;br /&gt;          Setiap manusia pasti menghadapi masalah atau ujian dalam hidupnya. Dan itu baru akan berakhir seiring dengan berakhirnya desahan nafas terakhirnya. Batu penghalang pasti selalu ada dalam lintasan kehidupan. Pilihannya : terjebak pada kepenatan dan lari dari masalah ATAU berusaha mencari solusi dari masalah dan mendorong diri merayap menuju kesuksesan. Terkadang, jika kita diberikan pilihan seperti ini, dengan mudahnya kita akan menjawab dengan pilihan kedua. Namun pada faktanya, mendorong diri butuh usaha yang super keras dan motivasi yang ekstra besar.&lt;br /&gt;          Sebagai seorang muslim, yang senantiasa menjadikan Islam sebagai jalan kehidupannya, tentunya memandang bahwa ujian kehidupan hanyalah bumbu pemanis kehidupan, dan bukan menjadi penghalang. Keyakinan penuh akan adanya Allah swt, Hari Akhir, serta Qadha dan Qadar merupakan landasan yang besar untuk bergerak maju. Pengharapan dan tidak berputus asa dari Rahmat Allah adalah akselerator motivasi. Berpandangan dan bersikap optimis adalah jalan keluar. Sesungguhnya Allah tidak akan membebani seseorang di luar batas kesanggupannya. Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.     &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#666600;"&gt;&lt;em&gt;”Jika Hari Kiamat datang, sementara di tangan salah seorang kalian masih terdapat pohon kurma yang masih kecil, dan dia sanggup menanamnya sebelum Kiamat terjadi, maka tanamlah.”(HR Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hak cipta milik Alloh swt semata. Jemari ini hanya menuliskan sesuatu yang telah menjadi milik-Nya&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22872034-2433501003041252440?l=azzahrablogs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/feeds/2433501003041252440/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22872034&amp;postID=2433501003041252440' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/2433501003041252440'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22872034/posts/default/2433501003041252440'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azzahrablogs.blogspot.com/2007/04/ujian.html' title='Ujian'/><author><name>Rany Agustina Susanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06151837328781852218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-XvLDZTgnOL8/TseNFyCboQI/AAAAAAAAAPU/1_uEYSPMXKU/s220/ucul.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22872034.post-7084193537180195546</id><published>2007-03-04T22:46:00.000-08:00</published><updated>2007-03-04T22:48:17.617-08:00</updated><title type='text'>BELUM SAATNYA KAH KITA BERSATU MEWUJUDKAN KHILAFAH?!</title><content type='html'>BELUM SAATNYA KAH KITA BERSATU MEWUJUDKAN KHILAFAH?!  &lt;br /&gt;(Seruan terbuka sebagai renungan 83 tahun tanpa khilafah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, kaum muslimin di mana pun anda berada! &lt;br /&gt;Semoga kesejahteraan senantiasa menyertai kita semua!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. &lt;br /&gt;Dzat yang telah menjadikan kita umat yang satu. &lt;br /&gt;Meskipun kita berbeda-beda suku, berbeda bahasa, &lt;br /&gt;berbeda warna kulit, berbeda postur tubuh; &lt;br /&gt;namun sesungguhnya kita tetap sebagai umat yang satu. &lt;br /&gt;Satu aqidah dan satu syariah! Bukankah Tuhan kita satu?&lt;br /&gt;Bukankah Kitab suci kita satu ?&lt;br /&gt;Bukankah Rasul kita satu ? &lt;br /&gt;dan Bukankah Kiblat kita pun satu ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika demikian,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu mengapa kita saat ini hidup tercerai-berai &lt;br /&gt;satu dengan yang lain? kita hidup terkotak-kotak &lt;br /&gt;dan terpetak-petak,dalam berbagai negara,&lt;br /&gt;dengan batas-batas teritorialnya masing-masing. &lt;br /&gt;kita pun memiliki pemimpin masing-masing,&lt;br /&gt;loyalitas masing-masing,prinsip masing-masing,&lt;br /&gt;dan sistem pemerintahan masing-masing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin mengingatkan anda tentang peristiwa &lt;br /&gt;masa lalu kita yang kelam dengan harapan &lt;br /&gt;anda semua dapat merenungkan dan menjadikannya&lt;br /&gt;sebagai pelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 Maret 1924, 83 tahun lalu, &lt;br /&gt;Khilafah Islamiyah sebagai simbol &lt;br /&gt;sekaligus institusi kepemimpinan politik umat Islam sedunia &lt;br /&gt;dibubarkan oleh Mustafa Kamal laknatullah ‘alaih; &lt;br /&gt;agen Inggris keturunan Yahudi. &lt;br /&gt;Inilah puncak kemerosotan kita sebagai kaum muslim &lt;br /&gt;yang memang sudah lama menggerogi tubuh kita. Atas nama &lt;br /&gt;Dewan Agung Nasional Turki&lt;br /&gt;(Al Jam'iyyatu al Wathaniyah al Kubro), &lt;br /&gt;Mustafa Kamal merubah Turki menjadi Republik &lt;br /&gt;dengan asas sekulerisme. Tidak hanya itu,&lt;br /&gt;Mustafa Kamal pun melakukan &lt;br /&gt;proses sekulerisasi dengan tangan besi. &lt;br /&gt;Khilafah dibubarkan, alasannya diktator, korup, &lt;br /&gt;dan bermacam tuduhan keji lainnya. &lt;br /&gt;Hukum Islam pun diganti, dianggap kuno dan tidak manusiawi. &lt;br /&gt;Segala yang berbau Islam, dituduh berbau Arab,&lt;br /&gt;dan harus diganti. Mulai dari bahasa Arab,&lt;br /&gt;pakain Arab, sampai Adzan semua harus diubah.&lt;br /&gt;Islam dicampakkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mustafa Kamal lupa, Islamlah yang membuat umat Islam,&lt;br /&gt;termasuk rakyat Turki, jaya dan gemilang&lt;br /&gt;selama berabad-abad. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, 3 Maret 2007. Penderitaan kita semakin bertambah.&lt;br /&gt;Negeri-negeri kita terpecah belah menjadi puluhan negara &lt;br /&gt;yang dikontrol oleh negara-negara Barat.&lt;br /&gt;Negara-negara lemah, yang membuat kita tidak bisa&lt;br /&gt;menolong saudara kita sendiri. Bayangkan,&lt;br /&gt;kita tidak bisa menyelamatkan Palestina, &lt;br /&gt;yang dijajah Israel. Rakyat Irak dibantai, &lt;br /&gt;Fallajuh negeri dengan seribu menara masjid dinodai.&lt;br /&gt;Menurut pengakuan Gilbert Burnham dari Sekolah Kesehatan Masyarakat Johns Hopkins Bloomberg Amerika Serikat, &lt;br /&gt;dampak serbuan pasukan sekutu yang dipimpin AS ke Irak &lt;br /&gt;pada 18 Maret 2003 sekitar 655.000 warga Irak tewas&lt;br /&gt;Republika 12/10/2006).&lt;br /&gt;Sementara itu, menurut utusan PBB di Iraq, &lt;br /&gt;Gianni Magazzeni, pada 2006 saja, 34.452 warga sipil tewas &lt;br /&gt;dan lebih dari 36.000 luka-luka &lt;br /&gt;(www.hidayatullah.com, 17/01/07).&lt;br /&gt;Tapi kita, termasuk para penguasa negeri-negeri kita &lt;br /&gt;sekedar jadi penonton kecuali sebagia
